Tim Rise Indonesia Juara Asia Pasific Schneider Electric Go Green 2018

Tim RISE yang terdiri dari Clarissa Merry dan Rivaldo Gurky didampingi Xavier Denoly (kiri) dan Indah Prihardini dari Schneider Electric Indonesia. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Dua mahasiwa Universitas Indonesia yang tergabung dalam Tim RISE, yaitu Clarissa Merry dan Rivaldo Gurky, berhasil masuk grand final Schneider Electric Go Green in The City (GGITC) di Atlanta, Amerika Serikat. Melalui konsepnya Smart Memory Alloy for Reliable Trackers (SMART), tim ini akan bersaing dengan perwakilan dari 10 negara di dunia.

Kompetisi GGITC merupakan kompetisi global yang diperuntukkan bagi mahasiswa/i untuk menumbuhkan minat dan memfasilitasi generasi muda dalam hal ini generasi milenial untuk ikut ambil bagian mencari solusi dalam pengelolaan energi yang efisien di kawasan perkotaan dan berdampak positif terhadap lingkungan.

Tahun ini, Indonesia kembali menjadi negara dengan partisipasi tertinggi di Asia Pasifik dan menempati posisi tertinggi ke-4 di dunia. Sekitar 700 milenial dari 100 universitas di Indonesia ikut berpartisipasi dalam GGITC 2018 di tingkat nasional yang diselenggarakan awal tahun ini untuk atasi tantangan perubahan iklim dan efisiensi pengelolaan energi diperkotaan.

“Indonesia perlu berbangga hati karena memiliki banyak generasi muda yang berprestasi di tingkat global dan mau berpartipasi untuk ikut ambil bagian dalam mencari solusi atas permasalahan masyarakat dunia. Kompetisi global seperti Go Green in the City merupakan panggung bagi generasi muda untuk menyalurkan ide, aktualisasi diri serta memperluas jaringannya untuk mempersiapkan diri menuju dunia kerja. Tidak hanya itu kompetisi ini juga menjadi jembatan bagi pelaku industri dan pembuat kebijakan untuk menyerap ide-ide inovatif yang memungkinkan untuk diaplikasikan,” kata Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia dalam keterangannya, Senin (10/9/2018) di Jakarta.

Baca juga :   Usaha kecil Penopang Ekonomi Daerah

Tim RISE berhasil memenangkan kompetisi GGITC 2018 di tingkat Asia Pasifik setelah mengalahkan perwakilan dari 15 negara. Melalui konsep ide SMART mereka menawarkan konsep ide untuk menjawab permasalahan akan kebutuhan sumber energi alternatif dan pemerataan akses listrik di area rural dengan memaksimalkan penyerapan tenaga surya menggunakan solusi sistem panel surya yang dapat secara fleksibel mengikuti arah gerak matahari. Dengan sistem panel surya ini, energi listrik yang dihasilkan dari tenaga surya diklaim dapat meningkat sekitar 18% dibandingkan sistem panel surya konvensional, dan diperkirakan dalam satu hari dapat menghasilkan energi listrik hingga 31,6 MWh, setara dengan menghidupkan 2.300 rumah tangga dengan konsumsi listrik rata-rata per harinya sebesar 13,6kWh.

“Kami bangga bahwa konsep ide SMART dari Tim RISE tidak hanya berhasil memenangkan kompetisi di tingkat Asia Pasifik, namun juga memperoleh dukungan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta rencananya akan didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” kata Denoly lagi.

Baca juga :   Sekjen APJII Jadi Anggota Dewan Peregister Internet Dunia

Tim RISE selanjutnya akan melaju ke babak Grand Final dan berhadapan dengan 10 finalis perwakilan dari Eropa, China, India, Timur Tengah & Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Spanyol dan Canada. Pemenang utama di Grand Final nantinya akan memperoleh kesempatan untuk membangun jaringan profesional dengan para ahli terbaik di bidang manajemen energy dan otomasi dan merasakan secara langsung bekerja di kantor Schneider Electric di seluruh dunia.

“Keikutsertaan kami dalam kompetisi Go Green in the City 2018 merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga karena kami dituntut tidak hanya menyalurkan ide, namun juga bagaimana ide tersebut dapat diaplikasikan dengan mempertimbangkan dampak yang terukur dari sisi bisnis,” kata Rivaldo.

Menurut dia, melalui kompetisi ini mereka juga memperoleh kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan memperluas jaringan dengan mahasiswa di negara lain dan memperoleh bimbingan dari para profesional Schneider Electric.

“Terima kasih kepada Schneider Electric sebagai penyelenggara dan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah memberikan dukungan untuk dapat  mengimplementasikan konsep ide kami ini. Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh Masyarakat Indonesia untuk dapat memberikan yang terbaik di babak Grand Final nanti,” katanya lagi.

Baca juga :   Hipmi: Realisasi KUR Bisa Lebih Rp 100 Triliun

 

STEVY WIDIA