Startup Unicorn Indonesia Bernilai Baik Bagi Investor Asing

Ekosistem startup di Indonesia terus berkembang. (Foto: Ilustrasi/youngster.id)

youngster.id - Indonesia saaat ini memiliki 4 startup “Unicorn” yang menjadi raksasa bisnis baru di negara dengan populasi lebih dari 260 juta jiwa ini. Kesuksesan perusahaan startup Unicorn ini tentu tak luput dari derasnya gelontoran dana fantastis dari modal ventura.

Independent Wealth Management Advisor Ari Adil menilai, para startup unicorn ini bermula dari sebuah konsep, kemudian merangkak tumbuh sebagai startup, hingga kini mereka mampu menjadi korporasi dengan nilai valuasi di atas US$ 1 miliar atau lebih dari Rp 13 triliun.

Indonesia saaat ini memiliki 4 startup “Unicorn” yang menjadi raksasa bisnis baru di negara dengan populasi lebih dari 260 juta jiwa ini. Kesuksesan perusahaan startup Unicorn ini tentu tak luput dari derasnya gelontoran dana fantastis dari modal ventura.

Ari mengungkapkan, fenomena masuknya dana fantastis dari asing pada startup Indonesia menilai bahwa para investor asing sangat cermat dan jeli dalam melihat konsep bisnis yang diusung oleh para startup.

“Didukung oleh stabilitas makroekonomi, demografi, dan penetrasi pengguna internet yang meningkat mencapai 54%, menjadikan adanya peluang besar dalam pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Investor asing dalam hal ini melihat pangsa pasar yang begitu besar di Indonesia bagi pertumbuhan bisnis startup ¬tersebut, sehingga startup Unicorn ini mendapat nilai yang sangat baik di mata asing,” ucapnya Ari dalam laporan bertajuk Peluang Berinvestasi di Unicorn Startup Indonesia.

Baca juga :   Ruang Guru Segera Jadi Startup Unicorn Indonesia

Lebih lanjut, Ari menambahkan bahwa fenomena sharing economy yang ditawarkan oleh startup “Unicorn” di Indonesia disinyalir menjadi faktor pemicu utama masuknya dana investasi asing yang fantastis. Baik GO-JEK, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka memaksimalkan konsep one stop solution dalam satu aplikasi.

“Mereka (startup Unicorn) tidak memiliki aset seperti perusahaan konvensional pada umumnya. Startup tersebut menyediakan aplikasi yang bermanfaat bukan hanya bagi pengguna tetapi bagi mereka yang memiliki aset seperti motor, mobil, produk, dan kehadiran startup ini mampu menjembatani gap di antara ini,” jelas Ari.

Lantas pertanyaan selanjutnya, apakah hanya investor asing yang mampu menjadi motor penggerak kesuksesan startup Unicorn Indonesia? Google merilis hasil risetnya bahwa dari segi kuantitas deal investasi startup di Indonesia masih dikuasai oleh investor lokal. Namun secara value, masih didominasi oleh investor asing.

Sebagai seorang pemerhati keuangan dan financial advisor, Ari melihat beberapa kecenderungan investor lokal yang menyebabkan fenomena ini:

• Memerlukan adanya vehicle yang tepat
Di negara lain investor dapat berinvestasi di perusahaan startup melalui produk investasi sebagai vehicle yang sering disebut Venture Capital, dimana produk tersebut dikelola oleh Manajer Investasi yang berpengalaman. Untuk lebih memberikan akses yang luas kepada investor lokal di Indonesia untuk berinvestasi di perusahaan startup dibutuhkan terobosan peraturan untuk dapat menyediakan vehicle yang tepat bagi investor lokal.

Baca juga :   The 5-Min Video Challenge Tantang Filmmaker Lokal Go International

• Dibutuhkan insentif pajak
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) telah merekomendasikan insentif pengurangan pajak bagi pemodal usaha rintisan (startup) di Indonesia. Hal ini akan sangat baik mengingat akan terdorongnya iklim investasi bagi startup dengan adanya kebijakan fiskal dan tax incentive.

• Terbatasnya pengetahuan mengenai bisnis startup
Negara asal para investor asing seperti Amerika dan China sudah sejak 20 tahun akrab dan belajar tentang bisnis startup, bahkan lebih lama untuk Amerika. Sedangkan startup di Indonesia baru berkembang dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

• Masih banyak ladang investasi di Indonesia
Tidak banyaknya investor lokal yang berinvestasi di startup Unicorn bukan karena mereka tidak memiliki dana. Beberapa investor lokal memiliki dana besar, dan di Indonesia masih menyediakan banyaknya ladang investasi menarik lainnya, seperti properti, emas, pertambangan, perkebunan tanah, properti, emas, bahkan pertambangan dan perkebunan pun masih menjanjikan di Indonesia.

Peluang bagi para investor lokal untuk berinvestasi pada startup Unicorn Indonesia masih tersedia. Terlebih jika startup tersebut memutuskan untuk melantai di bursa saham Indonesia. Peran, dukungan, dan kolaborasi dari banyak pihak termasuk swasta dan pemerintah sangat dibutuhkan guna mencetak investor lokal yang menjadi raja sepenuhnya bagi startup–startup Unicorn asal Indonesia.

Baca juga :   Investasi Asing Dapat Kembangkan e-Commerce Lokal

 

FAHRUL ANWAR