youngster.id - Bagi banyak anak muda, saat ini menjadi pelaku usaha mulai menjadi jalur karier yang diminati. Kemudahan akses teknologi digital, membuat semakin banyak generasi muda di Indonesia berani membangun bisnis sejak dini. Menariknya, ambisi mereka tidak lagi sebatas pasar lokal. Banyak yang langsung membidik pasar internasional, terutama jika produk yang dimiliki punya potensi ekspor.
Namun, di balik peluang besar tersebut, ada tantangan yang tidak kecil. Salah satu yang paling sering dihadapi adalah soal kepercayaan dan keamanan. Dalam perdagangan lintas negara, pelaku usaha—terutama yang baru merintis—sering kali kesulitan meyakinkan pembeli global. Kekhawatiran akan penipuan, pembayaran yang tidak aman, hingga ketidakjelasan proses transaksi masih menjadi hambatan utama. Belum lagi risiko menghadapi buyer yang tidak kredibel, yang bisa merugikan bisnis dalam jangka panjang.
Untuk mendukung hal itu, platform digital Alibaba.com meluncurkan layanan Trade Assurance di Indonesia. Head of South and Southeast Asia, Alibaba.com Roger Luo mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendukung ambisis perdagangan global dari para pelaku UMKM Indonesia melalui infrastruktur digital yang tepat.
“Trade Assurance dapat menghubungkan penjual Indonesia dengan ekosistem global yang menjangkau lebih dari 50 juta pembeli aktif, menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih aman dan mudah diakses,” katanya pada jumpa pers, Rabu (15/4/2026) di Jakarta.
Roger menegaskan, layanan ini bukan hanya sebagai jembatan untuk mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai negara, tetapi juga sebagai penyedia sistem yang mampu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih aman dan mudah di akses.
“Di pasar global, kepercayaan menjadi kunci daya saing, Untuk itu, kami berkomitmen untuk memastikan eksportir Indonesia menjadi pilihan favorit bagi pembeli global,” ujarnya.
Sementara itu, Head of Global Supply Chain Services Alibaba.com, Summer Gao menjelaskan, layanan ini membantu meningkatkan efisiensi operasional dan didukung sistem pembayaran yang aman dan alur transaksi yang lebih jelas. Bahkan, Trade Assurance juga dilengkapi fitur untuk mengidentifikasi potensi pembeli yang berisiko, sehingga mendukung pengelolaan risiko yang lebih baik sejak awal transaksi.
“Trade Assurance bukan sekadar fitur perlindungan, tetapi juga alat instrumental untuk membantu penjual membangun reputasi yang kredibel,” ujarnya.
Layanan ini telah hadir di sejumlah negara seperti China, India, Korea Selatan dan Jepang. Di Indonesia layanan Trade Assurance telah diujicobakan dalam beberapa bulan terakhir. Hasilnya, data platform Alibaba.com menunjukkan bahwa suppliers dengan Trade Assurance memperoleh tiga kali lebih banyak traffic, berupa ulasan, klik, dan pertanyaan dibandingkan dengan suppliers yang tidak menggunakan Trade Assurance
“Seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi melalui Trade Assurance, pelaku usaha dapat membangun rekam jejak dan memperkuat kehadirannya di Alibaba.com, sehingga lebih mudah dikenali oleh pembeli di seluruh dunia sebagai mitra bisnis yang terpercaya. Dalam jangka panjang, hal ini membuka lebih banyak peluang bisnis dan mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ungkap Summer.
Dalam satu tahun terakhir, jumlah eksportir Indonesia yang bergabung di Alibaba.com juga meningkat lebih dari 30%. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha lokal yang mulai melihat pasar global sebagai peluang nyata, bukan sekadar wacana.
Salah satunya James Dharman CEO PT Commotrade Indonesia yang sudah memanfaatkan Trade Assurance di platform Alibaba.com untuk menjangkau pasar global.
“Sebelumnya, pembeli global cenderung ragu untuk mengirimkan pembayaran ke perusahaan baru di luar negeri. Trade Assurance memberikan kepastian ‘pay now’ yang mampu mengubah percakapan menjadi transaksi, sementara sistem escrow memberikan rasa aman bagi kami,” katanya.
Ke depan, Alibaba.com juga terus mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung perdagangan global, salah satunya melalui Accio Work Agent—platform AI yang dirancang untuk mempermudah proses sourcing dan koneksi bisnis lintas negara.
Di tengah meningkatnya minat anak muda untuk terjun ke dunia usaha, dukungan ekosistem digital seperti ini menjadi faktor penting. Bukan hanya membuka akses ke pasar global, tetapi juga memberikan fondasi kepercayaan yang dibutuhkan untuk berkembang. Karena pada akhirnya, dalam bisnis lintas negara, bukan hanya produk yang menentukan—tetapi juga seberapa besar rasa percaya yang bisa dibangun.
STEVY WIDIA
