Toge Production Sabet Dua Penghargaan di SEA Game Awards Malaysia

Fahmi Hasni dari Toge Productions menerima penghargaan SEA Game Awards 2018. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Para developer game Indonesia terus unjuk gigi di kancah internasional. Salah satunya adalah Toge Production yang berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang SEA Game Awards di acara Level Up KL 2018 Malaysia.

Toge Productions yang popular lewat seri game zombie Infectonator sejak tahun 2017 telah membuka divisi penerbitan game. Kini mereka membawahi beberapa studio, antara lain Rolling Glory Jam, Mojiken Studio, Tahoe Games, dan GameChanger Studio.

Kali ini karya game mereka bertarung lebih dari seratus game yang bersaing di ajang SEA Game Awards di ajang yang berlangsung akhir Oktober 2018 lalu.

Game pertama yang memenangkan penghargaan adalah Coffee Talk, sebuah visual novel buatan Toge Productions sendiri. Mengambil inspirasi dari game indie terkenal VA-11 Hall-A, Coffee Talk menempatkan pemain dalam posisi seorang barista yang harus piawai meracik minuman sambil mendengar keluh kesah pelanggan di dunia fantasi modern. Coffee Talk meraih gelar Best Storytelling di SEA Game Awards.

Baca juga :   Bekraf Siap Bawa Talenta Kreatif Indonesia Ke SXSW 2019

Sementara itu, She and the Light Bearer karya Mojiken Studio menyabet penghargaan Best Visual Art berkat tampilannya yang mengambil nuansa estetika kisah dongeng yang bernilai seni tinggi. Sebelumnya, game ini juga mendapat penghargaan di Busan Indie Connect Festival 2018 untuk kategori Excellence in Art.

Dengan keberhasilan ini, Toge Production berhasil menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia punya sumber daya bagi industri game yang layak diperhitungkan. Toge Productions berencana meluncurkan She and the Light Bearer dan Coffee Talk pada akhir 2019.

Berikut adalah daftar penghargaan SEA Game Awards 2018 :

• Grand Jury Award – No Straight Roads (Metronomik/Malaysia)
• Audience Choice Award – Iteno (Why Creative/Malaysia)
• Rising Star Award – Songbird Symphony (Joysteak Studios/Singapore)
• Best Technology – Nightstream (Streamline Games/Malaysia)
• Best Visual Art – She and the Light Bearer (Mojiken Studio/Indonesia)
• Best Game Design – Re: Legend (Magnus Games/Malaysia)
• Best Audio – Songbird Symphony (Joysteak Studios/Singapore)
• Best Storytelling – Coffee Talk (Toge Productions/Indonesia)
• Best Innovation – Simulacra: Pipe Dreams (Kaigan Games/Malaysia)
• Best Student Game – Terminus Lockdown (Glenmarie Games KDU University/Malaysia)

Baca juga :   Startup Kuliner Indonesia Bisa Mendunia

STEVY WIDIA