Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Abad 21 Milik Asia

9 April 2017
in Headline, News
Reading Time: 1 min read
Abad 21 Milik Asia

Laporan ADB, 95% penduduk Asia berada di kategori masyarakat berpendapatan menengah. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Laporan terbaru Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank baru-baru ini menyatakan lebih dari 95% penduduk Asia sekarang berada di kategori masyarakat berpendapatan menengah, kontras dengan tahun 1991 yang hanya 10%. Tak heran bila banyak yang menyatakan abad 21 adalah abadnya Asia.

Sakaran ini pendapatan kotor nasional (GNI) per kapita di Asia yang didefinisikan menurut Bank Dunia, untuk tingkat bawah adalah USD1.026-USD4.035, untuk GNI per kapita tingkat menengah adalah USD4.036-USD12.475. Sedangkan GNI per kapita tinggi adalah lebih dari USD12.476.

China, Malaysia, dan Thailand didefinisikan sebagai negara berpenghasilan menengah atas (middle-high income country). Sedangkan India, Indonesia, Vietnam, dan Filipina diklasifikasikan sebagai negara berpenghasilan menengah ke bawah (middle-low income country).

Baca juga :   Prospek Ekonomi Indonesia 2022: Bersiap-siap Untuk Lepas Landas

Jepang, Korea Selatan, Singapura, Hong Kong dan Taiwan merupakan negara-negara dengan tingkat berpenghasilan tinggi. Mengapa? Jawabannya adalah produktivitas tenaga kerja di lima negara tersebut lebih tinggi daripada negara-negara lain di kawasan Asia.

Meski demikian Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik di kawasan Asia, termasuk Asia Tenggara, tidak lah cukup. Pemerintah harus membuat kebijakan dan pendekatan kepada masyarakat untuk meningkatkan produktifitas agar mencapai status negara berpenghasilan tinggi.

“Para pembuat kebijakan perlu mengubah pendekatan mereka untuk mencapai status berpenghasilan tinggi. Jangan hanya mengandalkan sumber daya alam untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, juga harus lebih produktif dalam menggunakannya agar dapat mengatasi rintangan ekonomi,” ujar Sawada dalam keterangan resmi baru-baru ini di Jakarta.

Baca juga :   Koin Kripto Shiba Inu akan Rilis Jaringan Shibarium

Pemerintah, kata ADB, harus fokus pada inovasi dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja, agar dapat meningkatkan perekonomian. “Inovasi membutuhkan tenaga kerja terampil. Karena itu penekanannya pada peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Sawada.

Ia menilai peningkatan investasi sumber daya manusia (pendidikan) akan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Sedangkan investasi infrastruktur, terutama bidang energi dan teknologi informasi adalah cara lain. Intinya, pengembangan infrastruktur harus juga dibarengi pembangunan sumber daya manusia.

STEVY WIDIA

Tags: Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank)pertumbuhan ekonomi
Previous Post

Game Lokal Harus Jadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri

Next Post

UPH Gelar Konser Peduli Anak kanker

Related Posts

Adopsi AI Bisa Percepat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hingga 7%
AI & CYBER

Adopsi AI Bisa Percepat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hingga 7%

28 Oktober 2025
0
#GirlsTakeover 2021
Headline

Indonesia Butuh 17 Juta Tenaga Kerja Dengan Keterampilan Teknologi

7 April 2022
0
Bank DBS Indonesia
Headline

Prospek Ekonomi Indonesia 2022: Bersiap-siap Untuk Lepas Landas

28 Desember 2021
0
Load More
Next Post
UPH Gelar Konser Peduli Anak kanker

UPH Gelar Konser Peduli Anak kanker

DOTD 2017, Ekonomi Kreatif Adalah Masa Depan Bangsa

DOTD 2017, Ekonomi Kreatif Adalah Masa Depan Bangsa

Optimistis Ekonomi Digital Terus Tumbuh

Optimistis Ekonomi Digital Terus Tumbuh

Discussion about this post

Recent Updates

Privy Sudah Cegah 122 Juta Upaya Fraud

Privy Sudah Cegah 122 Juta Upaya Fraud

13 Februari 2026
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Privy Sudah Cegah 122 Juta Upaya Fraud

Privy Sudah Cegah 122 Juta Upaya Fraud

13 Februari 2026
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version