Rabu, 25 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Analyze

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
in Analyze
Reading Time: 2 mins read
AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024 (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Platform pinjaman daring (pindar) berizin AdaKami tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran pembiayaan kepada masyarakat. Riset terbaru LPEM FEB UI Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia mengestimasi bahwa pada 2024, kontribusi AdaKami terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berada pada kisaran Rp6,95 triliun hingga Rp10,96 triliun.

Kontribusi tersebut berasal dari efek berganda (ripple effect) penyaluran pinjaman yang tidak hanya dirasakan oleh peminjam, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan barang dan jasa di berbagai sektor produktif.

Wakil Kepala LPEM FEB UI, Mohamad Dian Revindo, menyatakan bahwa pembiayaan mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga yang kemudian menggerakkan sektor ritel, grosir, transportasi, manufaktur, hingga sektor primer.

“Dengan demikian, dukungan terhadap sektor ekonomi riil terjadi melalui penguatan permintaan barang dan jasa produktif yang memicu aktivitas ekonomi dan produksi, setidaknya dalam jangka pendek,” ujarnya, Kamis (25/2/2026).

Baca juga :   Optimasi Membantu Mengatasi Tantangan Efisiensi Data Center

Dalam periode analisis, LPEM FEB UI mencatat sedikitnya 185 sektor ekonomi nasional memperoleh nilai tambah dari aktivitas ekonomi yang dipicu oleh pendanaan AdaKami. Tiga sektor dengan dampak terbesar meliputi jasa lembaga keuangan lainnya (21,34%), jasa pendidikan pemerintah (10,03%), serta perdagangan selain mobil dan sepeda motor (9,30%).

Besaran kontribusi tersebut setara dengan PDB negara kepulauan seperti Tonga, yang pada 2024 tercatat sebesar USD 558 juta atau sekitar Rp9,38 triliun.

Selain terhadap PDB, penyaluran pinjaman AdaKami juga membuka peluang kerja bagi sekitar 47.000–78.000 orang di 17 sektor industri. Kontribusi terbesar tercatat pada sektor perdagangan besar dan eceran (19,84%), jasa pendidikan (18,63%), serta pertanian, kehutanan, dan perikanan (15,11%).

Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy, mengatakan pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan pembiayaan yang inklusif dan bertanggung jawab.

Baca juga :   Tips Jaga Privasi dan Aman Bertransaksi Digital

“Kami percaya akses pembiayaan yang dikelola secara prudent dapat membawa manfaat luas bagi masyarakat serta mendorong penguatan ekonomi nasional,” kata Karissa.

Riset tersebut juga menunjukkan bahwa pinjaman AdaKami berperan sebagai bantalan keuangan (financial buffer) bagi rumah tangga, terutama saat menghadapi kondisi mendesak seperti pemutusan hubungan kerja, sakit berat, atau peristiwa duka dalam keluarga. Sebanyak 24,51% pengguna menyatakan tanpa pinjaman daring mereka harus menggunakan tabungan atau menjual aset untuk memenuhi kebutuhan.

Dari sisi usaha mikro, 53,1% pengguna memanfaatkan pembiayaan untuk menambah stok barang, sementara 28,1% responden melaporkan peningkatan omzet. Sektor usaha utama yang menggunakan pendanaan meliputi perdagangan (53,1%), akomodasi dan makan minum (18,8%), serta pertanian (18,8%).

Baca juga :   AdaKami Telah Salurkan Rp13,24 Triliun Kepada 1,46 Juta Borrower

Survei juga mencatat tingkat literasi keuangan pengguna relatif tinggi, dengan 89,2% responden memahami konsep bunga, biaya, dan tenor pinjaman, serta memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap inflasi, investasi, dan saham dibandingkan kelompok lainnya.

Meski demikian, studi LPEM FEB UI menilai masih diperlukan penguatan edukasi dan pengawasan untuk meminimalkan risiko perilaku keuangan, seperti sikap terlalu percaya diri (overconfidence) dan kecenderungan mementingkan manfaat jangka pendek (present-biased). Regulator dan pelaku industri didorong memperkuat literasi keuangan, transparansi informasi pinjaman, serta pengawasan terhadap praktik penagihan dan pinjaman ilegal.

Hasil riset ini menegaskan bahwa pinjaman daring seperti AdaKami tidak hanya berfungsi sebagai sumber pembiayaan jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem keuangan formal yang mendukung ketahanan rumah tangga, aktivitas ekonomi produktif, dan pertumbuhan ekonomi nasional. (*AMBS)

Tags: AdakamiLPEM FEB UIpenyaluran pinjaman
Previous Post

Mambu Perluas Payments Hub ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Pasar Utama

Next Post

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

Related Posts

AdaKami
Crypto & Digital Finance

AdaKami Soroti Kesenjangan Literasi Keuangan Digital Perempuan

30 Oktober 2025
0
Fintech Lending Days 2025
News

Tingkatkan Literasi Keuangan di Timur Indonesia, AdaKami Dukung Gelaran Fintech Lending Days 2025

14 Juli 2025
0
jaga privasi
News

Tips Jaga Privasi dan Aman Bertransaksi Digital

16 Mei 2025
0
Load More
Next Post
RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

Discussion about this post

Recent Updates

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

25 Februari 2026
AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
Mambu

Mambu Perluas Payments Hub ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Pasar Utama

25 Februari 2026
bisnis kost

Ramadan Jadi Periode Performa Terendah Bagi Bisnis Kost

25 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

RAFI 2026, Telkomsel Proyeksi Payload Naik 11,1%

25 Februari 2026
AdaKami

Riset LPEM FEB UI: AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun terhadap PDB Indonesia pada 2024

25 Februari 2026
Mambu

Mambu Perluas Payments Hub ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Pasar Utama

25 Februari 2026
bisnis kost

Ramadan Jadi Periode Performa Terendah Bagi Bisnis Kost

25 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version