Tokopedia Fokus Kembangkan Pasar Lokal

youngster.id - Pendiri dan Co-Founder Tokopedia William Tanuwijaya menegaskan, Tokopedia akan menjalankan strategi fokus mengembangkan pasar domestik terlebih dahulu sebelum berekspansi ke negara-negara lain.

Hal ini belajar dari e-commerce global seperti Alibaba dan Amazon yang pada dekade awal sangat fokus dalam mengembangkan para merchant lokal di platformnya melalui berbagai penunjang fasilitas.

“Jadi, sekarang (fokus) ini yang ingin kami lakukan di Tokopedia,” kata William baru-baru ini.

Menurut dia, dengan menguasai pasar lokal, Tokopedia tidak mengulangi kegagalan pebisnis di Indonesia yang malah kalah bersaing di negaranya sendiri karena fokusnya terpecah-belah dengan bisnisnya yang ada di luar negeri.

Saat ini para merchant yang ada di Tokopedia adalah 100% pedagang lokal. Ia mengatakan, konsep marketplace domestic dipilih karena perusahaannya menyadari adanya benturan antara para pedagang lokal di Indonesia terhadap produk impor dan para pedagang dari luar negeri. “Jadi kami harus melihat secara realistis,” ujarnya.

Tokopedia juga sudah meninjau berbagai aspek dalam rencana ekspor yang akan dilakukan terhadap 5,9 juta merchant di platformnya. Dari hasil kajiannya, untuk dapat bersaing di pasar mancanegara, para merchant di Tokopedia harus memenangkan pasar domestik terlebih dahulu.

Baca juga :   UMKM Biak Siap Pasarkan Produk Lewat Daring Tahun 2017

“Jika pedagang lokal Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, maka akan sulit sekali bagi mereka untuk bisa bersaing di luar negeri,” ucap William. Ia memberi contoh, ada beberapa kasus pedagang lokal yang menjual produk mereka di marketplace global. Namun, ternyata mereka kalah bersaing, karena secara produksi, harga, dan kualitas barang masih relatif sulit untuk bersaing dengan negara-negara lain.

Usai Ramadan Ekstra 2019, Tokopedia akan lanjut menghadirkan kejutan-kejutan baru dan produk-produk menarik lainnya yang dapat dinikmati masyarakat Indonesia dan pengguna Tokopedia menjelang ulang tahun e-commerce yang kesepuluh di bulan Agustus mendatang.

STEVY WIDIA