Laba Bank Neo Commerce Tembus Rp430,98 Miliar, Perkuat Fundamental Bisnis

Laba Bank Neo Commerce

Laba Bank Neo Commerce Tembus Rp430,98 Miliar, Perkuat Fundamental Bisnis (Foto: Istimewa/BNC)

youngster.id - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatatkan laba bersih setelah pajak atau Profit After Tax  (PAT) sebesar Rp430,98 miliar hingga September 2026. Pencapaian ini melanjutkan tren positif Perseroan dalam beberapa tahun terakhir sekaligus mencerminkan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan secara berkelanjutan. Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang menunjukkan tren positif sepanjang 2026.

Selain itu, BNC juga melakukan perbaikan efisiensi operasional serta memperkuat pengelolaan kualitas aset dan risiko secara lebih terukur.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Adrian Soewardjo, mengatakan bahwa kinerja hingga kuartal III 2026 merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat fundamental bisnis sebelum memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

“Stabilnya raihan laba hingga akhir kuartal III 2026 ini merupakan pencapaian yang menggembirakan bagi BNC. Namun, bagi kami, hal yang lebih penting adalah bagaimana pencapaian tersebut didukung oleh kualitas fundamental bisnis yang semakin baik. Kami terus mempertahankan profitabilitas, meningkatkan efisiensi, menjaga kualitas aset, serta memastikan bahwa setiap langkah pengembangan bisnis dilakukan secara terukur dan dengan prinsip kehati-hatian. Kami percaya bahwa fondasi yang semakin kuat akan memberikan kemampuan bagi BNC untuk tumbuh secara lebih sehat dan berkelanjutan ke depannya,” jelas Adrian dikutip dari keterangan pers, Rabu (4/11/2026).

Perkuat Fundamental untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Penguatan fundamental menjadi salah satu fokus BNC dalam mengembangkan bisnis <span;>retail banking<span;>. Strategi ini dilakukan dengan menjaga keseimbangan antara kemampuan menghasilkan keuntungan, efisiensi operasional, serta kualitas aset.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Perseroan untuk menghadapi fase pertumbuhan berikutnya. BNC menilai kesiapan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kinerja keuangan, tetapi juga perlu didukung permodalan, teknologi, sumber daya manusia, dan proses operasional yang memadai.

Menurut Adrian, penguatan berbagai kapabilitas tersebut diperlukan agar BNC dapat merespons perkembangan industri perbankan sekaligus memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berubah.

“Kami memandang bahwa fase pertumbuhan berikutnya harus dibangun dengan kesiapan yang menyeluruh, baik dari sisi kinerja keuangan, permodalan, teknologi, maupun kualitas sumber daya dan proses operasional. BNC akan terus memperkuat kapabilitas tersebut agar dapat merespons perkembangan industri dan kebutuhan nasabah dengan lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, fundamental bisnis yang solid akan menjadi landasan bagi BNC untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan sekaligus memperkuat posisinya sebagai bank dengan layanan digital yang sehat dan tepercaya.

Dengan capaian laba bersih Rp430,98 miliar hingga September 2026, BNC berupaya menjaga momentum kinerja positif melalui penguatan profitabilitas, efisiensi, dan pengelolaan risiko. Strategi tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang di tengah persaingan industri perbankan digital.

Persaingan industri perbankan digital tidak hanya menuntut perusahaan untuk memperluas jumlah nasabah dan layanan, tetapi juga menjaga profitabilitas serta membangun bisnis yang berkelanjutan. Kemampuan menghasilkan keuntungan dan mengelola risiko menjadi faktor penting bagi bank digital untuk memperkuat posisinya di tengah perkembangan industri keuangan.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version