youngster.id - Pedagang asset kripto Tokocrypto mencatat pertumbuhan bisnis yang solid sepanjang 2025 dengan peningkatan jumlah pengguna, ekspansi produk, serta penguatan ekosistem industri kripto nasional. Kinerja tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026 yang didukung Xendit sebagai mitra strategis.
Hingga akhir 2025, Tokocrypto telah melayani lebih dari 4,8 juta pengguna, dengan pertumbuhan pengguna aktif tahunan (year on year/YoY) mencapai 75%. Sepanjang tahun lalu, total nilai transaksi Tokocrypto tercatat melampaui Rp160 triliun dengan pangsa pasar lebih dari 40%.
Dari sisi produk, Tokocrypto menyediakan lebih dari 480 pasangan perdagangan berbasis rupiah (IDR pairs), menjadikannya salah satu bursa kripto di Indonesia dengan pilihan IDR pair terbanyak.
Selain itu, Tokocrypto telah menjalin lebih dari 100 kemitraan brand strategis dan aktif mendorong edukasi kripto nasional melalui 168 inisiatif literasi yang menjangkau lebih dari 125 ribu peserta di 50 kota. Perusahaan juga menjadi exchange pertama yang menggelar kegiatan literasi kripto secara offline di Papua.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan strategi perusahaan yang berfokus pada kepercayaan, inovasi, dan tata kelola yang kuat.
“Pertumbuhan perusahaan tidak hanya berfokus pada akuisisi pengguna, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis. Kami terus membangun perusahaan yang sehat secara finansial, inovatif dalam produk, serta patuh terhadap regulasi,” ujar Calvin, dikutip Jum’at (30/1/2026).
Dalam pengembangan produk, Tokocrypto menghadirkan berbagai fitur baru seperti layanan staking dengan lebih dari 80 aset kripto, fitur AI Analysis untuk analisis sentimen pasar, Rewards Hub, serta pengembangan fitur lanjutan seperti QRIS Deposit dan layanan Futures atau Derivatif yang direncanakan hadir tahun ini.
Momentum pertumbuhan Tokocrypto tercermin dalam pelaksanaan Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026, forum tahunan yang mempertemukan pelaku industri, regulator, dan komunitas kripto. Salah satu sorotan acara ini adalah paparan Dataxet Sonar bertajuk 2025 Social Media Crypto Insight yang menunjukkan percakapan kripto, Web3, dan blockchain di media sosial Indonesia meningkat hampir 30% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, laporan 2025 Indonesia Crypto & Web3 Industry Report yang dipaparkan Indonesia Crypto Network (ICN) dan Coinvestasi mengungkap dominasi Generasi Z (usia 18–34 tahun) sebagai tulang punggung investor kripto nasional.
Acara ICO 2026 turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Arief Wibisono, Direktur Utama Bursa CFX Subani, Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia Robby, Co-Founder Saratoga Sandiaga Uno, serta perwakilan dari Xendit, Dataxet Sonar, dan Coinvestasi.
Dengan kinerja bisnis yang solid dan peran aktif dalam pengembangan ekosistem, Tokocrypto menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam mendorong pertumbuhan industri kripto Indonesia menuju fase yang lebih matang dan berkelanjutan. (*AMBS)



















Discussion about this post