Rabu, 25 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline ANALYZE

ASEAN Digital Outlook : 95,25% Siswa Indonesia Menggunakan AI

24 Februari 2026
in ANALYZE
Reading Time: 3 mins read
ASEAN Digital Outlook

Peserta PANDAI-Bikin AI dari Nol. (Foto: istimewa/PANDAI)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) kini tengah membentuk ulang lanskap ekonomi, sistem pendidikan, hingga layanan publik di kawasan ASEAN. Mengingat populasi kawasan ini telah melampaui 660 juta jiwa dan hampir sepertiganya merupakan generasi muda di bawah usia 20 tahun, kemampuan ASEAN dalam mengadopsi AI secara bertanggung jawab akan menjadi faktor penentu dalam pengembangan keterampilan masa depan, terbukanya lapangan kerja, serta perluasan inklusi sosial.

ASEAN Digital Outlook menunjukkan tingkat penggunaan AI di kalangan siswa di Indonesia tergolong sangat tinggi, dengan 95,25% responden melaporkan telah menggunakan model AI generatif. Sementara itu, angka penggunaan di kalangan pendidik (46,20%) dan orang tua (62,19%) masih lebih rendah, yang menunjukkan adanya kesenjangan penggunaan antar generasi.

Riset ini juga mencatat bahwa pendidik lebih lambat dalam menggunakan jenis perangkat AI lainnya (27,29%) dibanding siswa (53,25%), yang menegaskan bahwa siswa cenderung lebih cepat mengadopsi teknologi ini. Selain itu, kurang dari separuh pendidik menyatakan bahwa institusi mereka telah menyediakan panduan kebijakan AI, dukungan keamanan siber, maupun pelatihan yang memadai.

Baca juga :   Kompetisi ASEAN Data Science Explorers 2018: Tantang Mahasiswa Suarakan Isu Kawasan

Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Dr Piti Srisangnam mengatakan, penggunaan AI di seluruh ASEAN berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan sistem kita untuk mengarahkannya.

“Studi ini menggeser fokus pembahasan dari sekadar apakah AI sudah digunakan, menjadi apakah institusi, pendidik, dan masyarakat benar-benar siap. Bukti seperti ini penting untuk merancang kebijakan yang melindungi kepercayaan publik, memperkuat keterampilan, serta memastikan AI memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya bagi ekonomi,” katanya dikutip Selasa (24/2/2026).

Menurut Srisangnam, laporan ASEAN Digital Outlook memberikan penilaian regional yang komprehensif mengenai infrastruktur digital dan AI, tata kelola, serta kesiapan keamanan siber di seluruh negara-negara anggota ASEAN.

Meskipun sejumlah negara telah menunjukkan kemajuan dalam memperkuat infrastruktur digital, studi ini menyoroti adanya ketimpangan pada tingkat kematangan digital dan kapasitas institusional di kawasan tersebut. Kesenjangan yang masih terjadi pada keterampilan digital, kepercayaan publik, kesiapan siber, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab mempertegas keterbatasan dari pendekatan nasional yang bersifat fragmentasi.

Baca juga :   Survei Jobstreet: Indonesia Jadi Negara dengan Pekerja Paling Bahagia di Asia Pasifik

Di sisi lain, penelitian AI Ready ASEAN mengevaluasi kesiapan AI di sepuluh negara-negara anggota ASEAN dengan fokus pada komunitas pendidikan. Riset ini menempatkan siswa, pendidik, dan orang tua sebagai key actors yang membentuk cara AI diadopsi, dipahami, serta dikelola.

Temuan riset mengungkapkan adanya kesenjangan yang konsisten antara tingginya tingkat penggunaan AI dengan kesiapan yang sebenarnya, terutama dalam hal literasi AI, pemahaman etika, dan dukungan institusional. Sementara siswa cenderung lebih cepat mengadopsi berbagai perangkat AI, pendidik dan orang tua masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kurangnya kepercayaan diri hingga keterbatasan bimbingan dan akses pelatihan yang terstruktur.

Secara keseluruhan, temuan dari kedua studi ini menunjukkan bahwa di seluruh kawasan ASEAN, adopsi AI dan teknologi digital melaju lebih cepat dibandingkan kesiapan institusi, etika, maupun masyarakat. Siswa menjadi pengguna perangkat AI yang paling aktif, sementara para pendidik dan orang tua melaporkan tingkat kepercayaan diri dan literasi yang lebih rendah.

Di saat yang sama, meningkatnya berbagai risiko seperti penipuan daring, penipuan berbasis deepfake, misinformasi, hingga kebocoran data, kian mengikis kepercayaan terhadap sistem digital serta mempertegas urgensi akan kerangka tata kelola yang lebih kuat.

