youngster.id - Bank Indonesia (BI) menargetkan peningkatan transaksi harian menggunakan QR Indonesia Standart (QRIS) bisa mencapai 150 miliar transaksi pada tahun 2030. Saat ini lebih dari 36% volume transaksi QRIS berasal dari Jakarta.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, peningkatan jumlah transaksi QRIS itu sejalan dengan berkembang pesatnya penggunaan QRIS di masyarakat. Saat ini, sudah ada puluhan juta pengguna QRIS di berbagai sektor.
“BI sudah meluncurkan blueprint sistem pembayaran Indonesia 2030, digital transaksi akan mencapai 150 miliar transaksi per day dari sekarang 47 milar,” ujar Perry, dikutip Selasa (24/2/2026).
Menurut Perry, QRIS telah berkembang pesat sejak 7 tahun berlaku. Saat ini sistem pembayaran QRIS sudah digunakan 60 juta orang. QRIS menjadi titik balik karena menyediakan standar baru dan menggabungkan banyaknya metode pembayaran QR dari masing-masing platform sebelumnya.
Pada tahun 2026 sudah tercatat 60 juta orang yang menggunakan QRIS. Perkembangan semakin pesat ketika BI menjalin kerja sama pembayaran lintas batas atau QRIS cross border. Ada banyak negara yang saat ini sudah diakses menggunakan QRIS.
“QRIS sudah digunakan dimana saja Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang sebentar lagi sudah live di Cina juga Korea Selatan dan kita sedang sambungkan QRIS dengan Saudi Arabia dengan India,” ungkapnya.
Bank Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36% volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari Jakarta. Pengguna mencapai 6,17 juta yang mencakup 10,69% pengguna secara nasional. Lalu, jumlah merchant atau pelaku usaha yang menggunakan QRIS di Jakarta tercatat 6,58 juta, atau sekitar 24% dari total merchant QRIS nasional.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post