youngster.id - Menjelang Idul Fitri masyarakat, terutama para karyawan mendapatkan Tunjangan hari Raya (THR). Namun ternyata momen ini juga menjadi momen yang dinanti para pelaku kejahatan siber. Bahkan ada fenomena THR Season is Scam Season (Musim THE adalah musim penipuan). Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan tidak sembarang membuka tautan atau file digital di berbagai platform.
Chief Operating Officer VIDA Victor Indajang mengungkapkan, serangan penipuan siber saat ini tidak lagi tersebar secara acak atau sekadar merespons celah teknis. Sebaliknya, kejahatan siber telah menjelma menjadi industri (Industrialized Fraud) yang tersinkronisasi secara akurat dengan kalender finansial masyarakat.
“Temuan kunci VIDA yang terbaru mendapati bahwa serangan penipuan selalu terpusat pada momen likuiditas finansial dan tingginya tingkat kepercayaan pengguna (liquidity and trust events). Momentum ini menciptakan gelombang konsentrasi penipuan tertinggi sepanjang tahun yang disebut juga THR Super-Spike,” papar Victor pada peluncuran VIDA 2026 Southeast Asia Digital Identity Fraud Outlook,” Selasa (11/3/2026) di Jakarta.
Laporan tersebut mendapati bahwa aktivitas fraud tidak datang dalam satu lonjakan tunggal, tetapi berupa gelombang terencana yang mengikuti momentum pencairan dana nasional. Victor mengungkapkan, penipuan mulai meningkat saat proses pencairan THR Aparatur Sipil Negara (ASN/PNS) dimulai yaitu H-14 Lebaran.
Kemudian lonjakan penipuan saat dana mulai ditransfer dan pengguna aktif menanti notifikasi bank. Serangan juga menargetkan tenggat waktu THR sektor swasta yang beririsan dengan siklus gajian regular di akhir bulan.
“Jadi kami mengajak masyarakat lewat kampanye #JanganAsalKlik untuk menahan gempuran lonjakan fraud dan scam. Kampanye Public Service Announcement ini menjadi pengingat sederhana agar masyarakat berhenti sejenak, menekan ekspektasi, dan memverifikasi setiap tautan atau notifikasi yang masuk ke ponsel mereka —terutama saat tanggal gajian atau momen pencairan THR tiba,” ucapnya.
Temuan VIDA ini juga diakui oleh Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital Teguh Arifiyadi. Menurut dia, tren pelaporan penipuan digital selalu mengalami lonjakan tinggi pada momentum hari raya. Dari layanan CekRekening.id ada lebih dari 1.700 laporan penipuan siber setiap hari. Mayoritas dari kasus tersebut menimpa masyarakat yang melakukan transaksi jual-beli online.
“Pola laporan masyarakat biasanya meningkat menjelang Lebaran, Natal dan libur akhir tahun. Modusnya bermacam-macam tetapi Sebagian besar terutama mengenai tiket palsu dan penipuan traveling,” ungkapnya.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post