youngster.id - Ant International menyatakan akan memperluas pengembangan layanan keuangan dan perdagangan digital berbasis AI di wilayah Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Saat ini ada lebih dari 2 miliar transaksi digital lintas negara selama 2025 bagi para merchant di pasar-pasar yang sedang berkembang, di wilayah tersebut.
Presiden Ant International Douglas Feagin mengatakan, fokus Ant International mencakup peningkatan akses terhadap layanan pembayaran, kredit, perbankan digital, dan ekonomi digital lintas negara yang tumbuh pesat namun masih terfragmentasi.
“Di pasar berkembang dengan pertumbuhan paling pesat di dunia, penerapan AI dan teknologi baru lainnya yang tepercaya, relevan dengan kebutuhan nyata, dan dapat diperluas skalanya mampu menciptakan peluang pertumbuhan baru bagi berbagai jenis bisnis, baik skala besar maupun UMKM,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).
Feagin menyatakan, saat ini perusahaan telah melayani lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia, dengan 90% di antaranya adalah usaha kecil dan menengah (UKM).
“Sudah saatnya para inovator fintech mengubah akses sebagai pendorong pertumbuhan yang sesungguhnya. Kami akan terus memperluas penerapan pembayaran digital, pembiayaan, perdagangan, dan layanan lintas negara berbasis AI bagi para pelaku usaha dan komunitas, dengan biaya yang semakin terjangkau, serta standar keamanan dan perlindungan yang semakin kuat,” ungkapnya.
Di Asia Tenggara, Ant International telah bekerja sama dengan mitra lokal selama lebih dari satu dekade. Sejumlah UMKM telah merasakan dampak terukur dari kolaborasi tersebut terhadap bisnis mereka.
Selain itu dilakukan pengembangan FinAI Regional. “Alipay+ terus mendukung pengembangan platform mobile terbesar di kawasan ini, termasuk DANA (Indonesia), GCash (Filipina), TrueMoney (Thailand), dan TNG Digital (Malaysia). Upaya ini turut mengubah transaksi keuangan bagi ratusan juta konsumen dan pelaku usaha,” ungkapnya.
Pada 2025, tiga aplikasi regional mulai mengembangkan super-app berbasis AI dengan dukungan dari platform AI-as-a-Service milik Ant International, yakni GenAI Cockpit. Bahkan, Alipay+ Voyager, sebuah agen layanan perjalanan berbasis AI, sukses meluncur di enam aplikasi di seluruh Asia.
Selain itu, Alipay+ menjalin kemitraan dengan 5 jaringan pembayaran QR nasional di ASEAN. Di Singapura dan Malaysia, pengeluaran wisatawan masing-masing meningkat 2,7 kali dan 2 kali lipat melalui SGQR dan DuitNow QR, sehingga memberikan nilai ekonomi yang nyata bagi para pelaku UKM. Di Malaysia, para wisatawan telah menggunakan e-wallet atau aplikasi perbankan dari negara asal untuk melakukan pembayaran di lebih dari 360.000 UMKM di seluruh negeri. Dengan begitu, UMKM bisa menikmati manfaat dari pertumbuhan sektor pariwisata.
Super-app di Asia Tenggara, seperti GCash, menjadi yang pertama di dunia yang memulai integrasi pembayaran mobile “wallet-to-card” (dari dompet ke kartu). Inisiatif ini terwujud berkat kemitraan NFC dari Alipay+ dengan Mastercard, yang bertujuan mengombinasikan jaringan QR merchant dan POS mereka.
Di sisi 2C2P, yang berada di bawah Antom, mencatat pertumbuhan volume transaksi sebesar 38% year-on-year (YoY) bagi para merchant di Asia Tenggara. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor e-commerce, maskapai penerbangan, OTA (Online Travel Agent), dan ritel, serta ditandai dengan momentum besar di Thailand, Vietnam, Indonesia, dan Filipina.
WorldFirst, yang baru hadir di Malaysia dan Thailand, mengalami pertumbuhan nilai transaksi hampir 40% pada tahun 2025, seiring semakin banyaknya UKM di Asia Tenggara yang merambah ke e-commerce global.
Sementara untuk keuangan inklusif Bettr menyediakan solusi teknologi kredit untuk empat dompet digital terkemuka di Asia Tenggara, yang mendorong peningkatan basis pengguna sebesar 184%.
ANEXT Bank di Singapura mencatat peningkatan volume transaksi lintas batas hingga enam kali lipat, dengan 69% nasabahnya adalah usaha mikro.
“Seiring meningkatnya ekonomi digital di seluruh wilayah Asia Tenggara dan pasar yang sedang berkembang lainnya, Ant International berkomitmen untuk memperluas akses dan mendorong kesejahteraan bersama. Kami bekerja sama dengan para mitra, pemerintah, dan pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan terhubung dengan ekosistem global,” pungkas Feagin.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post