Tim BeeHive Drone Mewakili Indonesia di Imagine Cup World Finals 2018

Tim BeeHive Drones dari University of Manchester mewakili Indonesia di Imagine Cup 2018. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Microsoft kembali menggelar Imagine Cup ke 16, kompetisi teknologi pelajar terkemuka di dunia. Tim BeeHive Drones dari University of Manchester mewakili Indonesia. Meski belum menang, mereka berhasil memperkenalkan sistem drone dalam aplikasi mobile sebagai solusi pertanian yang presisi bagi para petani.

“Kami merasa bangga dan terhormat dapat mewakili Indonesia dalam final dunia Imagine Cup 2018. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada BEKRAF, Kementerian Pertanian dan Microsoft Indonesia. Rencana kami dalam waktu dekat ini adalah untuk memperkenalkan teknologi drone kami ke berbagai perkebunan dan perusahaan agrikultur,” ucap Albertus Gian, CEO BeeHive Drones dalam keterangan yang dilansir Microsoft Indonesia, Kamis (26/7/2018).

Beehive Drones Agriculture merupakan sebuah sistem drone kooperatif yang dapat diakses melalui aplikasi seluler untuk menghadirkan pertanian yang presisi bagi para petani. Sistem ini dirancang untuk melakukan analisis pertanian dan pekerjaan agrikultur, serta memudahkan penggunaan drone melalui situs web atau aplikasi seluler.

Menurut Albertus, teknologi yang mereka tawarkan tidak hanya terbatas untuk pertanian. “Kami tidak ingin teknologi drone kami terbatas untuk agrikultur saja. Kesempatan selalu terbuka karena kami merupakan pengelola sistem drone yang dapat dialihfungsikan untuk keperluan lain. Kami sudah terhubung dengan beberapa klien potensial diberbagai bidang, sistem pengantaran, dan sistem komunikasi,” ungkapnya lagi.

Baca juga :   Pekerjaan Baru Tercipta Berkat Transformasi Digital

Irving Hutagalung Audience Evangelism Manager dan Commercial Software Engineering, Microsoft Indonesia yang juga menjadi salah satu mentor untuk tim Indonesia mengatakan, Microsoft terus mengajak inovator muda untuk memiliki keberanian untuk maju dan mengembangkan solusi yang akan memecahkan permasalahan dunia nyata.

“Kami merasa bangga dengan BeeHive Drones yang telah mewakili Indonesia di tingkat dunia, dan berbagi ide inovatif mereka yang tentu saja akan mengubah dunia. Kami sangat menantikan bagaimana tim ini dapat mengembangkan teknologi mereka lebih jauh dan benar-benar membawa dampak bagi Indonesia,” kata Irving.

Sayang, upaya tim Indonesia masih belum meraih sukses. Ada 49 tim pelajar dari 33 negara bertemu di Redmon, Washington untuk menampilkan inovasi mereka dan Tim smartARM dari Kanada yang menjadi juara utama.

SmartARM menghadirkan teknologi tangan prostetik robot fungsional mereka yang didukung oleh Microsoft Azure. Tangan prostetik tersebut dilengkapi dengan kamera yang ditanam di telapak tangan untuk membantu mengenali objek dan memperkirakan kekuatan genggaman yang paling tepat untuk objek tersebut. Dengan bantuan teknologi seperti pembelajaran mesin dan computer vision, lengan ini dapat menjadi lebih fungsional karena terus belajar dan menangkap lebih banyak data.

Baca juga :   Bekraf Terapkan Sistem Box Office Terintegrasi

Disamping hadiah uang tunai US$85.000 dan paket Azure seharga US$50.000, mereka juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti sesi mentoring dengan CEO Microsoft Satya Nadella.

Juara kedua dimenangkan oleh Tim iCry2 Talk dari Yunani, dengan menciptakan teknologi yang memungkinkan orang tua untuk memahami pesan di balik tangisan bayi secara real-time. Juara ketiga dimenangkan tim Asia Pasifik, oleh Tim Mediated Ear asal Jepang, yang menciptakan perangkat lunak untuk orang dengan gangguan pendengaran agar dapat fokus pada pembicara khusus di antara banyak percakapan melalui bantuan deep learning.

Tahun ini, 8 tim dari wilayah Asia Pasifik masuk ke dalam semi-final, yang menjadi jumlah terbanyak dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain. Dalam kompetisi Imagine Cup edisi ke 16 ini, Microsoft menambahkan tiga kategori penghargaan khusus untuk menjawab tantangan transformasi digital saat ini yaitu: Artificial Intelligence, Big Data, dan Mixed Reality.

Untuk kategori Artificial Intellegence pemenangnya adalah tim Sochware dari Nepal, yang menawarkan solusi yang dirancang untuk membantu petani mengidentifikasi penyakit tanaman, menyarankan strategi mitigasi, terhubung dengan para ahli, dan diperbarui dengan temuan pertanian baru-baru ini untuk memastikan panen yang lebih sukses.

Baca juga :   Microsoft: Kecerdasan Buatan Bakal Mengubah 85% Pekerjaan di Asia Pasifik

Sedang kategori Big Data: Tim DrugSafe asal India, yang merupakan sistem validasi obat holistik menggunakan teknologi yang dibangun di atas big data untuk menginformasikan pengguna jika obat tertentu aman untuk digunakan. Dan kategori Mixed Reality: Tim Pengram dari Amerika Serikat dengan platform AR/VR yang didesain bagi teknisi untuk “diteleportasi” ke dalam ruang kerja saat diperlukan.
Setiap tim di atas mendapatkan hadiah uang tunai sebesar US$15.000 dan paket Azure senilai US$30.000 untuk meningkatkan usaha mereka kedepannya.

Diselenggarakan setiap tahunnya sejak 2013, Microsoft Imagine Cup adalah kompetisi teknologi pelajar pertama di dunia, yang dikenal di kalangan peserta sebagai “Olimpiade dari kompetisi teknologi pelajar”. Hingga saat ini, kurang lebih sebanyak 1,8 juta pelajar dari 190 negara telah terlibat dalam program Imagine Cup.

STEVY WIDIA