Startup Pengolah Sampah Magalarva Raih Pendanaan

Tim Magalarva. (Foto: istimewa)

youngster.id - Magalarva mengumumkan pendanaan sebesar US$ 500 ribu atau sekitar Rp7 miliar dari salah satu perusahaan multinasional terbesar di Indonesia. Startup pengolah sampah menjadi protein berkelanjutan itu tak mengungkapkan siapa penyokong dana yang memberikan modal tahap awal (round seed).

Chief Executive Officer (CEO) Magalarva Rendria Labde menyatakan, pendanaan itu untuk membangun pabrik utama atau flagship Magalarva di area Jabodetabek. “Kami akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi lima ton larva per hari dan mengolah limbah organik hingga 30 ton per hari,” kata Rendria dalam keterangan resminya Jumat (14/6/2019).

Magalarva mengolah limbah organik menjadi bahan baku pakan ternak dan pupuk organik. Dalam proses pengolahan, perusahaan menggunakan larva lalat tentara hitam (atau Black Soldier Fly). Menurut Rendria pendanaa segar ini akan mampu untuk memperbesar skala bisnis. Dia juga mengungkapkan akan mengalokasikan dana untuk riset dalam peningkatan efisiensi dan otomasi produksi, memperbesar tim sambil merekrut tenaga profesional, serta membuka akses pasar pakan global.

Magalarva memulai riset mengenai Black Soldier Fly sejak tahun 2017, sedangkan proses produksi di pabrik pertama. Perusahaan berjalan sejak Agustus 2018. Sampai saat ini, Magalarva telah memproduksi sekitar 50 ton larva dan 30 ton pupuk organik, sekaligus mengolah lebih dari 200 ton limbah organik.

Baca juga :   Perluas Bisnis Ruang Kerja Bersama, GoWork Merger Dengan ReWork

“Magalarva bertujuan mengurangi sebanyak-banyaknya limbah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Kemudian, sampah mampu menjadi sumber protein berkualitas yang dapat menggantikan tepung ikan dalam pakan ternak atau makanan hewan peliharaan,” kata Rendria lagi.

Magalarva adalah salah satu finalis Future Agro Challenge 2017, dan merupakan salah satu startup yang terpilih ke dalam gelombang pertama SKALA pada akhir 2018. SKALA adalah sebuah program akselerator yang diprakarsai oleh Innovation Factory milik Salim Group dan Gree Ventures, di mana Magalarva mendapatkan pendanaan pre-seed.

STEVY WIDIA