Suci Arumsari : Bantu Pasien dengan Aplikasi Kesehatan

Suci Arumsari, Co-founder & Direktur Alodokter (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

youngster.id - Di dunia sekarang ini, teknologi memainkan peran penting dalam setiap industri maupun dalam kehidupan pribadi kita. Termasuk dalam hal perawatan kesehatan. Berkat teknologi lahirlah aplikasi medis yang membuat semua orang memiliki kesempatan ygn sama untuk mengakses tentang kesehatan.

Menunggu janji dokter dan mengunjungi kantor mungkin menjadi masa lalu. Kondisi kesehatan Anda sekarang dapat didiskusikan secara jarak jauh dengan profesional perawatan kesehatan yang berkualitas melalui telehealth. Berkat layanan ini beberapa jenis perawatan dapat diakses oleh pasien yang mungkin tidak dapat memperoleh perawatan. Hal itu, tentunya, dalam banyak kasus membuat aksesibilitas ke spesialis lebih tepat waktu dan relevan.

Dengan popularitas smartphone maka informasi kesehatan ini dapat diakses banyak orang melalui aplikasi medis. Salah satunya adalah Alodokter yang didirikan oleh Suci Arumsari. Ini merupakan super app kesehatan yang menghubungkan antara penyedia jasa konsultasi dokter dengan masyarakat luas.

Sejatinya, aplikasi kesehatan bukanlah hal yang baru, tetapi Suci mengklaim bahwa Alodokter adalah super apps kesehatan.

“Ini adalah aplikasi kesehatan terlengkap yang dapat diakses secara online. Visi besar dari Alodokter adalah menjadi platform yang memberikan solusi dan dukungan kesehatan terlengkap kepada keluarga muda modern Indonesia,” ungkap Susi, Direktur dan co-founder Alodokter kepada youngster.id saat ditemui di Jakarta belum lama ini.

Menurut Suci, permintaan konsultasi kesehatan di Indonesia terbilang tinggi. Tetapi layanan kesehatan belum maksimal mengakomodasi permintaan-permintaan itu. Oleh karena itu, Alodokter memposisikan untuk mendorong hadirnya layanan kesehatan baru.

“Kami bekerjasama dengan pemerintah, bagaimana bikin lebih positif lagi pelayanan. Pemerintah lewat BPJS dan segala macam (program) sudah berkembang. Kami ingin bekerja bareng, bersinergi untuk menyajikan akses kesehatan yang lebih akurat,” ucapnya.

Selain itu, Alodokter didukung oleh tim dokter dan IT yang menjadilan layanan kesehatan digital ini mampu memberikan solusi kesehatan menyeluruh dan paling terpercaya di Indonesia. Ada beberapa fitur yang dihadirkan Alodokter pada home menu aplikasinya. Salah satunya fitur Chat Bersama Dokter.

“Pasien dapat memperoleh jawaban akurat terkait masalah kesehatan yang dialaminya. Di fitur ini, pasien serasa memasuki rumah sakit digital yang di dalamnya terdapat banyak dokter, mulai dokter umum hingga spesialis. Pasien bisa dengan bebas memilih dokter mana yang tepat menjawab keluhannya,” jelasnya.

Baca juga :   Bekraf Habibie Festival Pamerkan Teknologi dan Inovasi Terbaru

Pengalaman Pribadi

Sesungguhnya aplikasi yang diluncurkan sejak 2014 ini berangkat dari pengalaman pribadi Suci sendiri. Perempuan cantik ini beberapa tahun lalu didiagnosa mengalami penyakit genetik langka di bagian tulang belakang, Hernia Nukleus Pulposus (HNP) tipe 5.

“Mungkin istilah awamnya saraf kejepit, tapi tidak sesimpel itu. Nah saya dulu sakit ini bingung ini penyakit apa, kenapa kok bisa saya kena penyakit ini padahal masih muda,” ujar Suci.

Perempuan yang pernah menjadi penyiar radio itu sampai frustrasi mencari informasi dan dokter yang terkait penyakitnya. Sebab, ternyata informasi tentang penyakit yang dia derita kurang akurat saat browsing online. Dia pun menjalani perawatan hingga ke Eropa. Seiring berjalannya waktu, penyakit yang dialami Suci pun semakin parah. Ia sempat hampir tak bisa berjalan, dan didiagnosis harus melakukan operasi.

Sulitnya penyembuhan dan minimnya informasi tak hanya membuat kesehatan tubuhnya menurun, tapi juga memengaruhi kesehatan mentalnya.

“Bahkan, dulu saya sempat depresi. Bayangkan saja waktu itu saya masih muda, belum menikah, lalu dibilang akan nggak bisa jalan. Saya jadi stress, bahkan nangis setiap hari saat itu,” cerita Suci.

