Startup Teknologi Dilanda Krisis SDM

Tim Ekrut. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Permintaan startup terhadap tenaga ahli TI sepanjang semester I/2018 meroket sepuluh kali lipat dibandingkan tahun lalu. Adapun pertumbuhan ketersediaan profesional di bidang TI bergerak lebih lambat dengan hanya tumbuh dua kali lipat dari periode sebelumnya. Akibatnya, terdapat lebih dari 500 startup di dalam negeri yang kekurangan tenaga Teknologi Informasi (TI).

Perusahaan marketplace talenta teknologi, Ekrut, mencatat sepanjang semester pertama tahun ini, berbagai perusahaan rintisan berupaya menutup kekurangan tersebut dengan membuka lowongan kerja bagi talenta teknologi. Berbagai keahlian yang paling banyak dicari di antaranya back-end engineer, front-end engineer, mobile engineer, full stack engineer, dan DevOps engineer.

“Kebutuhan perusahaan terhadap tenaga ahli TI terus meningkat. Penetrasi internet yang terus meluas dan menjangkau semakin banyak masyarakat membuat perusahaan teknologi membutuhkan semakin banyak tenaga kerja,” ungkap Ardo Gozal Chief Operating Officer sekaligus co-founder Ekrut dalam keterangan resmi, Sabtu (14/7/2018) di Jakarta.

Ekrut merupakan marketplace penghubung talenta dengan korporasi pencari talenta teknologi berkualitas tinggi. Perusahaan yang mengusung konsep talent marketplace pertama di Indonesia itu melakukan kurasi berbasis algoritma untuk menjaring kandidat ahli TI terbaik sesuai kebutuhan klien korporasi.

Baca juga :   SDM Ahli di Bidang Digital di Indonesia Minim

Ardo menyatakan pertumbuhan ekosistem digital di dalam negeri tumbuh begitu pesat dalam setahun terakhir. Hal tersebut turut mendorong berbagai perusahaan rintisan teknologi meningkatkan aktivitas perekrutan tenaga TI.

Algoritma yang sama turut membantu pencari kerja bertemu dengan perusahaan yang paling sesuai dengan kriteria mereka. Berbeda dengan cara konvensional, Ekrut mengimplementasikan instant sourcing yang memungkinkan korporasi untuk tidak melakukan job posting dan menunggu lamaran pencari kerja. Sistem tersebut memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan kandidat yang dirasa cocok sesaat setelah terverifikasi.

Sistem yang dipergunakan dapat membuat periode perekrutan karyawan yang bermanfaat bagi perusahaan dan pencari kerja menjadi lebih efisien. Ekrut yang didirikan pada 2016 mengklaim telah memiliki ratusan klien perusahaan, mulai dari startup, unicorns, sampai perusahaan publik nasional.

STEVY WIDIA