Pendapatan Tembus Rp5,6 Triliun, Bukalapak Cetak Adjusted EBITDA Positif di Q3-2026

kinerja keuangan Bukalapak Q3 2026

Pendapatan Tembus Rp5,6 Triliun, Bukalapak Cetak Adjusted EBITDA Positif di Q3-2026 (Foto: Istimewa/Bukalapak)

youngster.id - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama (9M) 2026. Perseroan membukukan akumulasi pendapatan sebesar Rp5,6 triliun, tumbuh 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,7 triliun.

Pada kuartal ketiga (Q3) 2026, Bukalapak mengantongi pendapatan sebesar Rp1,6 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba kotor (gross profit) Perseroan naik menjadi Rp158 miliar pada Q3-2026 dari Rp123 miliar pada Q3-2025. Secara akumulatif 9M26, laba kotor terakumulasi Rp459 miliar, meningkat dari Rp376 miliar pada periode sama tahun lalu.

Perbaikan profitabilitas juga tercermin dari capaian Adjusted EBITDA yang berbalik positif menjadi Rp1 miliar pada Q3-2026, membaik dari posisi negatif Rp18 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif selama sembilan bulan pertama 2026, Adjusted EBITDA tercatat positif Rp11 miliar, naik Rp64 miliar dari posisi negatif Rp53 miliar pada 9M25.

Direktur PT Bukalapak.com Tbk, Victor Putra Lesmana, menjelaskan bahwa capaian positif ini didorong oleh langkah transformasi bisnis, efisiensi operasional, serta disiplin biaya.

“Kami berhasil menjaga pendapatan tetap stabil dan membukukan Adjusted EBITDA positif di tengah tantangan ekonomi global. Transformasi bisnis yang telah kami jalankan bersama peningkatan operasional dan disiplin biaya menjadi landasan bagi Perseroan untuk pencapaian yang solid ini. Hal ini juga menjadi pijakan untuk pertumbuhan ke depan dengan terus melangkah secara terukur menuju profitabilitas berkelanjutan,” ujar Victor, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Kinerja Lini Bisnis: Segmen Gaming dan Investment Tumbuh Pesat

Kinerja Bukalapak didorong oleh kontribusi positif dari seluruh lini bisnis utamanya. Segmen Gaming melalui platform Itemku dan Lapakgaming menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan mencatatkan lonjakan pendapatan 27% (YoY) menjadi Rp4,9 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Pertumbuhan tersebut diikuti kenaikan laba kotor menjadi Rp193 miliar dan peningkatan Adjusted EBITDA sebesar 50% (YoY) hingga mencapai Rp48 miliar berkat ekspansi ke pasar baru.

Sementara itu, segmen Mitra Bukalapak membukukan pendapatan sebesar Rp487 miliar, atau terkoreksi 21% (YoY) seiring adanya pergeseran strategi dari model bisnis first-party (1P) ke third-party (3P). Meski demikian, fokus pada produk bermargin tinggi berhasil mendorong kenaikan laba kotor menjadi Rp117 miliar serta membalikkan Adjusted EBITDA ke posisi positif sebesar Rp11 miliar.

Dari sektor investasi, BMoney melanjutkan tren pertumbuhan solid yang didorong oleh peningkatan transaksi investor high-net-worth. Segmen ini mencatatkan lonjakan pendapatan 54% (YoY) menjadi Rp69 miliar dengan laba kotor berposisi sama, serta perbaikan Adjusted EBITDA ke posisi negatif Rp2 miliar. Adapun segmen Retail membukukan pendapatan sebesar Rp209 miliar dengan laba kotor Rp85 miliar dan Adjusted EBITDA tercatat negatif Rp8 miliar.

Posisi Kas Kuat untuk Penetrasi Pasar

Per akhir September 2026, Bukalapak mencatatkan posisi kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp16,8 triliun. Amunisi finansial yang kuat ini memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk terus memperdalam penetrasi pasar melalui inovasi produk dan peningkatan pengalaman pengguna, sembari mempertahankan disiplin biaya demi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. (*AMBS)

 

Exit mobile version