Tren Hari Belanja Online di Asia Tenggara

Ratusan e-commerce ramaikan Harbolnas di Indonesia. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

YOUNGSTER.id - Menjelang akhir tahun beberapa e-commerce juga menggelar program menarik bagi para pelanggan. Festival belanja online pun hadir dengan sebutan berbeda, yakni Singles’ Day, Online Revolution, Festival Belanja Online, Black Friday, Cyber Monday dan Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas di Indonesia.

ShopBack, platform ecommerce kurator yang sudah bekerja sama dengan lebih dari 170 e-commerce di Indonesia memanfaatkan Google Adwords Keyword Planner untuk mencari tahu secara mendalam mengenai apa yang sebenarnya dicari oleh pelanggan berkaitan dengan festival belanja online tersebut.

Berikut informasi yang berhasil dihimpun Shopback terkait festival belanja online di berbagai negara.

Singles’ Day
Istilah Singles’ Day pertama kali muncul di China pada tahun 1990 dan awalnya hanya merupakan sebuah acara sekolah yang diperuntukkan bagi para jomblo untuk mencari pasangannya. Namun, pada 2009, istilah ini dipopulerkan sebagai Online Sale oleh Alibaba ke seluruh dunia dan hingga saat ini diperingati setiap 11 November. Online sale yang satu ini bahkan mampu mengalahkan penjualan saat Cyber Monday pada 2012. Bahkan, total transaksi penjualannya mencapai angka US$17,8 miliar pada 2016.

Online Revolution
Festival belanja online selanjutnya adalah Online Revolution yang muncul pada 2012 dari Lazada Indonesia dengan kampanye belanja online nasionalnya, sehingga istilah Online Revolution sendiri lebih popular jika dibandingkan dengan Singles’ Day di Indonesia.
Festival belanja Online Revolution ini berhasil mencapai angka US$40 miliar transaksi di tahun 2016 dan menduduki Top 10 Keywords. Sama halnya dengan Singles’ Day, Online Revolution juga diperingati setiap tanggal 11 November.

Festival Belanja Online
Festival Belanja Online dimulai pada 2014 yang didirikan atas dasar kerjasama para penggiat industri e-commerce di Indonesia. Menariknya, acara tahunan ini turut mendapatkan dukungan dari UNICEF pada Festival Belanja Online 2015. Festival Belanja Online ini sendiri merupakan acara tahunan yang diselenggarakan selama satu minggu setiap 23-30 November. Festival yang diikuti oleh 75 partisipan ini memiliki total transaksi penjualan tiga kali lebih besar daripada penjualan biasanya berkat promo potongan harga hingga 90% yang ditawarkannya.

Black Friday
Awalnya, istilah Black Friday memang tidak ada hubungannya dengan belanja online. Namun, pada akhirnya istilah ini diperingati sebagai hari diskon terbesar bagi para pemilik retail, di mana umumnya akan terjadi antrian pengunjung yang sangat besar.

Akhirnya Black Friday diadaptasikan sebagai Online Shopping yang diselenggarakan setiap 24 November oleh para pegiat e-commerce untuk meningkatkan penjualan pada periode tersebut. Pada 2016, total transaksi penjualannya mencapai angka US$3,34 miliar.

Cyber Monday
Istilah hari belanja online ini pertama kali dipopulerkan oleh Shop.org pada 2005. Dinamakan Cyber Monday karena menurut riset yang dilakukan, hari paling popular untuk belanja online adalah hari Senin. Untuk Cyber Monday ini sendiri diperingati pada 27 November setiap tahunnya. Masih lebih unggul dari Black Friday, transaksi penjualan Cyber Monday berhasil mencapai angka US$3,45 miliar pada 2016.

Hari Belanja Online Nasional
Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) lahir pada 2012 dan dikenal sebagai event yang lahir di tanggal unik, yaitu 12-12-12 sekaligus dikenal sebagai puncak festival belanja online terbesar di Indonesia.Meskipun di awal kemunculannya event ini hanya diikuti oleh 7 e-commerce, saat ini sudah lebih dari 72 e-commerce yang ikut bergabung dalam Harbolnas. Total transaksi penjualanya sendiri berhasil mencapai angka US$235 juta di tahun 2016.

Maka, bisa disimpulkan bahwa total transaksi penjualan pada saat Singles’ Day berada di urutan paling atas jika dibandingkan dengan kelima hari belanja nasional terbesar di Asia Tenggara lainnya, yaitu mencapai US$17,8 miliar di tahun 2016.

Namun, jika dilihat berdasarkan riset yang telah dilakukan, ditemukan hasil yang menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia lebih tertarik pada Hari Belanja Nasional (Harbolnas) dibanding dengan hari belanja online lainnya. Hal ini ditunjukkan dari data statistik pencarian terhadap keyword ‘Harbolnas’ yang semakin tinggi setiap tahunnya.

Hingga saat ini, Sulawesi Utara dan Kalimantan Utara menduduki posisi kedua dan ketiga dalam pencarian kata kunci ‘Harbolnas’ pada 2017. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat di daerah memiliki animo yang lebih tinggi untuk berbelanja online saat Harbolnas.

Indra Yonathan, Country Managing Director ShopBack Indonesia, mengatakan melihat tingginya antusiasme dari konsumen Indonesia untuk berbelanja online di akhir tahun, ShopBack menyediakan platform di mana penggemar belanja online bisa melihat rangkuman dari promo-promo yang ada di festival belanja online ini. Dia menambahkan pihaknya juga menyediakan tips and trick untuk berbelanja online yang baik, benar, dan aman.

“Ditambah lagi dengan cashback yang diberikan, kami berharap ShopBack bisa menjadi one stop solution yang menguntungkan bagi orang orang yang ingin berbelanja di akhir tahun,” jelasnya.

Semua promo belanja online di atas bisa Anda dapatkan di satu platform bernama ShopBack. Selain lebih efisien, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan lainnya berupa cashback hingga 30% setiap Anda mengikuti promo-promo tersebut melalui ShopBack. Cashback yang didapatkan nantinya bisa dicairkan kembali dalam bentuk uang tunai ke dalam rekening bank Anda.



STEVY WIDIA