Rabu, 15 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Digital Business

Indonesia Jadi Pasar Paling Menantang untuk Pengembangan AI

15 Juli 2026
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read
Google Cloud Indonesia

Country Director Google Cloud Indonesia Karim Siregar. (Foto: stevywidia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Google Cloud menilai Indonesia menjadi salah satu pasar yang paling menantang sekaligus penting dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dengan jutaan pengguna yang mengandalkan perangkat mobile dan tersebar dari kota besar hingga daerah tier-2 dan tier-3, Indonesia dinilai menjadi “ujian nyata” bagi kemampuan AI untuk bekerja dalam skala besar.

Country Director Google Cloud Indonesia Karim Siregar mengatakan, kompleksitas pasar Indonesia membuat perusahaan teknologi harus mampu menghadirkan solusi AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat diimplementasikan secara aman dan efisien.

“Di era agentic AI, salah satu tolok ukur penting bagi kapabilitas engineering adalah kemampuan menghadirkan solusi dalam skala Indonesia yang sesungguhnya. Dengan jutaan pengguna yang mengutamakan perangkat mobile dan tersebar dari pusat metropolitan hingga kota tier-2 dan tier-3, Indonesia menjadi pasar yang benar-benar menguji kemampuan dalam menangani volume dan kompleksitas,” ujar Karim dalam ajang Indonesia Leaders’ Connect 2026, Rabu (15/7/2026) di Jakarta.

Menurut Karim, kondisi tersebut mendorong Google Cloud mengubah pendekatan dari “cloud first” menjadi “AI ready”. Artinya, perusahaan kini tidak hanya menyediakan infrastruktur komputasi awan, tetapi juga membantu organisasi mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis melalui platform Gemini Enterprise.

Selain itu, dia menilai adopsi AI di Indonesia kini telah memasuki fase baru. Jika sebelumnya perusahaan masih banyak bereksperimen, kini AI mulai diterapkan untuk menghasilkan dampak bisnis yang terukur.

Salah satu contohnya datang dari Emtek Group yang memanfaatkan teknologi generative AI dalam produksi konten melalui platform VidioGen. Teknologi tersebut diklaim mampu memangkas waktu dan biaya pengembangan ulang serial New Keluarga Somat hingga 30% tanpa menghilangkan peran kreatif manusia dalam proses storytelling.

Di sektor telekomunikasi, Indosat menggunakan AI untuk meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus mendukung pengambilan keputusan terkait kapasitas jaringan. Dalam waktu 90 hari, implementasi AI disebut berhasil menurunkan tingkat pelanggan yang berhenti menggunakan layanan (churn) hingga 50%, meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) lebih dari 6%, serta mengidentifikasi potensi penghematan biaya sekitar US$86,5 juta melalui pengelolaan kapasitas jaringan berbasis AI.

Melihat meningkatnya kebutuhan implementasi AI di berbagai sektor, Google Cloud juga memperluas tim Forward-Deployed Engineer (FDE) di Indonesia. Tim ini terdiri dari para spesialis AI yang bekerja langsung bersama pelanggan untuk mempercepat penerapan teknologi AI generatif ke lingkungan produksi. Mereka membantu perusahaan mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis, mulai dari layanan pelanggan, analisis data, hingga optimalisasi rantai pasok.

Sementara itu, Vice President Customer Enginering Google Cloud Asia Pasific Moe Abdula  meyakini, keberhasilan implementasi AI tidak lagi diukur dari banyaknya eksperimen yang dilakukan, melainkan dari kemampuan organisasi mengintegrasikan AI ke dalam aktivitas operasional sehingga mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pengalaman pelanggan.

Untuk itu, fokus perusahaan kini bukan lagi mendorong organisasi mencoba AI, melainkan memastikan teknologi tersebut memberikan hasil bisnis yang nyata.

“Pemimpin bisnis di Indonesia kini tidak lagi mempertanyakan apakah mereka perlu mengadopsi AI generatif, melainkan seberapa cepat mereka dapat menerapkannya secara aman. Kami ingin membantu mereka menghilangkan hambatan dalam adopsi AI sekaligus membangun alur kerja berbasis AI agentik yang akan menjadi fondasi masa depan bisnis,” katanya.

.

STEVY WIDIA

Tags: Agentic AIAIEMTEKGemini EnterpriseGoogle CloudIndosatKarim Siregarkecerdasan buatantransformasi digital
Previous Post

Genjot Produksi Migas, Nawakara Terapkan AI dan IoT untuk Proteksi Sistem SCADA

Next Post

tiket.com Andalkan Agentic AI untuk Tangani 75 Ribu Permintaan Pelanggan Setiap Bulan

Related Posts

tiket.com Andalkan Agentic AI untuk Tangani 75 Ribu Permintaan Pelanggan Setiap Bulan
Technology

tiket.com Andalkan Agentic AI untuk Tangani 75 Ribu Permintaan Pelanggan Setiap Bulan

15 Juli 2026
0
Agentic AI Privy
Technology

Antisipasi Peran ‘Agentic AI’, Privy Siapkan Infrastruktur Kepercayaan Digital Berbasis Kriptografi

14 Juli 2026
0
Transformasi digital Pertamina Geothermal Energy
Technology

Akselerasi Transformasi Digital, PGE Rilis 5 Produk Ekosistem ‘G-Bionic’

14 Juli 2026
0
Load More
Next Post
tiket.com Andalkan Agentic AI untuk Tangani 75 Ribu Permintaan Pelanggan Setiap Bulan

tiket.com Andalkan Agentic AI untuk Tangani 75 Ribu Permintaan Pelanggan Setiap Bulan

Discussion about this post

Recent Updates

tiket.com Andalkan Agentic AI untuk Tangani 75 Ribu Permintaan Pelanggan Setiap Bulan

tiket.com Andalkan Agentic AI untuk Tangani 75 Ribu Permintaan Pelanggan Setiap Bulan

15 Juli 2026
Google Cloud Indonesia

Indonesia Jadi Pasar Paling Menantang untuk Pengembangan AI

15 Juli 2026
Integrated Security Solution Nawakara

Genjot Produksi Migas, Nawakara Terapkan AI dan IoT untuk Proteksi Sistem SCADA

15 Juli 2026
OJK x Komdigi

Putus Aliran Dana Judi Online, OJK-Komdigi Incar Transaksi E-Wallet dan Kripto

15 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
tiket.com Andalkan Agentic AI untuk Tangani 75 Ribu Permintaan Pelanggan Setiap Bulan

tiket.com Andalkan Agentic AI untuk Tangani 75 Ribu Permintaan Pelanggan Setiap Bulan

15 Juli 2026
Google Cloud Indonesia

Indonesia Jadi Pasar Paling Menantang untuk Pengembangan AI

15 Juli 2026
Integrated Security Solution Nawakara

Genjot Produksi Migas, Nawakara Terapkan AI dan IoT untuk Proteksi Sistem SCADA

15 Juli 2026
OJK x Komdigi

Putus Aliran Dana Judi Online, OJK-Komdigi Incar Transaksi E-Wallet dan Kripto

15 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version