youngster.id - Ancaman siber akibat penyalahgunaan AI tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan bertahan. Untuk itu perlu peningkatan akan penguasaan keamanan digital dan artificial intelligence (AI) secara bersamaan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan, Komdigi merespons secara aktif perkembangan keamanan siber dari tingkat global hingga nasional dengan menyiapkan talenta dengan kemampuan keamanan siber dan AI. Pelatihan digelar di balai-balai SDM serta Digital Talent Scholarship yang memasukkan modul keamanan siber dan AI.
“Upaya ini ditujukan untuk menghadapi peningkatan ancaman digital yang makin personal dan masif,” ungkapnya dikutip dalam siaran pers Selasa (3/2/2026).
Wamen Nezar menegaskan, pemerintah juga menyiapkan skema khusus penguatan talenta melalui AI Talent Factory.
“Kita memperkuat pengembangan talenta yang lebih terfokus dalam satu program yang kita sebut AI Talent Factory. Saat ini bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, menyusul ITS dan UGM, serta sejumlah kampus lain,” ucapnya.
Menanggapi pergeseran ancaman siber akibat penyalahgunaan AI, Wamen Nezar mengakui bahwa skala serangan kini tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan bertahan, baik pada sistem lembaga maupun perangkat pribadi masyarakat.
“Perkembangan kemampuan serangan itu skalanya jauh lebih besar ketimbang kemampuan untuk bertahan. Ini cukup mengkhawatirkan,” katanya.
Untuk melindungi publik, Wamen Nezar menekankan pentingnya peningkatan kesadaran keamanan digital.
Masyarakat didorong menggunakan kata sandi yang lebih kuat dan mengaktifkan perlindungan berlapis.
“Kita menyebarkan awareness agar publik paham menggunakan gadget secara aman, memakai password yang lebih kompleks, multi-factor authentication, bahkan kunci fisik yang sudah mulai dipakai sejumlah platform,” ujar Wamen Nezar.
Selain itu, pemerintah mendorong pengembang platform digital agar membangun sistem dengan pendekatan security by design. Aspek keamanan harus menjadi bagian dari perancangan sejak awal.
“Sejak awal mereka harus melakukan review terhadap ketahanan siber dan comply dengan standar-standar baru di tengah dinamika AI yang sangat cepat,” tegasnya.
STEVY WIDIA
