youngster.id - Maybank Indonesia (PT Bank Maybank Indonesia Tbk.) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian untuk Tahun Buku 2025. Maybank Indonesia berhasil membukukan performa impresif dengan lonjakan Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Nonpengendali (PATAMI) sebesar 48,5% secara tahunan (Y-o-Y) menjadi Rp1,66 triliun.
Pertumbuhan laba yang signifikan ini didorong oleh penurunan biaya provisi serta pengelolaan biaya operasional yang lebih efisien. Laba Sebelum Pajak (PBT) Bank juga tercatat naik 38,9% mencapai Rp2,22 triliun.
Pencapaian sepanjang 2025 ini sekaligus menandai tuntasnya strategi transformasi tiga tahun M25+. Strategi ini fokus pada penguatan fundamental bisnis dan peningkatan kapabilitas organisasi melalui lima pilar bisnis yang terintegrasi.
“Di sepanjang 2025, kami berfokus untuk meningkatkan kualitas pendapatan yang mumpuni serta berkelanjutan. Kami secara disiplin mengelola biaya dan mengoptimalkan struktur pendanaan,” ujar Steffano Ridwan, Presiden Direktur Maybank Indonesia.
Sementara itu, Pendapatan Operasional Bruto (GOI) mencapai Rp9,55 triliun (naik 3,1% Y-o-Y), Net Interest Margin (NIM): 4,3%, Rasio NPL (Gross) membaik ke level 2,2% (dari 2,7% di 2024), dan Rasio CASA meningkat menjadi 57,6%.
Meskipun total kredit terkoreksi 3,1% menjadi Rp123,64 triliun akibat rebalancing portofolio korporasi, segmen ritel dan UKM menunjukkan geliat positif. Kredit Business Banking tumbuh 11,6%, sementara kredit otomotif naik 8,6%.
Di sisi pendanaan, Maybank Indonesia berhasil memperbaiki struktur biaya dana. Rasio CASA (Giro dan Tabungan) naik menjadi 57,6%, didukung oleh peningkatan transaksi digital melalui platform M2E (korporasi) dan M2U (ritel) yang tumbuh signifikan masing-masing sebesar 11,7% dan 23,4%.
Unit Usaha Syariah (UUS) Maybank Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan lonjakan PBT sebesar 104,0% menjadi Rp847 miliar. Pembiayaan syariah kini berkontribusi sebesar 28,1% terhadap total portofolio pembiayaan bank.
Selain itu, Maybank juga mempertegas komitmen pada keberlanjutan (ESG). Pembiayaan transportasi ramah lingkungan meroket 131%, sementara sektor energi terbarukan tumbuh fantastis sebesar 499% selama tahun 2025.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, menyatakan bahwa keberhasilan transisi M25+ memberikan landasan kuat untuk melangkah ke fase berikutnya, yaitu strategi ROAR30.
“Strategi ROAR30 adalah rencana lima tahun untuk percepatan pertumbuhan, penguatan teknologi, dan keberlanjutan. Kami ingin menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan rasio permodalan (CAR) yang kuat di level 27,3% dan likuiditas yang sehat (LDR 90,3%), Maybank Indonesia optimis dapat menjaga resiliensi dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. (*AMBS)
















Discussion about this post