Startup AI Indonesia Masuk NVIDIA MSPP

Nodeflux adalah perusahaan penyedia jasa solusi berbasis AI di Indonesia. (Foto: nodeflux/youngster.id)

youngster.id - Startup artificial intelligence asli Indonesia, Nodeflux mengukir prestasi dengan resmi menjadi bagian dari program NVIDIA-Metropolis Software Partner Program (Nvidia-MSPP). Nodeflux merupakan Indonesian AI company pertama dan satu-satunya yang masuk dalam daftar ini, di antara 24 perusahaan AI papan atas dari seluruh dunia.

“Menjadi official global partner Nvidia, tentunya sangat berarti bagi kami. Tidak banyak perusahaan yang diterima sebagai global partner. Hal ini menunjukkan pengakuan terhadap solusi Nodeflux dari perusahaan global yang merupakan hardware leader di industri AI. Dengan ini, saya berharap agar konsumen Indonesia mengetahui sudah ada karya anak bangsa yang berkualitas global yang dapat mereka gunakan,” ungkap Meidy Fitranto CEO Nodeflux dalam keterangannya, Jumat (21/12/2018) di Nodeflux HQ, Jakarta.

NVIDIA-MSPP adalah program pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan deep learning dalam menjaga keamanan kota serta bertransformasi menjadi smart cities.

Menurut Meidy, Nodeflux sukses mengimplementasi berbagai solusi AI sepanjang 2018. Sebut saja ketika face recognition Nodeflux tercatat berkontribusi dalam kesuksesan acara-acara penting berskala internasional, antara lain: Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018 di Bali, serta integrasi data kependudukan pertama di Indonesia dengan face matching technology menggunakan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Baca juga :   Baiq Maesarah : Sukses Bisnis Mutiara Laut Dengan Modal Kuota Internet

Solusi Nodeflux juga dapat diimplementasikan untuk manajemen perkotaan. Saat ini, telah ada beberapa kota besar di Indonesia dalam proses implementasi untuk menunjang solusi smart city pada 2019.

Apresiasi ini tak hanya berdampak baik untuk reputasi Nodeflux saja, tapi juga turut meletakkan nama Indonesia di peta kekuatan AI dunia. Nodeflux berhasil menyejajarkan Indonesia dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris, dan Israel yang telah lebih dulu mapan di bidang artificial intelligence.

STEVY WIDIA