Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Technology

Ternyata, 95% Pemimpin Data Akui Sulit Menelusuri Keputusan AI

15 Desember 2025
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Adopsi AI Asia Tenggara

Studi McKinsey: Adopsi AI Asia Tenggara Lebih Cepat dari Dunia, Singapura dan Indonesia Terdepan (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Sebanyak 95 % pemimpin data global mengakui tidak memiliki visibilitas penuh terhadap proses pengambilan keputusan kecerdasan buatan (AI). Temuan tersebut terungkap dalam laporan “Global AI Confessions Report: Data Leaders Edition” yang dirilis oleh Dataiku, platform AI universal.

Laporan tersebut disusun berdasarkan survei yang dilakukan oleh The Harris Poll terhadap lebih dari 800 eksekutif senior bidang data, termasuk CIO dan CDO, di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Uni Emirat Arab, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan.

Co-founder dan CEO Dataiku Florian Douetteau mengatakan bahwa tantangan utama implementasi AI saat ini terletak pada kepercayaan dan tata kelola.

“Temuan paling mengkhawatirkan dari laporan ini adalah perusahaan mempertaruhkan masa depan mereka pada sistem AI yang belum sepenuhnya dipercaya. Namun sebagian besar kegagalan AI disebabkan oleh hambatan yang dapat diatasi melalui peningkatan keterjelasan, keterlacakan, dan tata kelola yang kuat,” ujar Florian, Senin (15/12/2025).

Baca juga :   Infokost.id, Hadirkan Pencarian Kost Berbasis Gaya Hidup

Meski 86% responden menyatakan AI telah menjadi bagian dari operasional harian perusahaan, laporan ini mencatat masih adanya kekhawatiran signifikan terkait tata kelola, keterjelasan (explainability), dan kepercayaan terhadap sistem AI. Hanya 19% pemimpin data yang selalu meminta agen AI untuk menunjukkan proses pengambilan keputusan sebelum disetujui, sementara 52% mengaku menunda atau membatalkan implementasi agen AI tertentu karena keterbatasan penjelasan.

Laporan tersebut juga menyoroti tekanan besar yang dihadapi para pemimpin data. Sebanyak 46% responden menyebut CIO dan CDO paling sering menerima apresiasi atas keberhasilan inisiatif AI, namun 56% mengatakan mereka juga menjadi pihak yang paling mungkin disalahkan jika AI menyebabkan kerugian bisnis. Bahkan, 60% pemimpin data mengaku khawatir akan kehilangan pekerjaan jika AI gagal menunjukkan hasil nyata dalam dua tahun ke depan.

Baca juga :   Perang Tarif, Telkom Pilih Fokus Pada Kualitas Layanan Fix Broadband

Dari sisi keandalan, kepercayaan terhadap hasil AI dinilai masih rapuh. Sebanyak 59% responden melaporkan bahwa halusinasi atau ketidakakuratan AI telah menimbulkan masalah bisnis dalam 12 bulan terakhir. Meski 82% percaya AI mampu melampaui kemampuan atasan mereka dalam analisis bisnis, 74% menyatakan akan kembali ke proses manual apabila tingkat kesalahan AI melebihi 6%. Selain itu, 89% responden menyebutkan setidaknya ada satu fungsi bisnis yang tidak akan pernah sepenuhnya mereka serahkan kepada AI.

Laporan ini juga menyoroti adanya kesenjangan pandangan antara pemimpin data dan jajaran CEO. Merujuk pada “Global AI Confessions Report: CEO Edition”, para CEO dinilai jauh lebih optimistis terhadap adopsi AI. Namun, hanya 39% pemimpin data yang menilai jajaran C-suite benar-benar memahami AI. Sebanyak 68% percaya eksekutif melebih-lebihkan tingkat akurasi AI, dan 73% menilai mereka meremehkan kompleksitas untuk mencapai reliabilitas AI sebelum masuk ke tahap produksi.

Baca juga :   Indonesia Internet Expo and Summit 2025 Ajang Kolaborasi Ekosistem Internet Nasional

Kesenjangan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat banyak proyek AI terhenti di tahap proof-of-concept (POC) atau uji coba. Bahkan, 56% pemimpin data memperkirakan akan ada CEO yang kehilangan jabatannya pada 2026 akibat strategi AI yang gagal. (*AMBS)

Tags: Dataikuproses pengambilan keputusan kecerdasan buatan (AI)
Previous Post

INDODAX Kuasai 44,68% Pangsa Pasar Kripto Indonesia pada Oktober 2025

Next Post

Tim Pelajar Indonesia Kembangkan Prototipe Drone Berbasis AI Untuk Pemetaan Daerah Bencana

Related Posts

Program AI Ready ASEAN
News

Bantu Perusahaan Kelola Agent AI, Dataiku Luncurkan Agent Hub

24 Oktober 2025
0
Load More
Next Post
Tim Pelajar Indonesia Kembangkan Prototipe Drone Berbasis AI Untuk Pemetaan Daerah Bencana

Tim Pelajar Indonesia Kembangkan Prototipe Drone Berbasis AI Untuk Pemetaan Daerah Bencana

Program Terampil di Awan 2.0 Kolaborasi Telkomsel dan AWS, Luluskan 750 Talenta Digital Disabilitas

Program Terampil di Awan 2.0 Kolaborasi Telkomsel dan AWS, Luluskan 750 Talenta Digital Disabilitas

Tiga Startup Teratas Ajang Semesta AI 2025 Sukses Implementasikan AI

Tiga Startup Teratas Ajang Semesta AI 2025 Sukses Implementasikan AI

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version