Baca juga :   Tim Indonesia Jadi Pemenang Huawei ICT Competition Asia-Pacific 2024

Kepala  Google.org Asia Pasifik Marija Ralic mengatakan, kesiapan yang sesungguhnya menuntut pemahaman tentang cara kerja AI, batasan-batasannya, serta bagaimana teknologi ini dapat digunakan secara etis.

“Akses terhadap perangkat AI saja tidak cukup. Temuan ini menegaskan pentingnya investasi dalam literasi AI, terutama bagi pendidik dan komunitas, agar kemajuan teknologi benar-benar dapat diterjemahkan menjadi peluang yang inklusif bagi semua,” ucapnya.

Laporan ini disusun ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org, bersama ASEAN Digital Senior Officials’ Meeting (ADGSOM). Kehadiran laporan ini menjadi bagian dari kemajuan Program AI Ready ASEAN yang sejauh ini telah menjangkau lebih dari 5 juta penerima manfaat, melatih 100.000 peserta dalam kecakapan AI tingkat lanjut, serta mencetak lebih dari 3.000 pelatih (master trainers) di seluruh Asia Tenggara.

 

STEVY WIDIA

Tags: ASEAN Digital OutlookASEAN Foundationpenggunaan AI
Previous Post

Metrodata Gandeng Workday dan Mercer Indonesia Hadirkan Solusi Transformasi SDM Terintegrasi

Next Post

SelectUSA Investment Summit 2026, Kompetisi Bagi Startup Indonesia Yang Siap Masuk Pasar AS

Related Posts

EDS ASEAN Percepat Adopsi Digital di Kawasan, Latih 100 UKM dari 10 Negara
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

EDS ASEAN Percepat Adopsi Digital di Kawasan, Latih 100 UKM dari 10 Negara

6 Desember 2025
0
ASEAN Live Creators for Change 2025, Wadah Keberagaman Kreativitas Kreator Asia Tenggara
BIZTECH

ASEAN Live Creators for Change 2025, Wadah Keberagaman Kreativitas Kreator Asia Tenggara

26 November 2025
0
Google.org Kucurkan Hibah US$7 Juta Untuk Percepat Ekonomi AI dan Ketahanan Pangan di ASEAN
AI & CYBER

ASEAN Foundation Gelar Pelatihan AI Bagi 100 RIbu Pelaku UMKM di Kawasan Asia Tenggara

6 Oktober 2025
0
Load More
Next Post
SelectUSA Investment Summit 2026

SelectUSA Investment Summit 2026, Kompetisi Bagi Startup Indonesia Yang Siap Masuk Pasar AS

QRIS

BI Targetkan QRIS Tembus 150 Miliar Transaksi per Hari di 2030

Jasuindo

Jasuindo Percepat Diversifikasi Bisnis Lewat Produk RFID dan Ekspansi Pasar Global

Discussion about this post

Recent Updates

Dorong Transisi Energi Inklusif, YKDA dan UNEP Luncurkan Kajian Penguatan Kebijakan Iklim Responsif Gender

Dorong Transisi Energi Inklusif, YKDA dan UNEP Luncurkan Kajian Penguatan Kebijakan Iklim Responsif Gender

24 Februari 2026
Bank Indonesia - PIDI

Bank Indonesia Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia untuk Perkuat Talenta Digital Nasional

24 Februari 2026
GSMA green mobile

GSMA Luncurkan Dana Hibah Global untuk Startup Teknologi Hijau di Negara Berkembang

24 Februari 2026
COSMAX x BRIN

BRIN dan COSMAX Indonesia Luncurkan Riset Nusantara Skin Microbiome Map untuk Industri Kosmetik Berbasis Sains

24 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Dorong Transisi Energi Inklusif, YKDA dan UNEP Luncurkan Kajian Penguatan Kebijakan Iklim Responsif Gender

Dorong Transisi Energi Inklusif, YKDA dan UNEP Luncurkan Kajian Penguatan Kebijakan Iklim Responsif Gender

24 Februari 2026
Bank Indonesia - PIDI

Bank Indonesia Luncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia untuk Perkuat Talenta Digital Nasional

24 Februari 2026
GSMA green mobile

GSMA Luncurkan Dana Hibah Global untuk Startup Teknologi Hijau di Negara Berkembang

24 Februari 2026
COSMAX x BRIN

BRIN dan COSMAX Indonesia Luncurkan Riset Nusantara Skin Microbiome Map untuk Industri Kosmetik Berbasis Sains

24 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version