Tim Telkom University Juara Kompetisi Teknologi Kesehatan Dunia

Tim Peneliti dan Mahasiswa Telkom University di Telemedicine Converence 2017. (Foto: TelU/Youngsters.id)

YOUNGSTERS.id - Tim Peneliti dan Mahasiswa Telkom University menorah prestasi dengan menjadi juara dalam gelaran Telemedicine Converence 2017 bertajuk Telemedicine Innovation Challenge (TIC), di Monash University Malaysia.

Tim KnocKnock Telkom University meraih Juara 1 dalam kategori “Most Innovative e-Health Solution”. “Kami mendedikasikan juara ini sebagai hadiah untuk kemerdekaan republik Indonesia” tukas Dr. Satria Mandala pendamping tim tersebut dalam siaran pers, Rabu (23/8/2017).

Tim KnocKnock yang terdiri dari Januar Triandy Nur Elsan, Muhammad Hilmy An Nabhany, Asya Leztizia, Agung Cahya Ilhami, Qhansa Di’Ayu Putri Bayu, Mochamad Agusta Naofal Hakim, dan Faisal Rahman menampilkan To-Do Diet. Ini adalah sistem berbasis kinect untuk terapi obesitas yang memiliki tujuan memonitoring pasien dan memotivasi pasien untuk melakukan terapi diet obesitas.

Selain tim tersebut, ada Tim Rhythm dikomandani Ihda Husnayain dengan anggota Bayu Rizky Ramadhan, Fiona Ramadhani Senduk, Abdul Rahman Safari dan Dani Agung Prastiyo membawa prototipe “PVC’s monitoring and detection system” pada event tersebut. Kedua tim tersebut merupakan mahasiswa lintas Fakultas, Informatika dan Industri Kreatif.

Tim Rhythm membuat project “PVC’s monitoring and detection system”, yaitu sistem untuk memonitoring dan mendeteksi kelainan ritme denyut jantung jenis PVC/ Premature ventricular contractions. PVC merupakan salah satu jenis aritmia yang dapat menyebabkan kematian mendadak jika dibiarkan.

Acara final TIC tersebut berlangsung selama 3 hari, yaitu tanggal 15-17 Agustus 2017 dan tiap tim diwajibkan membuat video 1 menit dan membuat poster untuk prototipe yang mereka bawa. Selama kompetisi tiap-tiap tim diharuskan untuk membuka booth stand untuk mempromosikan dan memamerkan prototipe yang telah dibuat oleh tim finalis.

Setiap hari dewan juri akan datang untuk menilai penampilan tiap-tiap tim, baik dari segi teknis, rencana bisnis kedepan dan juga tanggapan pengunjung terhadap prototipe yang dibawa. Rangkaian puncak penilaian adalah Pitching tentang prototipe di atas panggung selama 5 menit. Disini sekali lagi para judges (6-10 judges dari berbagai negara) menguji tim dihadapan seluruh audience TIC 2017.

Kedua tim tersebut mendapatkan apresiasi sebagai tim dengan pitching terbaik dari pengunjung. Beberapa pengunjung dari industri, seperti NFC Labs, menawarkan kerjasama serta investasi untuk prototipe.

Sementara itu, dihubungi terpisah Rektor Telkom University Profesor Mochamad Ashari menyampaikan apresiasinya. “Kami berharap capaian ini sebagai motivasi bagi kami, untuk terus menorehkan prestasi di kancah Internasional, terlebih Universitas kami memang konsentrasi ke arah sana (toward world university)” kata Ashari.

STEVY WIDIA