Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

AI Bukanlah Ancaman Tapi Peluang Bagi Indonesia Kembangkan Kecerdasan Lokal

15 November 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
AI Bukanlah Ancaman Tapi Peluang Bagi Indonesia Kembangkan Kecerdasan Lokal

CEO Nvidia Jensen Huang. (Foto: istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian integral dari kehidupan masa kini. Mulai dari aplikasi ponsel pintar hingga teknologi medis menjadikan AI sebagai basisnya. Teknologi ini menjanjikan kemajuan yang luar biasa dalam berbagai bidang, akankah dia menjadi ancaman terutama bagi pekerjaan manusia di Indonesia ?

CEO Nvidia Jensen Huang punya perspektif tersendiri mengenai kecerdasan buatan (AI) dan pengaruhnya terhadap masa depan pekerjaan, bisnis, dan perkembangan teknologi di Indonesia. Menurut dia, AI bukanlah ancaman langsung terhadap pekerjaan manusia, melainkan peluang besar yang memerlukan adaptasi cepat dari setiap individu.

“Anda tidak akan kehilangan pekerjaan karena AI, tetapi Anda akan kehilangan pekerjaan karena orang-orang yang menggunakan AI,” ujar Huang dalam acara Indonesia AI Day, Kamis (14/11/2024) di Jakarta.

Dalam perbincangannya dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan CEO GoTo Patrick Walujo Huang menekankan bahwa kecerdasan buatan adalah penemuan besar yang memudahkan banyak orang untuk mengakses teknologi yang kompleks. Bahkan karena kemudahannya AI membuat hampir semua orang dapat menjadi “programmer” secara instan.

Baca juga :   Standard Chartered Bank Telah Salurkan Kredit US$100 Juta untuk BNPL Shopee

“Sekarang, tiba-tiba, semua orang bisa menjadi programmer komputer, karena AI. Anda tinggal bilang bagaimana caranya dan dia akan menjelaskan. Teknologi ini sebenarnya rumit, tapi mengunakan teknologi ini untuk kekuatan Anda itu tidak rumit,” katanya.

Karena itu, Huang menekankan memanfaatkan potensi data dari 277 juta warga Indonesia untuk pengembangan AI nasional. “Penting bagi Indonesia untuk membangun AI sendiri. Bagaimana mungkin AI tidak membangun kecerdasannya sendiri?” ujarnya.

Pria yang dijuluki manusia Rp2 Triliun itu juga menyoroti potensi besar Indonesia dalam mengembangkan AI melalui data lokal dan dukungan infrastruktur yang kuat. Terutama jika negara mampu mengembangkan kecerdasan lokal yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Jensen menyambut baik kolaborasi antara Nvidia, GoTo dan Indosat dalam mengembangkan Sahabat-AI, sebuah model bahasa terbuka yang mendukung Bahasa Indonesia serta bahasa daerah.

Baca juga :   Grab Investasi Rp 2 Triliun untuk Pengembangan AI

Menurut Huang, kolaborasi ini, menjadi contoh yang baik bagaimana AI bisa digunakan untuk menjembatani kesenjangan teknologi di negara ini. “Saya sangat senang melihat adanya AI Day di Indonesia. Tidak ada perangkat lunak dalam sejarah yang bisa digunakan dengan begitu mudah seperti AI saat ini. Teknologi adalah alat yang kuat, tetapi menggunakannya dengan bijak adalah kunci keberhasilannya,” pungkas Huang.

CEO Accenture, Julie Sweet. (Foto: stevywidia/youngster.id)

Sementara itu, CEO Accenture, Julie Sweet menyampaikan bahwa teknologi AI dapat mengubah setiap industri. ” Dalam 30 tahun terakhir, ini adalah kali pertama saya berdiri di depan CEO seluruh industri dan mengatakan AI bakal mengubah setiap bagian dari industri. Tidak ada teknologi lain yang pernah saya ucapkan seperti ini,” ucapnya.

Baca juga :   Dapat Kucuran Dana Investasi US$60 Juta, Whale Siap Ekspansi Teknologi AI Secara Global

Bos perusahaan konsultan ini lalu menjelaskan, perbankan bisa bergerak jauh lebih cepat dengan AI bila dibanding dengan usaha lainnya. Alasannya, AI bisa membantu perbankan mengembangkan produk yang lebih baik dan mencegah penipuan di bank tersebut. Saat ini, Bank Jago menjadi salah satu mitra pertama Accenture untuk mengembangkan penggunaan AI.

“Jadi, perbankan menjadi pilihan pertama kami karena ada banyak sekali peluang pengembangan. Tapi sebenarnya seluruh bagian industri bisa menggunakan teknologi ini,” katanya.

Selain bermitra dengan Bank Jago, saat ini Accenture bekerjasama dengan Nvidia dan Indosat untuk mengembangkan GPU Merdeka atau Merdeka Cloud. Ini adalah produk Sovereign AI Cloud yang mengimplementasikan fitur Nvidia accelerated computing.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: Artificial Intelligence (AI)CEO Accenture Julie SweetCEO Nvidia Jensen HuangIndonesia AI DaySahabat-AI
Previous Post

Sinar Mas Land Dukung UMKM Melalui Pemanfaatan Teknologi dan Kolaborasi

Next Post

Daya Saing Digital Indonesia Duduki Peringkat 43 Dunia

Related Posts

Kelas Pintar AI
Technology

Kelas Pintar Terapkan AI Pada Fitur Pembelajaran Guru dan Murid

6 Maret 2026
0
Samsung Galaxy S26 Series
Industry

Samsung Galaxy S26 Series Tingkatkan Kemampuan AI Untuk Dukung Rutinitas dan Kreativitas

3 Maret 2026
0
TEDxSampoerna University 2026
Technology

TEDxSampoerna University 2026, Bahas Kesiapan Gen Z Hadapi Era AI

27 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Daya Saing Digital

Daya Saing Digital Indonesia Duduki Peringkat 43 Dunia

Inkubator Agripreneur Tebu

Inkubator Agripreneur Tebu, Upaya Cetak Generasi Muda Jadi Pengusaha Gula

Pokémon Festival 2024

AKG Entertainment Kembali Gelar Pokémon Festival 2024 di Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

pasar FMCG di ecommerce

Rekor Baru! Penjualan FMCG di E-commerce Tembus Rp40 Triliun pada Kuartal I 2026

7 April 2026
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
pasar FMCG di ecommerce

Rekor Baru! Penjualan FMCG di E-commerce Tembus Rp40 Triliun pada Kuartal I 2026

7 April 2026
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version