Namun kemudian muncul niat mulia. Ia mengatakan jika memang harus mengalami penyakit, maka ia tak ingin orang lain merasakan hal yang sama, yakni kesulitan mencari informasi seputar penyakit yang dialami.

“Saya tidak ingin ada keluarga muda Indonesia merasa putus asa seperti saya ketika mencari informasi kesehatan yang akurat secara online. Ini yang membuat saya menciptakan Alodokter,” ucapnya dengan tegas.

Menurut Suci, nama Alodokter dipilih berdasarkan pemahamannya mengenai ‘Halo’ yang di Indonesia penyebutannya sering tidak menggunakan huruf ‘H’. Jadi, biasanya disebut dengan ‘Alo’, sehingga Alodokter itu terdengar sangat familiar dan catchy.

Suci juga memaparkan model bisnis yang dikembangkan Alodokter adalah memberi solusi kesehatan secara menyeluruh bagi pasien maupun masyarakat luas yang bisa diakses melalui website dan smartphone.

“Model bisnis Alodokter adalah aplikasi kesehatan terlengkap yang dapat memberi solusi kesehatan secara menyeluruh. Sebagai platform digital, Alodokter memberikan dukungan kesehatan melalui fitur-fitur. Seperti fitur Chat Bersama Dokter pasien dapat memperoleh jawaban akurat terkait masalah kesehatan yang dialaminya. Ketika pasien ingin melakukan pemeriksaaan lebih lanjut dan mendapatkan treatment terbaik, maka mereka dapat menggunakan fitur booking dokter dan rumah sakit di Alodokter. Hingga saat pasien membutuhkan solusi terkait ongkos pengobatan, mereka bisa menggunakan proteksi Alodokter yang bermitra dengan AXA Insurance,” jelas Suci.

Baca juga :   Puspiptek Gandeng IPB Untuk Cetak Technopreneur Handal

Punya penyakit langka, Suci pun kini mengontrol gaya hidupnya agar rasa nyeri tidak lagi menerpanya.

“Kadang sih masih sakit, cuma sekarang sudah terkontrol karena saya sudah mengubah gaya hidup, jaga makan, rutin olahraga. Sekarang sudah lebih baik karena kalau mau tahu apa soal penyakit tinggal chat dokter di Alodokter,” katanya.

Suci Arumsari mengembangkan super app Alodokter bersama dengan Nathanael Faibis, yang bertindak sebagai CEO (Foto: Dok. Pribadi)

Tantangan dan Pendanaan

Diklaim Suci, dalam lima tahun Alodok­ter berhasil dibangun men­jadi health super app nomor satu di Indonesia. Didukung oleh tim dokter dan tenaga IT terbaik, menjadikan Alo­dokter sebuah aplikasi yang mampu memberikan solusi kesehatan menyeluruh dan terpercaya di Indonesia

Suci membangun Alodokter bersama Nathanael Faibis, yang merupakan CEO dan juga co-founder Alodokter. Perkembangan platform kesehatan ini mendapatkan dukungan beberapa investor internasional dalam pendanaan.

“Alodokter mendapat kepercayaaan berupa pendanaan series A dan Series B dari investor ternama dan terbesar, yang juga investor nomor satu di dunia seperti Softbank dan Golden Gate dengan angka yang tidak dapat diungkap,” ucapnya.

Suci menegaskan, sama seperti perusahaan startup pada umumnya, yang menjadi fokus utama Alodokter adalah pertumbuhan dan pengembangan pengguna aplikasi dengan cepat. Oleh karena itu, Suci menegaskan Alodokter didukung oleh tim dokter dan tenaga IT terbaik, sehingga menjadi aplikasi yang mampu memberikan solusi kesehatan menyeluruh dan terpercaya.

“Pasien dapat memperoleh jawaban akurat terkait masalah kesehatan yang dialaminya. Ada berbagai fitur sehingga orang serasa memasuki rumah sakit digital dengan banyak dokter, mulai dokter umum hingga spesialis. Dan mereka bisa dengan bebas memih dokter mana yang tepat menjawab keluhannya,” jelasnya.

Kendati Alodokter mampu bertahan dan terus bertumbuh hingga mendapat kepercayaan dari pelanggan dan investor, toh diakui Suci dalam perjalanannya tidak semudah membalik telapak tangan. Tantangan yang dihadapi terutama dalam hal edukasi kesehatan di masyarakat.

