Triawan Munaf: Indonesia Harus Unggul di Ekonomi Kreatif

Triawan Munaf Kepala Bekraf. (Foto: Fahrul Anwar/Youngsters.id)

youngster.id - Ke depan Indonesia harus unggul di bidang ekomoni kretatif karena negara ini punya semua syarat yang diperlukan untuk menjadi pemenang.

Indonesia akan menggelar forum ekonomi kreatif The Wolrd Conference on Creative Ekonomi (WCCE) 2018, di Nusa Nua Dua, Bali, 6 – 8 Nopember mendatang. “Indonesia harus menjadi leader, karena kita punya semua, keberagaman,” kata Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekarf), Triawan Munaf, di Jakarta, Selasa 25 September 2018.

WCCE akan mempertemukan sekitar 1500 pelaku ekonomi kreatif,  regulator dari 100 negara dan akademisi. Bekraf sebelumnya telah menggelar Pertemuan Persiapan WCCE di Bandung, 4 – 7 Desember 2017  dan di Jakarta 2-4 Mei 2018.

Triawan Munaf menegaskan, potensi ekonomi krreatif sangat luar biasa besar. Ia mengambil contoh apa yang dipasarkan Tokopedia bukan produk berbasis sumber daya alam tapi produk-produk kreatif. “Yang dijual Tokopedia bukan minyak dan gas,” ujarnya.

Sementara itu, Pendiri Tokopedia, WilliamTanuwijaya, menyebutkan bahwa perusahaannya maju karena  keberadaan orang-orang  kreatif, sebagian besar ibu rumah tangga dan mahasiswa. ”Generasi muda inilah yang akan membangun kreativitas, melalui brand-brand besar yang mereka ciptakan,” ujarnya.

Baca juga :   Ada 300 BTS Mobile Disiapkan di Jalur Mudik

Dengan digelarnya WCCE di Bali, Triawan berharap akan tercipta kolaborasi  antara pelaku ekonomi kreatif di Indonesia dan mitranya di mancanegara. “WCCE bukan pameran, ini konferensi untuk berdiskusi secara terbuka. Di konferensi ini akan banyak lahir kesepakatan-kesepakatan, common understanding, kerja sama. Kita tidak bisa maju sendiri,” ujar Triawan.

Di bidang perfilman, misalnya, pemerintah Indonesia membuka pintu bagi investror asing. Triawan mencontohkan film Wiro Sableng adalah film yang produksinya melibatkan inestor asing.

”Kita buka peluang investasi bagi investor dari luar. Jumlah layar (bioskop) kita naik dari 600 layar sekarang lebih dari 1000 layar,” ucap Triawan.

WCCE Nusa Dua juga bakal menarik antara tampilnya pencetus istilah ekonomi kreatif, John Howkins sebagai pembicara. John Howkins adalah tokoh yang pertama kali memperkenalkan istilah ekonomi kreatif dalam bukunya berjudul “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas”, yang terbit pada 2001.

Pembicara lain yang juga bakal tampil antara lain produser film dan teater dari Nigeria, Bolanle  Austen-Peters dan CEO China Film Corporation , Le Kexi. Sementara pembicara  dari Indonesia antara lain Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dan pendiri dan pemilik Tokopedia, William Tanuwijaya.

Baca juga :   Iklim UKM di Indonesia Unggul di Asean

Rencananya The Walt Disney Company juga akan hadir di WCCE di Nusa Dua. Perusahaan hiburan dari Amerika Serikat itu akan memanfaatkan momen WCCE untuk merayakan ulang tahun Mickey Mouse yang ke-90.

Sejauh ini Ekonomi Kreatif Indonesia berkembang pesat. Pada 2015 Ekomomi Kretaif  menyumbang Rp 852  triliun atau 7,38% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Lalu pada tahun 2016 ekonomi kreatirf menyumbang PDB  sebesar Rp 922,58  triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13,47%. Tahun 2017 menyumbang PDB sebesar Rp 990 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 17,4%. Tahun ini diproyeksikan menyumbang PDB sebesar Rp 1.041 triliun, menyerap tenaga kerja sebanyak 18,2%.

Tiga subsektor utama yang menopang ekonomi kreatif Indonesia yakni kuliner, fashion dan kriya. Subsektor ekonomi kreatif lain yang pertumbuhan bagus antara lain film animasi dan video, desain komunikasi visual, serta aplikasi dan pengembangan game.

 

FAHRUL ANWAR