Tim Mahasiswa ITB Raih Juara Pertama Di Kompetisi ASHRAE 2018, Di Amerika

Tim mahasiswa ITB wakil di kompetisi Ashrae. (Foto: itb/youngster.id)

youngster.id - Tim mahasiswa ITB yang terdiri atas Iik Wahyu Anggara (Teknik Mesin, 2014), Katon V. Widayaswara (Teknik Mesin, 2014), Yoga H. Putra (Teknik Mesin, 2014), M. Ilham Akbar (Teknik Arsitektur, 2014), dan Fahmi Rizaldi (Teknik Fisika, 2015) meraih Juara 1 ASHRAE 2018 kategori Applied Engineering Challenge pada Juli 2018 lalu.

American Society of Heating Refrigerating and Air Conditioning (ASHRAE) merupakan sebuah asosiasi global yang bergerak di bidang pemanasan, pendinginan, dan pengondisian udara yang biasa disingkat “HVAC & R”. ASHRAE sekaligus menjadi nama penyelenggara serta nama kompetisi yang diikuti Mahasiswa ITB ini.

Pada kompetisi ini, Tim ITB membuat desain shelter untuk pengungsi di daerah eropa timur. Menurut Katon, salah satu anggota tim mengatakan, keunikan desain yang dibuat di antaranya adalah adanya skylight sebagai pasive heating untuk membantu menghangatkan ruangan dalam shelter.

Dengan demikian, desain shelter yang dibuat Katon dan tim mengatur kemiringan skylight sedemikian rupa sehingga dapat menerima cahaya matahari semaksimal mungkin saat musim dingin.

Baca juga :   Mastercard Manfaatkan Facebook Massenger Untuk Bawa UKM Go Digital

“Penggunaan skylight sebagai passive heating pada desain shelter kami ini, bisa menghemat energi sebesar 12,5% setiap harinya di musim dingin,” ucap Katon dilansir Humas ITB Selasa (21/8/2018). Atas prestasinya tersebut, tim tersebut berhasil mendapatkan penghargaan Ganesha Karya dari Rektor ITB.

Dalam menghadapi musim panas, Tim ITB ini juga menggunakan material khusus pada desain shelternya. Polyurethan adalah material dinding yang dipilih dikarenakan memiliki konduktivitas thermal yang rendah. Porous material dipilih sebagai pembuat atap untuk membantu menahan panas dari luar shelter.

“Selain dari sisi HVAC&R shelter kami juga didesain agar mudah dirakit, penggunaan ruangan yang efektif, dan ramah terhadap orang dengan disabilitas,” papar ketua tim ini.

Keberhasilan mereka dalam membuat desain shelter tersebut hingga menjadi juara merupakan hasil dari jerih payah anggota tim yang kompeten di bidangnya. “Disini kami saling bertukar pendapat mengenai HVAC&R selaku mahasiswa dari berbagai jurusan. Memang HVAC&R sendiri bidangnya cukup luas sehingga melibatkan berbagai jurusan,” tutur Katon.

 

Baca juga :   Iman Usman Tampil Di Markas PBB

FAHRUL ANWAR