“Tantangan dalam dunia kesehatan yang ada di masyarakat Indonesia pada umumnya, yaitu kesadaran akan pentingnya informasi yang akurat untuk mendukung gaya hidup sehat. Kami ingin masyarakat tidak mencari informasi mengenai kesehatan hanya ketika mereka sudah jatuh sakit, tetapi mereka mempersiapkan hidup sehat dari jauh hari termasuk proteksi kesehatan,” kata Suci

Baca juga :   3.000 Perda Penghambat Kemudahan Berusaha Dihapus

Oleh karena itu, mereka pun membangun fitur yang lengkap. “Alodokter tidak bertujuan untuk menggantikan dokter. Kami hanya sebagai fasilitator para pasien sebelum berkonsultasi dengan dokter secara tatap muka,” tegasnya.

Pasien disediakan empat kanal yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan. Di antaranya, chat langsung dengan dokter, booking rumah sakit (rawat inap, rawat jalan, estimasi harga), Alodokter proteksi dan konten kesehatan.

Dokternya juga bukan dokter sembarangan, tetapi punya identitas valid dan tidak perlu diragukan lagi kompetensinya. Mereka ter­gabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta memi­liki nomor identitas IDI.

Saat ini, didukung 200 orang karyawan, Alodokter memiliki sekitar 20 juta pengguna aktif dan 20 ribu dokter di lebih dari 500 rumah sakit (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

Monetize dan Inovasi

Meski super apps, tetapi Alodokter hanya melayani konsultasi tanpa memberikan resep obat lebih lanjut.

“Dokter di aplikasi Alodokter tidak boleh langsung merekomendasikan resep obat, apalagi dengan jenis penyakit yang tergolong katastropik. Jadi, hanya melakukan prediksi dan gejala apa,” ujarnya.

Kini dalam kurun waktu lima tahun, pengguna Alodokter telah mencapai sekitar 20 juta pengguna aktif setiap bulan. Mereka juga telah bekerjasama dengan sekitar 20 ribu dokter di lebih dari 500 rumahsakit di wilayah Jabodetabek, Surabaya, Medan, hingga Makassar.

Menurut Suci, Alodokter meraih profit melalui dua fitur berbayar yaitu “Chat Bersama Dokter” dan “Proteksi”. Di samping itu, melalui fitur artikel kesehatan, Alodokterjuga membuka iklan bagi produk-produk yang hen­dak memasarkan produk kesehatan.

Ketika ditanyakan biaya chat dengan dokter, Suci menyebutkan bahwa pasien boleh memilih sendiri dokter spesialis yang sesuai dengan penyakitnya. Per sesi akan dikenakan biaya Rp 15.000. Pembayarannya bisa dilakukan melalui bank atau e-wallet seperti Gojek.

Tak hanya itu, Alodokterjuga menyediakan fitur pro­teksi Alodokter. Ini meru­pakan asuransi dari Alodokterbagi pasien. “Jika pasien membutuh­kan solusi terkait ongkos pengobatan, mereka bisa menggunakan proteksi Alodokter yang bermitra dengan AXA Insurance untuk mendapatkan proteksi ber­premi rendah dengan banyak manfaat,” terang Suci.

Tak cukup merasa puas dengan itu, Suci dan rekannya terus berinovasi. Salah satunya melakukan pengembangan bisnis.

“Rencana kami ke depan adalah terus mengembangkan aplikasi dan servis yang ada di dalam Alodokter. Selain itu, aplikasi Alodokter juga akan merealisasikan layanan kesehatan terpadu berbasis digital kelas dunia untuk masyarakat Indonesia. Contohnya pengembangan teknologi informasi untuk fitur booking dokter dan rumah sakit, serta menghadirkan proteksi asuransi yang lebih menguntungkan bagi pengguna Alodokter. Secara umum Alodokter sangat sukses dalam memiliki berbagai kanal monetisasi dari layanan dan fitur premium yang dimiliki Alodokter saat ini,” klaim Suci.

Suci berharap kehadiran Alodokter, khususnya bagi dunia kesehatan, dapat menjadi platform yang memberikan dukungan kesehatan terlengkap kepada keluarga Indonesia, khususnya keluarga muda modern.

“Alodokter adalah personal achievement bagi saya. Bersama Alodokter saya semakin yakin dapat mewujudkan impian saya yang dapat memberikan kontribusi yang berarti untuk seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Suci.

====================================================

Suci Arumsari

  • Tempat Tanggal Lahir   : Jakarta, 25 Juli 1986
  • Pekerjaan                           : Co-founder & Direktur Alodokter
  • Mulai Usaha                      : 2014
  • Nama Perusahaan          : PT Sumo Teknologi Solusi
  • Jumlah Karyawan           : 200 orang
  • Jumlah Pengguna            : sekitar 20 juta

==============================================

FAHRUL ANWAR

Editor : Stevy Widia