Sokong Mahasiswa Indonesia Lewat Danacita, Pencil Finance Rampungkan Siklus Pembiayaan Web3 senilai US$1 Juta

Pencil Finance Danacita

Sokong Mahasiswa Indonesia Lewat Danacita, Pencil Finance Rampungkan Siklus Pembiayaan Web3 senilai US$1 Juta (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Protokol aset dunia nyata (Real-World Asset/RWA) Pencil Finance mengumumkan penyelesaian siklus penuh pembiayaan pendidikan berbasis blockchain (on-chain) bernilai US$1 juta (sekitar Rp15,5 miliar). Dana yang dialokasikan sejak Juli 2025 tersebut telah berhasil disalurkan kepada mahasiswa, dilunasi kembali, dan dikembalikan kepada para penyedia modal beserta hasilnya.

Seluruh tahapan transaksi dicatat secara digital di jaringan EDU Chain. Dalam menyalurkan pembiayaan ini, Pencil Finance berkolaborasi dengan penyedia pendanaan pendidikan kawasan Asia Tenggara, ErudiFi. Di Indonesia, dana tersebut disalurkan langsung kepada mahasiswa melalui platform pembiayaan pendidikan lokal, Danacita, serta platform Bukas di Filipina.

Pencil Finance mengungkapkan bahwa dana tersebut berkontribusi pada fasilitas pembiayaan yang menjangkau lebih dari 6.600 mahasiswa di 118 perguruan tinggi selama 12 bulan terakhir. Dari total tersebut, sekitar 1.050 mahasiswa menerima pendanaan langsung dari konsorsium ini.

“Penyelesaian siklus ini menandai fase baru. Laporan terbaru kami mencakup keseluruhan proses, mulai dari pengelolaan pinjaman, pengumpulan angsuran, hingga pengembalian pokok dan imbal hasil kepada penyedia dana,” tulis manajemen Pencil Finance, seperti dilansir TN Global, Jum’at (4/9/2026).

Dampak Akses Keuangan Bagi Pelajar di Indonesia

Penyaluran pembiayaan ini memberikan dampak sosial yang signifikan bagi inklusi keuangan di Tanah Air. Berdasarkan data internal, sebanyak 50% penerima manfaat adalah perempuan, 93% berasal dari rumah tangga berpenghasilan rendah, dan 52% di antaranya baru pertama kali mengakses fasilitas kredit formal.

Lembaga riset independen 60 Decibels turut melakukan survei terhadap 301 peminjam dari platform Danacita di Indonesia dan Bukas di Filipina. Hasil studi tersebut menunjukkan dampak sosial yang nyata dari akses pembiayaan pendidikan yang diberikan, di mana mayoritas atau sebanyak 90% responden mengaku kualitas hidup mereka meningkat setelah memperoleh fasilitas pinjaman tersebut. Selain itu, 97% responden menyatakan sulit menemukan alternatif pembiayaan lain yang sepadan, dan bagi 96% responden, fasilitas ini menjadi pengalaman pertama mereka dalam menggunakan produk keuangan formal.

Mekanisme Pembiayaan dan Poin Evaluasi

Sistem kerja Pencil Finance mengandalkan tokenized loan bundles di atas jaringan EDU Chain untuk menghubungkan investor global dengan penyalur pinjaman lokal. Dalam praktiknya, Danacita memproses dana kripto tersebut menjadi mata uang Rupiah untuk membayar uang kuliah (UKT) langsung ke pihak kampus atas nama mahasiswa. Setelah itu, pembayaran angsuran dari mahasiswa dikembalikan ke dalam pool on-chain.

Meskipun Pencil Finance mengklaim transaksi ini sebagai siklus pinjaman pelajar on-chain pertama yang selesai secara penuh di dunia, sejumlah pengamat mencatat beberapa poin evaluasi teknis.

Dashboard pool OC-X Student Loan Financing B1 mencatat imbal hasil tahunan (Annual Percentage Yield/APY) akhir sebesar 7,79%. Namun, pihak perusahaan belum mempublikasikan rincian data secara mendalam—seperti tingkat gagal bayar (default rate) spesifik, jumlah total akun pinjaman individu, maupun identitas transaksi publik (txID) yang dapat diverifikasi secara independen oleh audit pihak ketiga. (*AMBS)

 

Exit mobile version