Rabu, 25 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline BizTech

Momentum Works: Pasar Food Delivery Asia Tenggara Tumbuh 18% pada 2025, GMV US$22,7 Miliar

28 Januari 2026
in BizTech
Reading Time: 2 mins read
grabfood

Momentum Works: Pasar Food Delivery Asia Tenggara Tumbuh 18% pada 2025, GMV US$22,7 Miliar (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Nilai transaksi bruto (gross merchandise value/GMV) layanan pesan-antar makanan (food delivery) di Asia Tenggara tumbuh 18% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$22,7 miliar pada 2025. Bagaimana di Indonesia?

Menurut laporan terbaru Momentum Works bertajuk “Food Delivery Platforms in Southeast Asia”, sektor food delivery di Asia Tenggara memasuki fase yang lebih matang dan terstruktur setelah beberapa tahun melakukan penyesuaian pasca pandemi. Pertumbuhan GMV kembali menguat, sementara para pemain utama memperbaiki unit ekonomi dan disiplin keuangan.

CEO dan Founder Momentum Works, Jianggan Li, mengatakan sektor food delivery di Asia Tenggara terus berkembang baik dari sisi cakupan layanan maupun basis konsumen.

“Memasuki 2026, kami melihat akan terjadi konvergensi yang lebih besar dalam ekosistem digital di Asia Tenggara dengan dampak yang melampaui kawasan,” ujar Li, seperti dilansir DealStreetAsia.com, Rabu (28/1/2026).

Baca juga :   Transaksi GrabFood Raih Setengah dari Total GMV Pesan-Antar Makanan di Asia Tenggara

Berdasarkan laporan tersebut, Thailand mencatat pertumbuhan tertinggi di kawasan sebesar 22% YoY, didorong oleh program keterjangkauan harga dari platform, persaingan pasar, serta kembalinya program subsidi pemerintah Khon La Khrueng (skema setengah-setengah). Indonesia, Malaysia, dan Vietnam menyusul dengan pertumbuhan masing-masing sekitar 18% hingga 19%.

Momentum Works memperkirakan platform food delivery di Asia Tenggara kini melayani sekitar 8,5–9,5 juta pesanan per hari, hampir dua kali lipat dibandingkan India, meskipun jumlah penduduk India sekitar dua kali lebih besar. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kepadatan urban, tingginya adopsi layanan pesan-antar sebagai pengganti makan di luar, serta strategi diskon dan keterjangkauan harga.

Dari sisi pemain, Grab tetap memimpin pasar dengan pangsa regional meningkat dari 53,8% pada 2024 menjadi 55% pada 2025. ShopeeFood menyalip Foodpanda dan menjadi pemain terbesar kedua di Asia Tenggara dengan pangsa pasar naik dari 11,9% menjadi 14%.

Baca juga :   Momentum Works: Nilai GMV e-Commerce Asia Tenggara Capai US$145,2 Miliar pada 2024

Di Malaysia, Filipina, dan Singapura, Grab menguasai sekitar dua pertiga pasar. Di Thailand, Grab dan Line Man menguasai hampir 90% pasar setelah Foodpanda keluar dari negara tersebut pada Mei 2025. Sementara di Vietnam, Grab dan ShopeeFood masih bersaing ketat dan mendominasi mayoritas pesanan.

Laporan juga mencatat platform semakin fokus pada strategi keterjangkauan harga untuk mendorong pertumbuhan pasar massal. Meski nilai transaksi rata-rata per pesanan sedikit menurun, pertumbuhan GMV tetap meningkat karena frekuensi pesanan dan jumlah pengguna bertambah.

Selain layanan antar, platform food delivery mulai memperluas peran menjadi pengatur permintaan (demand orchestrator) melalui layanan makan di tempat (dine-out), iklan, serta fitur penemuan berbasis konten dan insentif. Peran platform bergeser dari sekadar saluran transaksi menjadi bagian penting dari ekosistem industri makanan dan minuman (F&B).

Baca juga :   Dukung UMKM Indonesia Tembus Pasar Global, Pendopo Gandeng INA Trading

Momentum Works juga menilai konsolidasi pasar tidak terhindarkan meski menghadapi tantangan regulasi dan politik. Persaingan dinilai tetap ketat, namun kini lebih disiplin dan dipengaruhi oleh skala bisnis, efisiensi biaya, serta kesesuaian regulasi dibandingkan ekspansi agresif.

Pada kuartal III 2025, segmen delivery Grab mencatat pertumbuhan GMV sebesar 26% menjadi US$3,7 miliar, dengan pendapatan meningkat dari US$380 juta pada kuartal III 2024 menjadi US$465 juta pada kuartal III 2025.

Momentum Works menilai pangsa pasar pada 2026 dan seterusnya akan semakin ditentukan oleh kekuatan ekosistem digital masing-masing pemain serta kemampuan mereka mengintegrasikan layanan food delivery dengan e-commerce, transportasi, dan layanan digital lainnya. (*AMBS)

 

Tags: Food Deliverylayanan pesan antar makananMomentum Works
Previous Post

Digital Edge Investasi US$4,5 Miliar Bangun Kampus Data Center AI 500MW di Bekasi

Next Post

Grab AI DevX Connect 2026, Dorong Talenta Lokal Kelola AI Skala Besar

Related Posts

TikTok Shop
e-Commerce

TikTok Shop Indonesia Tembus Rp200 Triliun, Jadi Pasar Terbesar Kedua di Dunia

12 Februari 2026
0
e-commerce
Headline

Momentum Works: Nilai GMV e-Commerce Asia Tenggara Capai US$145,2 Miliar pada 2024

26 Juni 2025
0
e-commerce
Headline

GMV e-Commerce di Asia Tenggara Naik 15% Jadi US$114,6 Miliar pada Tahun 2023

17 Juli 2024
0
Load More
Next Post
Grab AI DevX Connect 2026

Grab AI DevX Connect 2026, Dorong Talenta Lokal Kelola AI Skala Besar

Hytera

Perkuat Layanan PoC, Hytera Luncurkan Platform Lokal di Indonesia

Tren Rekrutmen 2026

Tren Rekrutmen 2026: Evolusi AI dari Adopsi ke Integrasi Keterampilan

Discussion about this post

Recent Updates

Mambu

Mambu Perluas Payments Hub ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Pasar Utama

25 Februari 2026
bisnis kost

Ramadan Jadi Periode Performa Terendah Bagi Bisnis Kost

25 Februari 2026
Investasi AI

Lonjakan Investasi AI Menandai Fase Baru bagi Ritel Jelang Perayaan Hari Raya

25 Februari 2026
Kemasan Berkelanjutan

#GreenGeneration Sustainability Business Case Competition, Jawab Tantangan Kemasan Berkelanjutan

25 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Mambu

Mambu Perluas Payments Hub ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Pasar Utama

25 Februari 2026
bisnis kost

Ramadan Jadi Periode Performa Terendah Bagi Bisnis Kost

25 Februari 2026
Investasi AI

Lonjakan Investasi AI Menandai Fase Baru bagi Ritel Jelang Perayaan Hari Raya

25 Februari 2026
Kemasan Berkelanjutan

#GreenGeneration Sustainability Business Case Competition, Jawab Tantangan Kemasan Berkelanjutan

25 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version