youngster.id - Tokocrypto secara resmi mengumumkan bergabung ke dalam ekosistem ICEx Group. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pasar aset keuangan digital di Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan industri nasional yang semakin matang.
ICEx Group sendiri merupakan ekosistem infrastruktur aset keuangan digital terintegrasi yang beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ekosistem kokoh ini terdiri dari Indonesia Crypto Exchange (ICEx) sebagai bursa, Crypto Asset Clearing International (CACI) sebagai lembaga kliring, serta International Crypto Custodian (ICC) sebagai pengelola tempat penyimpanan aset digital.
Bergabungnya Tokocrypto berlangsung di tengah momentum positif industri aset keuangan digital nasional. Berdasarkan data terbaru dari OJK, jumlah akun konsumen aset keuangan digital dan kripto di Indonesia telah menembus 21,70 juta per April 2026, naik dari posisi Maret 2026 yang sebesar 21,37 juta akun.
Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi aset kripto di pasar spot tercatat mencapai Rp22,98 triliun pada April 2026. Jika diakumulasikan sepanjang Januari hingga April 2026, nilai transaksi spot bahkan telah mendekati angka Rp99 triliun. Tingginya angka ini menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital tetap kuat, sehingga membutuhkan platform terintegrasi yang aman dan teregulasi.
“Dengan telah bergabungnya lima PAKD hingga saat ini, kami melihat momentum positif bagi penguatan infrastruktur pasar aset keuangan digital Indonesia. Fokus kami tetap pada pembangunan ekosistem yang mengedepankan integritas pasar, efisiensi operasional, perlindungan investor, dan kepatuhan terhadap regulasi,” jelas CEO ICEx Group, Kai Hamza, dikutip Selasa (23/6/2026).
Hingga saat ini, Tokocrypto telah dipercaya oleh lebih dari 5 juta pengguna dan menyediakan akses perdagangan untuk lebih dari 400 aset kripto berbasis rupiah.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengungkapkan bahwa bergabungnya Tokocrypto ke ICEx Group merupakan milestone penting untuk memperluas kontribusi perusahaan dalam ekosistem keuangan yang terintegrasi.
“Kami percaya kolaborasi antar pelaku industri, dukungan infrastruktur pasar, serta inovasi berkelanjutan akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan ekosistem aset digital Indonesia ke depan,” ungkap Calvin.
Selain memacu kinerja bisnis yang berorientasi pada profitabilitas, Tokocrypto terus memanjakan pengguna melalui berbagai fitur andalan seperti perdagangan spot, Staking, pembeliaan berkala (DCA), hingga fitur interaktif seperti Gift Card dan Chatroom komunitas.
Tidak hanya berfokus pada sisi transaksi, Tokocrypto juga berkomitmen memperkuat peran edukasi publik lewat platform Tokonews dan Tokocrypto Academy guna membekali masyarakat dengan literasi yang matang seputar teknologi blockchain dan investasi digital. (*AMBS)

















Discussion about this post