Digital Edge Investasi US$4,5 Miliar Bangun Kampus Data Center AI 500MW di Bekasi

Digital Edge CGK Campus

Digital Edge Investasi US$4,5 Miliar Bangun Kampus Data Center AI 500MW di Bekasi (Foto: Istimewa)

youngster.id - Digital Edge mengumumkan investasi sebesar US$4,5 miliar untuk membangun CGK Campus, salah satu kampus data center hyperscale terbesar dan siap kecerdasan buatan (AI-ready) di Indonesia. Fasilitas ini akan berlokasi di GIIC Industrial Estate, Bekasi, dengan kapasitas awal 500 megawatt (MW).

CEO Digital Edge, John Freeman, mengatakan CGK Campus menjadi komitmen infrastruktur terbesar Digital Edge hingga saat ini dan menegaskan peran perusahaan dalam mendukung transformasi digital di kawasan Asia Pasifik, khususnya Indonesia. Menurutnya, proyek ini menjadi tonggak penting dalam strategi perusahaan di Asia Pasifik.

“CGK Campus merupakan pencapaian penting dalam strategi APAC kami dan investasi infrastruktur terbesar yang pernah kami lakukan. Investasi ini akan mendorong satu dekade ke depan inovasi, adopsi cloud, dan layanan digital di Indonesia dan kawasan regional,” ujar Freeman, Rabu (28/1/2026).

Dirancang untuk mendukung pertumbuhan pesat ekonomi digital nasional, CGK Campus akan menyediakan kapasitas IT sebesar 500MW pada tahap penuh pengembangan, dengan potensi ekspansi hingga 1 gigawatt (GW). Proyek ini sekaligus menetapkan standar baru bagi pusat data hyperscale dan AI-ready di wilayah Jabodetabek.

Fasilitas ini dirancang untuk menangani beban kerja AI generasi berikutnya dengan fokus pada keberlanjutan dan efisiensi operasional. CGK Campus menargetkan tingkat efisiensi energi (Power Usage Effectiveness/PUE) sebesar 1,25, serta dilengkapi teknologi pendingin cair direct-to-chip, sistem daur ulang air, dan integrasi energi terbarukan.

Selain itu, kampus data center ini bersifat carrier-neutral dan dirancang secara berkelanjutan untuk memastikan efisiensi energi, keberagaman jaringan, serta akses luas ke ekosistem digital. Hal ini memperkuat posisinya sebagai pusat utama masa depan digital Indonesia.

Secara strategis, CGK Campus berlokasi kurang dari 15 kilometer dari klaster data center utama lainnya dan sekitar 40 kilometer dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2 milik Digital Edge di pusat kota Jakarta. Lokasi tersebut memberikan akses latensi rendah ke kawasan bisnis utama sekaligus memperkuat ekosistem digital nasional.

Pembangunan akan dilakukan dalam beberapa fase. Pada fase pertama, akan dibangun tiga gedung, dengan gedung pertama ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026, disusul gedung kedua pada kuartal I 2027 dan gedung ketiga pada kuartal II 2027.

CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia berjalan lebih cepat dibandingkan ketersediaan infrastruktur.

“CGK Campus menjawab kesenjangan tersebut dengan menyediakan kapasitas 500MW yang berkelanjutan dan carrier-neutral untuk kebutuhan hyperscale dan AI. Dengan AI membentuk masa depan layanan enterprise dan cloud, Digital Edge berada di garis depan transformasi ini,” kata Stephanus.

CGK Campus akan didukung oleh jaringan serat optik dan infrastruktur Indonet, anak usaha telekomunikasi Digital Edge di Indonesia.

CEO Indonet, Andy Rigoli, menyatakan konektivitas menjadi fondasi utama proyek ini.

“Seluruh jalur jaringan menuju kampus GIIC dibangun 100% di bawah tanah, sehingga meningkatkan keandalan dan ketahanan sistem dibandingkan dengan model konvensional. Integrasi ini memungkinkan Digital Edge menghadirkan solusi carrier-neutral dengan standar tertinggi bagi pelanggan hyperscale dan enterprise,” ujarnya.

Dengan proyek ini, Digital Edge memperkuat posisinya sebagai pemain utama infrastruktur data center untuk mendukung pertumbuhan cloud, AI, dan ekonomi digital Indonesia. (*AMBS)

 

Exit mobile version