youngster.id - Platform cloud komunikasi berbasis AI, Infobip, memprediksi akan terjadi perubahan besar dalam pola komunikasi antara brand dan konsumen, dari model application-to-person (A2P) menuju agent-to-person, hingga berkembang menjadi agent-to-agent secara penuh pada 2030.
Prediksi tersebut disampaikan Infobip bertepatan dengan perayaan 20 tahun inovasi perusahaan di bidang komunikasi digital. Menurut Infobip, adopsi kecerdasan buatan yang semakin cepat mendorong perusahaan menggunakan agentic AI, yakni sistem AI yang mampu berkomunikasi secara mandiri dengan pelanggan di seluruh titik interaksi.
Teknologi ini memungkinkan hyper-personalization lintas kanal komunikasi seperti RCS dan WhatsApp, sehingga pesan yang dikirim dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi individu secara lebih akurat.
CEO Infobip, Silvio Kutić, mengatakan cara konsumen berinteraksi dengan brand akan terus berubah seiring berkembangnya AI.
“Dalam dunia agentic AI, brand harus mengambil pendekatan komunikasi yang lebih menyeluruh dan memanfaatkan personalisasi tingkat tinggi melalui AI serta kanal komunikasi kaya seperti RCS dan WhatsApp,” ujar Kutić, Rabu (4/2/2026).
Infobip memproyeksikan bahwa pada 2030, asisten AI pribadi di smartphone akan mampu menjalankan tugas kompleks secara mandiri. Salah satu contohnya, AI milik pengguna dapat bernegosiasi langsung dengan AI milik perusahaan travel untuk mencari, memesan, dan membeli paket liburan berdasarkan kebiasaan digital dan preferensi pengguna.
Namun, Infobip menilai kesiapan perusahaan masih rendah. Saat ini, hanya sekitar 5% proyek AI agent di perusahaan yang berhasil masuk tahap produksi. Hambatan utama berasal dari data yang terpisah-pisah (data silo) dan struktur organisasi internal yang belum mendukung integrasi teknologi AI secara menyeluruh.
Untuk menghadapi era komunikasi berbasis AI ini, perusahaan dinilai perlu menghapus sekat data antar divisi, mulai dari pemasaran hingga layanan pelanggan, agar AI memiliki pandangan terpadu terhadap perjalanan pelanggan.
“Perusahaan harus bertindak sekarang. Struktur organisasi yang mendukung pertukaran data secara mulus akan menjadi kunci keberhasilan adopsi AI agent. Brand yang tidak siap menghadapi perubahan ini berisiko kehilangan daya saing,” tutup Kutić.
Infobip menegaskan, transformasi menuju komunikasi berbasis agentic AI akan menjadi fondasi utama interaksi brand dan konsumen dalam dekade mendatang. (*AMBS)
