Kamis, 1 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

AI Bukanlah Ancaman Tapi Peluang Bagi Indonesia Kembangkan Kecerdasan Lokal

15 November 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
AI Bukanlah Ancaman Tapi Peluang Bagi Indonesia Kembangkan Kecerdasan Lokal

CEO Nvidia Jensen Huang. (Foto: istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian integral dari kehidupan masa kini. Mulai dari aplikasi ponsel pintar hingga teknologi medis menjadikan AI sebagai basisnya. Teknologi ini menjanjikan kemajuan yang luar biasa dalam berbagai bidang, akankah dia menjadi ancaman terutama bagi pekerjaan manusia di Indonesia ?

CEO Nvidia Jensen Huang punya perspektif tersendiri mengenai kecerdasan buatan (AI) dan pengaruhnya terhadap masa depan pekerjaan, bisnis, dan perkembangan teknologi di Indonesia. Menurut dia, AI bukanlah ancaman langsung terhadap pekerjaan manusia, melainkan peluang besar yang memerlukan adaptasi cepat dari setiap individu.

“Anda tidak akan kehilangan pekerjaan karena AI, tetapi Anda akan kehilangan pekerjaan karena orang-orang yang menggunakan AI,” ujar Huang dalam acara Indonesia AI Day, Kamis (14/11/2024) di Jakarta.

Dalam perbincangannya dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan CEO GoTo Patrick Walujo Huang menekankan bahwa kecerdasan buatan adalah penemuan besar yang memudahkan banyak orang untuk mengakses teknologi yang kompleks. Bahkan karena kemudahannya AI membuat hampir semua orang dapat menjadi “programmer” secara instan.

Baca juga :   Ingin Dapat Pendanaan Usaha dari KKP? Ini Syaratnya

“Sekarang, tiba-tiba, semua orang bisa menjadi programmer komputer, karena AI. Anda tinggal bilang bagaimana caranya dan dia akan menjelaskan. Teknologi ini sebenarnya rumit, tapi mengunakan teknologi ini untuk kekuatan Anda itu tidak rumit,” katanya.

Karena itu, Huang menekankan memanfaatkan potensi data dari 277 juta warga Indonesia untuk pengembangan AI nasional. “Penting bagi Indonesia untuk membangun AI sendiri. Bagaimana mungkin AI tidak membangun kecerdasannya sendiri?” ujarnya.

Pria yang dijuluki manusia Rp2 Triliun itu juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam mengembangkan AI melalui data lokal dan dukungan infrastruktur yang kuat. Terutama jika negara mampu mengembangkan kecerdasan lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Jensen menyambut baik kolaborasi antara Nvidia, GoTo dan Indosat dalam mengembangkan Sahabat-AI, sebuah model bahasa terbuka yang mendukung Bahasa Indonesia serta bahasa daerah.

Baca juga :   Optimalisasi Ekonomi Digital Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menurut Huang, kolaborasi ini, menjadi contoh yang baik bagaimana AI bisa digunakan untuk menjembatani kesenjangan teknologi di negara ini. “Saya sangat senang melihat adanya AI Day di Indonesia. Tidak ada perangkat lunak dalam sejarah yang bisa digunakan dengan begitu mudah seperti AI saat ini. Teknologi adalah alat yang kuat, tetapi menggunakannya dengan bijak adalah kunci keberhasilannya,” pungkas Huang.

CEO Accenture, Julie Sweet. (Foto: stevywidia/youngster.id)

Sementara itu, CEO Accenture, Julie Sweet menyampaikan bahwa teknologi AI dapat mengubah setiap industri. ” Dalam 30 tahun terakhir, ini adalah kali pertama saya berdiri di depan CEO seluruh industri dan mengatakan AI bakal mengubah setiap bagian dari industri. Tidak ada teknologi lain yang pernah saya ucapkan seperti ini,” ucapnya.

Baca juga :   Chatbot AI Milik OCA Revolusi Proses Komunikasi Di Kampus ITS

Bos perusahaan konsultan ini lalu menjelaskan, perbankan bisa bergerak jauh lebih cepat dengan AI bila dibanding dengan usaha lainnya. Alasannya, AI bisa membantu perbankan mengembangkan produk yang lebih baik dan mencegah penipuan di bank tersebut. Saat ini, Bank Jago menjadi salah satu mitra pertama Accenture untuk mengembangkan penggunaan AI.

“Jadi, perbankan menjadi pilihan pertama kami karena ada banyak sekali peluang pengembangan. Tapi sebenarnya seluruh bagian industri bisa menggunakan teknologi ini,” katanya.

Selain bermitra dengan Bank Jago, saat ini Accenture bekerjasama dengan Nvidia dan Indosat untuk mengembangkan GPU Merdeka atau Merdeka Cloud. Ini adalah produk Sovereign AI Cloud yang mengimplementasikan fitur Nvidia accelerated computing.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: Artificial Intelligence (AI)CEO Accenture Julie SweetCEO Nvidia Jensen HuangIndonesia AI DaySahabat-AI
Previous Post

Sinar Mas Land Dukung UMKM Melalui Pemanfaatan Teknologi dan Kolaborasi

Next Post

Daya Saing Digital Indonesia Duduki Peringkat 43 Dunia

Related Posts

Kedaulatan AI Menjadi Kunci Masa Depan Digital
News

Kedaulatan AI Menjadi Kunci Masa Depan Digital

12 Desember 2025
0
Dorong Pertumbuhan dan Percepatan Inovasi Berbasis AI di Indonesia
News

Dorong Pertumbuhan dan Percepatan Inovasi Berbasis AI di Indonesia

10 Desember 2025
0
Keterampilan Pengelola Data AI Jadi Talenta Primadona di Berbagai Industri
Headline

Keterampilan Pengelola Data AI Jadi Talenta Primadona di Berbagai Industri

25 September 2025
0
Load More
Next Post
Daya Saing Digital

Daya Saing Digital Indonesia Duduki Peringkat 43 Dunia

Inkubator Agripreneur Tebu

Inkubator Agripreneur Tebu, Upaya Cetak Generasi Muda Jadi Pengusaha Gula

Pokémon Festival 2024

AKG Entertainment Kembali Gelar Pokémon Festival 2024 di Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version