Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Digital Business

Kontribusi Ekonomi Kreator Indonesia Diproyeksi Capai Rp6,28 Kuadriliun Pada 2030

13 November 2025
in Digital Business
Reading Time: 2 mins read

General Manager Global Business Solutions TikTok Indonesia Kelly Umberfield. (Foto: istimewa/tiktok)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kontribusi ekonomi kreator konten Indonesia diperkirakan mencapai US$376 miliar atau setara Rp6,28 kuadriliun (kurs Rp16.772) pada 2030. Hal ini  menjadikan Indonesia sebagai negara dengan dampak komersial terbesar di Asia Pasifik, dan yang kedua tercepat pertumbuhannya di Asia Pasifik.

Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas digital telah menjadi motor baru dalam menggerakan ekonomi. Konversi ini akan berdampak komersial, mengubah interaksi dengan audiens dan mempengaruhi total nilai barang dan jasa.

General Manager Global Business Solutions TikTok Indonesia Kelly Umberfield mengungkapkan, saat ini nilai kontribusi ekonomi Indonesia senilai US$247 miliar.

“Para kreator telah menjadi kekuatan ekonomi yang penting, yang mengubah koneksi dengan para penonton menjadi konversi, dan berdampak nyata bagi pertumbuhan bisnis dan brand,” ucapnya dikutip Kamis (13/11/2025).

Menurut Kelly, salah satu hal kunci yang mendorong dampak ekonomi oleh para creator adalah autentisitas. Hasil temuan Kunci Studi ‘The Art & Science of Authenticity’ oleh Accenture Song  mendapati 8 dari 10 orang Indonesia mengatakan mereka terpengaruh untuk membeli karena konten yang autentik.

Baca juga :   Proses Voting Finalis Miss Universe Indonesia 2025 Pakai Teknologi Blockchain

“Ini bukti bahwa autentisitas tidak hanya menginspirasi, tetapi juga mengubah perilaku pembelian. Autentisitas tidak hanya terbatas untuk kreator, namun juga brand,” katanya.

Dalam studi tersebut, terdapat dua aspek autentisitas yakni aspek fungsional yang mana penonton mencari fungsi nyata dari sebuah produk atau layanan, misalnya perbandingan sebelum dan sesudah menggunakan produk atau layanan.

Kemudian aspek emosional yang tercermin dalam nada, gaya, dan kepribadian yang mudah dirasakan oleh konsumen.

Di Indonesia, penonton lebih cenderung mengutamakan konten emosional yang terasa autentik, 55% konsumen Indonesia mengatakan mengasosiasikan konten lo-fi (tanpa filter, spontan) lebih autentik. Sementara 70% konsumen mengatakan siaran langsung (live streaming) terasa lebih autentik dan nyata.

Baca juga :   Kamera Mirrorless Ini Padukan Teknologi, Desain Ergonomis dan Kemampuan Fotografi Profesonal

Selain itu, Kelly mengatakan, 87% konsumen di Indonesia mengatakan konten yang autentik membuat mereka mengambil aksi dalam pertimbangan brand, termasuk mencari, mengklik, atau bertransaksi. Angka ini tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Untuk memperkuat ekosistem bisnis digital tersebut, TikTok menghadirkan TikTok One, sebuah platform terpadu yang menyatukan brand, agensi, dan kreator dalam satu sistem kolaborasi. Melalui TikTok One, pengiklan dapat menemukan kreator yang relevan, mengeksekusi kampanye secara efisien, dan mengukur dampaknya secara langsung.

TikTok One menyediakan dua jalur utama. Pertama untuk brand dan pengiklan, TikTok One membantu menemukan kreator, mengatur produksi, serta mengoptimalkan distribusi konten dengan fitur berbasis AI seperti Better Creator Search, Amplified Partnerships, dan Customizable Distribution.

Baca juga :   Setoran Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp1,96 Triliun Per Februari 2026

Kedua Untuk kreator, platform ini membuka peluang monetisasi baru melalui kerja sama langsung dengan brand, sistem pembayaran fleksibel, dan fitur Enhanced Discoverability yang memperluas jangkauan audiens.

Selain itu, TikTok memperkenalkan TikTok Symphony Assistant, asisten kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mempermudah brand dan kreator membuat, menerjemahkan, hingga menyempurnakan materi video. Fitur ini memungkinkan pembuatan konten secara cepat, efisien, dan sesuai tren, memperkuat daya saing pelaku bisnis di ekosistem digital.

“Ekosistem ini menjadi bukti bahwa ekonomi kreator bukan hanya fenomena sosial, tetapi sektor ekonomi nyata dengan potensi besar bagi pertumbuhan bisnis di Indonesia. Dengan dukungan teknologi, kreativitas, dan data, kolaborasi antara kreator dan brand di TikTok diyakini akan terus memperluas peluang ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: ekonomi digitalkreator kontenTikTok IndonesiaTikTok One
Previous Post

Apple Gelar Swift Student Challenge 2026, Kisah Peserta Indonesia Jadi Inspirasi

Next Post

AI Natives Indonesia Inginkan Interaksi AI Lebih Cepat Namun Manusiawi

Related Posts

Pitchbook - venture capital
Startup & Entrepreneurship

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
0
QRIS Antarnegara Indonesia Korea Selatan
Digital Business

Resmi! Sekarang Bisa Bayar Pakai QRIS di Korea Selatan, Tak Perlu Tukar Won

6 April 2026
0
pajak kripto
Digital Business

Setoran Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp1,96 Triliun Per Februari 2026

6 April 2026
0
Load More
Next Post
AI Natives Indonesia Inginkan Interaksi AI Lebih Cepat Namun Manusiawi

AI Natives Indonesia Inginkan Interaksi AI Lebih Cepat Namun Manusiawi

XLsmart

XLSMART Raih Pertumbuhan Double Digit di Q3 2025

Lazada

LazMall Dorong Performa Positif Lazada Pada Festival Belanja 11.11

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version