youngster.id - Pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana inovasi tersebut menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Mulai dari keamanan digital, pendidikan, hingga pengelolaan bisnis, pemanfaatan AI membuka peluang untuk menghadirkan layanan yang lebih praktis dan efisien.
Melihat peluang tersebut, Telkomsel memperkenalkan sembilan produk dan layanan berbasis AI yang dikembangkan secara lokal di Indonesia dalam ajang Bali Tech Week 2026, yang berlangsung pada 19–23 Oktober 2026. Inovasi tersebut diperkenalkan untuk memperoleh masukan dari pengguna dan berbagai pemangku kepentingan sebelum memasuki tahap pengembangan berikutnya.
Direktur Utama Telkomsel Nugroho mengatakan, pengembangan teknologi perlu berorientasi pada manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, peran Telkomsel tidak berhenti pada penyediaan konektivitas, tetapi juga mencakup pengembangan AI yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.
“Teknologi menjadi berarti ketika manfaatnya benar-benar dirasakan. Karena itu, perjalanan Telkomsel tidak berhenti pada konektivitas. Kami ingin menghadirkan AI yang dikembangkan di Indonesia dan memahami kebutuhan Indonesia,” ujar Nugroho dikutip Kamis (22/10/2026).
Ada 9 inovasi yang ditampilkan Telkomsel mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari perlindungan masyarakat di ruang digital hingga solusi untuk perusahaan dan pelaku usaha.
Di bidang keamanan digital, Telkomsel menghadirkan SISCAMLING (Sistem Cegah Scam Keliling). Solusi ini memanfaatkan AI untuk mengenali indikasi penipuan, spam, dan komunikasi mencurigakan, sehingga membantu masyarakat mengidentifikasi potensi ancaman lebih awal.
Untuk mempermudah akses terhadap teknologi AI, terdapat OCTA (One Core, a Thousand AI-bilities), yang mendemonstrasikan mekanisme untuk mengakses berbagai layanan AI secara lebih sederhana. Sementara itu, Adelia (Admirable Daily AI for Indonesian) dikembangkan sebagai mesin pencarian dan asisten berbasis AI untuk membantu pengguna menemukan informasi serta menyelesaikan kebutuhan sehari-hari.
Telkomsel juga memperkenalkan Solution Hub, yang memungkinkan pelanggan menemukan berbagai layanan dan model AI, melakukan pembayaran melalui satu saldo khusus, serta mengakses layanan menggunakan satu akun. Solusi ini menjadi bagian dari Hitakari AI, payung komitmen Telkomsel untuk mendekatkan manfaat AI kepada masyarakat.
AI untuk Membantu Pembelajaran dan Pengembangan Bisnis
Di sektor pendidikan, Telkomsel menampilkan Sacred Octagon, platform pembelajaran matematika berbasis permainan yang memanfaatkan AI dan mengadaptasi metode GASING (Gampang, Asik, Menyenangkan) yang dikembangkan Prof. Yohanes Surya.
Pendekatan ini dirancang agar anak dapat mempelajari matematika secara interaktif dan bertahap. Metode GASING juga digunakan dalam kolaborasi Telkomsel dengan pemerintah, Gasing Academy, dan Kuncie untuk mendukung peningkatan kemampuan numerasi guru dan siswa.
Berdasarkan hasil pelatihan di Bali yang disampaikan Telkomsel, penerapan metode GASING mampu meningkatkan skor rata-rata matematika peserta dari 30 menjadi 80 setelah 15 hari pelatihan. Hasil tersebut menjadi salah satu gambaran potensi pendekatan pembelajaran yang digunakan sebagai dasar pengembangan Sacred Octagon.
Sementara itu, kebutuhan perusahaan menjadi sasaran OCTA Enterprise, yang dirancang untuk membantu perusahaan mengakses dan mengelola berbagai kemampuan AI melalui satu pusat layanan.
Telkomsel juga memperkenalkan AUREL (Advanced Ubiquitous Reporting for Executive Intelligence), yang mendemonstrasikan penggunaan AI percakapan untuk merangkum kondisi bisnis, mencari informasi dari pengetahuan perusahaan, serta memantau keputusan dan tindak lanjut operasional.
Selain itu, AI Video Analytics memanfaatkan AI untuk mengolah rekaman video, mendeteksi dan mengidentifikasi objek, serta menghasilkan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan analisis.
Pemanfaatan AI dan teknologi digital juga diperluas ke lingkungan rumah tangga dan sektor ritel.
IndiHome Aura menggabungkan konektivitas rumah dengan teknologi Internet of Things (IoT) serta eksplorasi penggunaan energi surya. Konsep ini memperlihatkan potensi integrasi konektivitas dan pengelolaan energi untuk mendukung kebutuhan rumah tangga digital.
Adapun AURA (Advanced Unified Retail Access) ditujukan bagi pelaku usaha. Solusi ini mendemonstrasikan pemanfaatan konektivitas Wi-Fi, interaksi pelanggan, dan analitik untuk membantu merchant memahami aktivitas pengunjung serta mengelola layanan secara lebih efektif.
Nugroho menegaskan, melalui berbagai inovasi tersebut, Telkomsel mengeksplorasi penerapan AI pada kebutuhan yang berbeda, baik untuk pengguna individu maupun organisasi. Masukan dari pengguna dan mitra menjadi bagian penting untuk mengevaluasi relevansi solusi sebelum dikembangkan lebih lanjut.
“Kesembilan showcase ini kami bawa ke Bali Tech Week untuk memperoleh masukan dari masyarakat, dunia usaha, pemerintah, akademisi, developer, dan mitra. Kolaborasi memungkinkan kami belajar dan bergerak lebih cepat, tanpa mengabaikan keamanan dan tanggung jawab. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, kami ingin turut memperkuat kedaulatan digital serta memastikan kemajuan teknologi memberi dampak nyata bagi Indonesia,” pungkasnya.
Partisipasi Telkomsel dalam Bali Tech Week 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan mengeksplorasi pengembangan AI lokal melalui kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, pengembang, dan komunitas teknologi.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post