IBFEST Series 10 Tingkatkan Literasi Digital dan Pemanfaatan AI Untuk Gen Z

IBFEST series 10

Pembukaan IBFEST series 10 di SMK Negeri 1 Cimahi Jawa Barat. (Foto: istimewa/telkomsel)

youngster.id - Data Indeks Masyarakat Digital Indonesia menunjukkan literasi digital Gen Z Indonesia masih rendah (62%) dibanding negara ASEAN lain. Ini menjadi tantangan mengingat para generasi muda ini yang paling banyak mengakses internet.

Hal ini mendorong Telkomsel menggelar Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 yang bertema “Level Up The Future with AI.” Program yang telah berjalan sejak 2016 ini kembali hadir untuk membekali ribuan pelajar SMA/SMK dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara kreatif, aman, dan produktif sesuai dengan prinsip BAIK (Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif).

Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan, pada Internet BAIK Festival Series 10 ingin memastikan generasi muda tidak hanya mengenal AI sebagai tren, tetapi mampu menggunakannya sebagai alat yang solutif.

“AI bukanlah ancaman, melainkan akselerator kreativitas dan kapabilitas manusia. Semangat ini sejalan dengan inisiatif Telkomsel Jaga Cita untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan melalui berbagai solusi lainnya seperti Ilmupedia, Skul.id, Kuncie, dan by.U,” katanya dikutip Kamis (22/1/2026).

Pembukaan IBFEST ini berlangsung di SMK Negeri 1 Cimahi. Setelah pembukaan di Cimahi, IBFEST akan berlanjut ke Jambi (5 Februari), Pontianak (22 April), hingga acara penutup di Surakarta (30 April).

IBFEST Series 10 menghadirkan tiga kegiatan utama yaitu AI Camp Training dengan tiga jalur kreativitas (Creativa, Syntech, dan Cyberlite); AI Workshop untuk siswa, guru, dan orang tua; serta diskusi inspiratif yang menghadirkan praktisi AI dan pegiat literasi digital.

Memasuki tahun ke-10, Internet BAIK terus mencatatkan dampak positif. Pada series sebelumnya (Series 9), program ini menjaring lebih dari 10.000 pendaftar dari 124 kota/kabupaten. Secara kumulatif sejak 2016, Internet BAIK telah menjangkau lebih dari 41.069 pelajar di 1.484 sekolah, melibatkan lebih dari 9.553 guru, orang tua, dan komunitas di 296 kota/kabupaten, serta melahirkan lebih dari 1.600 Internet BAIK Agents of Change dan 1.624 Digital Creative Content.

Inisiatif IBFEST ini sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045, serta Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya (PP TUNAS) untuk memastikan generasi muda terlindungi dan berkembang secara positif di era digital.

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid mengapresiasi konsistensi Telkomsel melalui Internet BAIK Festival dalam membekali generasi muda dengan keterampilan digital dan AI.

“Pemerintah berharap pelajar tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab. Ini adalah langkah krusial untuk mencetak inovator yang berdampak positif bagi kemajuan bangsa,” ucapnya.

 

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version