Warung Pintar Akuisisi Limakilo, Sederhanakan Rantai Pasokan Pangan

Agung Bezharie Hadinegoro , Co-founder dan CEO Warung Pintar (paling kiri) dan Walesa Danto, co-founder Limakilo (paling kanan) bersama mitra mereka. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

youngster.id - Warung Pintar perusahaan startup teknologi mikro-ritel secara resmi mengumumkan akuisisi Limakilo. Peleburan ini diharapkan dapat menyederhanakan rantai pasokan bahan pangan dengan menghubungkan petani ke toko kelontong dan budhe sayur.

“Dengan pasokan produk pertanian dari Limakilo, pemilik warung akan memiliki stok barang yang lebih beragam, yaitu komoditas bahan makanan pokok. Permintaan bahan makanan pokok yang tinggi di masyarakat tentu akan meningkatkan pendapatan pemilik warung. Petani juga akan memiliki harga jual yang lebih baik dan akses yang lebih luas, seiring dengan bertambahnya jumlah Warung Pintar. Dengan demikian, ini adalah win-win solution yang akan menghasilkan dampak positif berlipat ganda bagi pemilik warung dan petani,” ungkap Agung Bezharie Hadinegoro , Co-founder dan CEO Warung Pintar dalam jumpa pers, Rabu (27/2/2019) di Jakarta.

Menurut dia, dengan adanya akuisisi ini, ribuan mitra Warung Pintar di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Banyuwangi akan mendapatkan akses langsung untuk menjual komoditas bahan makanan pokok di warung berbasis digital mereka.

“Warung Pintar dan Limakilo memiliki visi yang sama, yaitu meningkatkan kapabilitas usaha mikro di Indonesia dan merevolusi usaha mikro dengan pendekatan teknologi. Limakilo menyerap pasokan makanan pokok dengan harga terbaik, sedangkan Warung Pintar bertujuan untuk menjangkau konsumen dengan menyediakan produk lengkap dalam penjualan. Dengan sinergi baru ini, kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan pemilik warung kami,” kata Agung menegaskan.

Baca juga :   Google Resmi Akuisisi HTC

Berdiri sejak November 2017, Warung Pintar berfokus pada digitalisasi sistem warung konvensional di Indonesia dengan peralatan teknologi, seperti memantau penjualan dan kinerja warung melalui aplikasi, memasang iklan di warung untuk meningkatkan pendapatan, dan menerima sistem pembayaran nontunai.

Saat ini, Warung Pintar mengoperasikan lebih dari 1.200 warung di Jakarta, Tangerang, Depok, dan Banyuwangi. Pada tahun 2019, Warung Pintar berencana untuk membuka 5.000 warung baru di Jawa, dan juga meningkatkan kapabilitas bisnis warung.

“Kami sangat senang bisa bermitra dengan Warung Pintar untuk mentransformasikan bisnis mikro di Indonesia. Di Limakilo, kami berkomitmen untuk menyediakan akses pasar seluas mungkin bagi para petani. Dengan akuisisi ini, kami mentargetkan untuk meningkatkan pasokan beras dari perusahaan bumi desa menjadi 100 ton tahun ini, naik 48 ton pada tahun sebelumnya,” kata Walesa Danto, co-founder Limakilo.

Limakilo adalah salah satu dari lima startup pertanian yang terlibat dalam Action Synergy Program for the People’s Economy. Startup yang berdiri sejak 2016 ini telah memiliki 1.000 kios sebagai bagian dari penyaluran produk pertanian. Karena itu Walesa yakin keputusan bergabung dengan Warung Pintar akan membuka akses pasar yang lebih luas bagi para mitra petani Limakilo.

Baca juga :   Telkom Gandeng Schlumberger Hadirkan Indonesia Energy Cloud

“Warung tradisional selalu menjadi bagian penting dan tradisi dari ekonomi Indonesia. Dengan kolaborasi baru ini dengan Warung Pintar, kami berharap dapat semakin menumbuhkan kebiasaan berbelanja dari warung tradisional. Kami benar-benar percaya ini akan memberikan dampak besar bagi ekonomi menengah kebawah di berbagai kota di Indonesia,” tegas Walesa.

Limakilo sebelumnya telah menerima dana untuk tahap awal (dana awal) dari East Ventures untuk memperluas kemitraan dan memberikan pelatihan kepada petani kecil Indonesia. Beberapa pencapaian telah diraih oleh Limakilo, seperti The Best Three Platform Hackathon Merdeka 1.0 diselenggarakan oleh code4nation dan Kantor Staf Kepresidenan pada Agustus 2015, Finalis Pengusaha Independen 2015, dan 10 Besar Mandiri Hackathon 2016.

STEVY WIDIA