youngster.id - Belanja kebutuhan sehari-hari kini semakin bergeser ke platform e-commerce. Produk seperti makanan, minuman, kebutuhan rumah tangga, produk kecantikan hingga kebutuhan bayi semakin mudah ditemukan dan dibeli melalui marketplace.
Perubahan tersebut tercermin dari nilai transaksi fast-moving consumer goods (FMCG) di e-commerce Indonesia yang mencapai Rp88,4 triliun sepanjang Januari-Juni 2026.
Berdasarkan laporan FMCG E-commerce Market Insight Semester 1 2026 dari Compas.co.id, nilai transaksi tersebut tumbuh 29,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan juga terjadi pada volume penjualan di hampir seluruh kategori yang dipantau.
“Pertumbuhan pasar FMCG e-commerce Indonesia di Semester 1 2026 bukan sekadar angka saja, tapi juga sinyal pasar sedang dalam fase ekspansi yang sehat,” kata Hanindia Narendrata CEO Compas.co.id dalam keterangan pers, dikutip Selasa (25/8/2026).
Pertumbuhan transaksi terjadi di lima kategori FMCG yang dipantau Compas, yakni Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Homecare, serta Mom & Baby.
Homecare menjadi kategori dengan pertumbuhan nilai penjualan paling tinggi. Nilainya melonjak 78,3% secara tahunan, sementara volume penjualan meningkat 42%.
Food & Beverages menyusul dengan pertumbuhan nilai penjualan 52,1% dan volume 33%. Sementara itu, Beauty & Care mencatat kenaikan nilai 20,8% dan volume 12,8%.
Kategori Healthcare tumbuh 24,4% dari sisi nilai dan 20% dari volume. Adapun Mom & Baby menjadi kategori dengan pertumbuhan lebih moderat, dengan nilai penjualan naik 18,7% dan volume 3,6%.
Pertumbuhan nilai dan volume yang terjadi secara bersamaan menunjukkan peningkatan transaksi FMCG online tidak hanya didorong oleh kenaikan nilai belanja, tetapi juga peningkatan jumlah produk yang terjual.
Shopee dan TikTok ShopTokopedia Kuasai Pasar
Hanindia menjelaskan, pertumbuhan FMCG online juga berlangsung di tengah semakin terkonsolidasinya pasar e-commerce.
Compas mencatat Shopee dan TikTok ShopTokopedia secara bersama-sama menguasai 99% penjualan FMCG di setiap kategori yang dipantau selama semester pertama 2026.
Meski demikian, kedua platform memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. TikTok ShopTokopedia mencatat pertumbuhan Official Store yang agresif pada kategori Beauty, Food & Beverages, Healthcare, serta Mom & Baby.
Sementara itu, Homecare menjadi pengecualian. Shopee kembali mendominasi kategori tersebut dengan pangsa 69%, meningkat 8 poin persentase hanya dalam satu semester.
Menurut Hanindia, kondisi tersebut membuat brand tidak bisa menggunakan strategi yang sama di kedua platform.
“Pasar sudah terkonsolidasi ke dua platform, tapi keduanya tidak bisa diperlakukan dengan strategi yang sama,” katanya.
Menurut Hanindia, selain perubahan kebiasaan belanja, momentum musiman turut memengaruhi transaksi FMCG online pada paruh pertama 2026.
Ramadan dan Lebaran yang berlangsung pada kuartal pertama menjadi salah satu periode dengan peningkatan permintaan terhadap sejumlah produk FMCG.
Di kategori Food & Beverages, misalnya, nilai penjualan Mineral Water melonjak 219% secara tahunan. Cooking Oil tumbuh 123%, sedangkan Candy meningkat 121%.
Pola serupa terlihat pada kategori lain. Di Beauty, Nail Polish mencatat pertumbuhan nilai 119%, sementara di Healthcare, Eye Care tumbuh 91%. Pada Homecare, penjualan Insektisida meningkat 162%.
Menurut Compas, pola peningkatan transaksi selama Ramadan dan Lebaran juga terlihat pada tahun-tahun sebelumnya. Periode tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi brand FMCG untuk meningkatkan penjualan dengan menyesuaikan produk dan strategi pemasaran terhadap kebutuhan musiman.
Brand Lama Masih Mendominasi
Besarnya pasar FMCG e-commerce juga membuat persaingan semakin terbuka bagi brand baru. Namun, data Compas menunjukkan brand yang sudah lebih dulu berada di marketplace masih mendominasi pertumbuhan.
Existing brand menyumbang sekitar 92%-96% dari total pertumbuhan nilai penjualan pada lima kategori FMCG sepanjang semester pertama 2026.
Di kategori Beauty & Care, misalnya, terdapat 4.219 brand baru yang masuk pasar. Namun, kontribusinya hanya sekitar Rp600 miliar dari total tambahan penjualan sebesar Rp7,4 triliun.
Di kategori Homecare, sebanyak 1.730 brand baru masuk, tetapi hanya menyumbang sekitar Rp100 miliar dari total pertumbuhan penjualan Rp2 triliun.
Meski kontribusi brand baru masih relatif kecil, persaingan FMCG di marketplace tetap semakin dinamis. Sejumlah pemain baru mulai mampu meningkatkan peringkat penjualan, sementara sebagian brand lainnya kehilangan momentum.
Data Compas tersebut mencakup lima kategori FMCG, yakni Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, dan Homecare. Data berasal dari Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli untuk periode Januari-Juni 2026.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post