youngster.id - J&T Global Express (J&T) melaporkan pencapaian finansial yang luar biasa untuk tahun penuh 2025. Perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$12,2 miliar, tumbuh signifikan sebesar 18,5% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
J&T mengumumkan telah menangani sebanyak 30,1 miliar paket sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini menandai momen bersejarah di mana perusahaan untuk pertama kalinya melampaui ambang batas 30 miliar paket, mewakili peningkatan volume sebesar 22,2% (yoy). Laba bersih yang disesuaikan (adjusted net profit) meroket tajam menjadi US$425 juta, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Arus kas bebas (free cash flow) perusahaan juga meningkat menjadi US$494 juta.
“J&T mengatribusikan pertumbuhan pesat ini pada peningkatan profitabilitas yang didorong oleh ekspansi operasional internasional yang terus meluas,” kata J&T Global Express, dalam keterangannya dikutip Selasa 31/3/2026).
Asia Tenggara tetap menjadi wilayah dengan performa terkuat bagi J&T Global Express. Volume paket di wilayah ini melonjak 67,8% menjadi 7,66 miliar paket, sementara pendapatan tumbuh 39,8% mencapai US$4,5 miliar. Profitabilitas di Asia Tenggara juga membaik, dengan EBIT yang disesuaikan (adjusted EBIT) meningkat 77,5% menjadi US$538 juta.
Berdasarkan data dari Frost & Sullivan, J&T berhasil mempertahankan posisinya sebagai penyedia layanan pengiriman ekspres terkemuka di Asia Tenggara selama enam tahun berturut-turut, dengan pangsa pasar yang meningkat menjadi 34,4%.
Di pasar China, perusahaan memproses sebanyak 22,07 miliar paket, meningkat 11,4% (yoy). Pendapatan dari pasar China naik 5% menjadi US$6,71 miliar. Meskipun menghadapi tekanan persaingan, J&T melaporkan profitabilitas yang stabil di pasar ini, didukung oleh kontrol biaya yang efektif dan peningkatan otomatisasi. Perusahaan juga memperluas layanan seperti cakupan pengiriman ke pedesaan, pergudangan awan (cloud warehousing), dan penyebaran kendaraan logistik tanpa awak (unmanned logistics vehicles).
Pencapaian signifikan juga tercatat di pasar-pasar baru—termasuk Arab Saudi, UEA, Meksiko, Brazil, dan Mesir—yang berhasil mencatatkan profitabilitas untuk pertama kalinya sejak diluncurkan pada tahun 2022. Volume paket di pasar-pasar ini tumbuh 43.6% menjadi 404 juta paket, sementara pendapatan meningkat 51.2% menjadi US$870 juta. EBIT yang disesuaikan mencapai US$4 juta, berbalik dari kerugian pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan di wilayah-wilayah baru ini didukung oleh kemitraan strategis dengan platform e-commerce besar, termasuk SHEIN, Temu, TikTok, dan AliExpress, serta kerja sama dengan Mercado Libre.
J&T terus berinvestasi dalam jaringan logistiknya, dengan mengoperasikan 246 pusat sortir secara global pada akhir tahun 2025. Pusat sortir utama yang dibangun sendiri di Guangzhou mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun 2025. Perusahaan juga memperluas kapasitas transportasi dan otomatisasi, menambah hampir 1.880 kendaraan angkutan jarak jauh (line-haul vehicles) dan meningkatkan peralatan sortir otomatis menjadi 413 unit. (*AMBS)

















Discussion about this post