youngster.id - Grab menggelar forum teknologi Grab AI DevX Connect 2026 di Jakarta. Aktivias ini untuk mendorong kesiapan talenta digital Indonesia dalam membangun dan mengelola sistem artificial intelligence (AI) berskala besar.
Pemilihan Jakarta sebagai tuan rumah AI DevX Connect 2026 menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta teknologi Grab.
“Melalui AI DevX Connect Grab ingin berbagi realitas di balik pengembangan AI,” kata Anan Kasetra Head of Product Strategy & Product Operations di Grab dikutip Kamis (29/1/2026).
Acara ini mempertemukan para engineer, product leader, praktisi data, serta pengembang AI dari Grab dan ekosistem teknologi nasional untuk berdiskusi terbuka mengenai penerapan AI di lingkungan operasional nyata secara bertanggung jawab.
Menurut Anan, talenta teknologi Indonesia memegang peran krusial dalam pengembangan sistem AI regional perusahaan.
“Grab ingin membekali talenta digital dan teknologi di Indonesia untuk siap menghadapi pengelolaan sistem AI berskala besar yang memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, Grab juga berbagi tentang bagaimana mengintegrasikan AI ke berbagai fungsi, termasuk engineering, product, data, marketing, dan growth, untuk mengelola serta mendukung kompleksitas operasional perusahaan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Pendekatan ini memungkinkan Grab untuk tetap menjaga kecepatan inovasi sekaligus menerapkan disiplin operasional yang kuat dalam menjalankan sistem berskala besar.
“Hal ini memastikan teknologi yang kami bangun dapat bekerja secara andal, bertanggung jawab, dan adaptif di berbagai pasar dengan karakteristik yang berbeda,” ucapnya.
Pada tahun 2024, perusahaan ini sempat menghentikan sementara pengembangan fitur baru selama sembilan minggu demi fokus mengintegrasikan AI generatif ke dalam skala besar di seluruh tim teknologinya—meliputi engineering, produk, design, dan analytics.
Pendekatan ini dikenal sebagai AI-First with Heart, sebuah filosofi yang menegaskan bahwa AI dirancang untuk memperkuat kemampuan manusia, meningkatkan produktivitas, serta membantu tim bekerja lebih baik, lebih cerdas, dan lebih cepat, dengan tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan dan hasil.
Saat ini, Grab mengoperasikan lebih dari 1.000 model AI dan machine learning yang telah digunakan secara aktif di seluruh ekosistemnya.
Dalam forum tersebut, Grab membagikan berbagai contoh nyata integrasi AI ke berbagai fungsi, yang dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi mitra dalam ekosistemnya, termasuk Mitra Pengemudi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satunya adalah Grab Merchant AI Assistant, sebuah asisten AI 24/7 yang terintegrasi di aplikasi GrabMerchant dan berfungsi sebagai penasihat bisnis virtual. Asisten ini memberikan rekomendasi bisnis dan operasional yang dipersonalisasi, seperti saran peningkatan penjualan, pembuatan kampanye iklan, hingga pembaruan menu. Hingga Desember 2025, fitur ini telah dimanfaatkan oleh satu dari empat merchant aktif Grab.
Untuk Mitra Pengemudi, ada AI Driver Companion yang memanfaatkan data historis dan real-time untuk memprediksi area dengan permintaan tinggi, sehingga membantu lebih dari 250.000 Mitra Pengemudi setiap minggu di Asia Tenggara memperoleh orderan secara lebih efisien hingga April 2025.
Selain itu, fitur Pelaporan Suara Berbasis AI memungkinkan pengemudi melaporkan kondisi jalan secara verbal—seperti banjir, kemacetan, atau pekerjaan jalan. Fitur ini menerima lebih dari 16.000 laporan per hari di tahun 2025, yang berkontribusi pada peningkatan akurasi dan kecepatan pembaruan GrabMaps.
Di sisi internal, Grab mengoperasikan platform berbasis AI untuk meningkatkan produktivitas. Mosaic, yang dikembangkan tim design, dapat menghasilkan ilustrasi dalam gaya desain khas Grab dalam waktu kurang dari 20 detik, menghemat sekitar 3.200 jam kerja per hari.
Grab Indonesia juga mengoperasikan Enigma, sebuah platform data internal berbasis AI yang memungkinkan tim dari berbagai fungsi mengakses data secara mandiri dengan cepat, akurat, dan terstandarisasi, sehingga mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post