youngster.id - Perusahaan modal ventura asal Taiwan, AppWorks, mengumumkan penutupan final (final close) AppWorks Fund IV dengan total dana mencapai US$165 juta. Dengan penutupan ini, total dana kelolaan AppWorks kini menembus US$386 juta.
Chairman dan Partner AppWorks, Jamie Lin, mengatakan pihaknya telah mulai mengeksekusi strategi Fund IV untuk menghasilkan kinerja finansial dan sinergi bisnis bagi para investor.
“Dengan dukungan mitra sovereign dan jaringan modal regional, kami yakin dapat membawa ekosistem startup Asia ke level berikutnya,” ujar Lin, dikutip Rabu (7/1/2026).
AppWorks menyebut Fund IV menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya tiga mitra terbatas (limited partners/LP) sovereign besar bergabung dalam satu fund. Ketiganya adalah National Development Fund Taiwan, Jelawang Capital Malaysia—fund of funds nasional di bawah Khazanah Nasional—serta Korea Venture Investment Corporation (KVIC).
Selain sovereign fund, Fund IV juga didukung oleh sejumlah korporasi dan investor institusional terkemuka, termasuk Fubon Life, Taiwan Mobile, Wistron, Phison, dan E Ink.
AppWorks menilai kehadiran investor lintas negara ini memperkuat perannya sebagai platform Pan-Asia yang menghubungkan founder dengan modal berkualitas dan mitra korporasi, sekaligus mendorong adopsi teknologi frontier serta kinerja investasi venture capital berkelas global.
Didirikan pada 2009, AppWorks telah membangun salah satu komunitas founder terbesar di Asia, dengan 2.086 entrepreneur dan 653 startup aktif yang secara kolektif menciptakan lebih dari 28.000 lapangan kerja di kawasan Asia.
Dalam satu dekade terakhir, komunitas tersebut berkembang menjadi ekosistem venture yang berkelanjutan, mendorong pertumbuhan startup sekaligus performa investasi. Sejak 2017, AppWorks memfokuskan investasi pada Artificial Intelligence (AI) dan Web3, dengan saat ini membina 128 startup AI aktif serta 146 startup dan proyek Web3. Sekitar 70 persen founder pada 14 batch akselerator terbaru berasal dari luar Taiwan, mencerminkan perluasan jangkauan regional AppWorks.
Saat pertama kali meluncurkan penggalangan Fund IV pada akhir 2022, AppWorks menargetkan dana sebesar US$360 juta. Namun, pengetatan kebijakan moneter global oleh The Federal Reserve dan koreksi pasar modal global mendorong penyesuaian strategi. Dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan peluang investasi, AppWorks akhirnya mengoptimalkan ukuran fund menjadi US$165 juta.
AppWorks menyebut ukuran ini memungkinkan penempatan modal yang lebih disiplin pada peluang berkeyakinan tinggi (high-conviction) yang muncul dari ekosistem internalnya di Asia.
Pendekatan berbasis ekosistem ini telah melahirkan sejumlah startup kategori pemimpin sejak tahap awal, seperti Lalamove, Animoca Brands, Dapper Labs, Carousell, ShopBack, KKday, dan 17LIVE. Fund II AppWorks yang diluncurkan pada 2014 tercatat membukukan 1,9x DPI, menempatkannya di jajaran top-quartile global venture fund.
Selama lebih dari satu dekade bekerja sama dengan mitra korporasi, AppWorks juga berperan sebagai penghubung antara perusahaan besar dan startup teknologi masa depan. Salah satu contoh kolaborasi adalah kemitraan Taiwan Mobile dengan USPACE (alumni AppWorks Accelerator) dalam meluncurkan layanan pengisian daya kendaraan listrik MyCharge, yang mengintegrasikan teknologi 5G, smart parking, dan charging.
Kolaborasi tersebut mempercepat ekspansi Taiwan Mobile ke ekosistem kendaraan listrik sekaligus mendukung ekspansi lintas negara USPACE ke Jepang, Indonesia, dan Thailand melalui jaringan AppWorks.
“AppWorks berkomitmen untuk terus mempertemukan founder, korporasi, dan investor lintas negara dalam membangun teknologi generasi berikutnya yang akan membentuk masa depan industri global,” tutup Lin. (*AMBS)



















Discussion about this post