youngster.id - Platform pembayaran digital Payoneer resmi meluncurkan layanan pembayaran lokal (local collection) di Indonesia sebagai bagian dari perluasan platform pembayaran global perusahaan. Layanan ini memungkinkan pelaku usaha di Indonesia menerima pembayaran dari pembeli dan marketplace lokal dengan lebih cepat dan efisien.
Peluncuran di Indonesia menjadi fokus utama ekspansi Payoneer di Asia Pasifik, mengingat Indonesia merupakan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara dan menyumbang lebih dari setengah total volume transaksi online di kawasan tersebut.
Senior Vice President of Treasury and Payment Services Payoneer, Derek Green, mengatakan ekspansi di Indonesia menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung pelaku usaha menghadapi perubahan perdagangan global.
“Perdagangan global terus berubah mengikuti faktor makro dan kebijakan perdagangan. Dengan memperluas kapabilitas kami di Indonesia, kami membantu pelanggan masuk ke pasar dengan pertumbuhan tinggi dan terhubung langsung dengan permintaan lokal,” ujar Derek, dikutip Senin (2/2/2026).
Dengan layanan baru ini, pelanggan Payoneer dapat menarik dana langsung dari marketplace Indonesia dan mitra bisnis lokal, sekaligus tetap mengontrol pengelolaan nilai tukar mata uang asing (foreign exchange). Payoneer menyatakan fitur ini akan membantu usaha kecil dan menengah (UMKM) mengakses permintaan pasar yang terus tumbuh di salah satu koridor perdagangan digital tercepat di Asia Pasifik.
Payoneer menyebut peluncuran di Indonesia melengkapi jaringan infrastruktur pembayaran lokal yang sebelumnya telah tersedia di Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, dan kawasan Asia Pasifik melalui kemitraan dengan penyedia layanan lokal.
Selain Indonesia, Payoneer juga meningkatkan layanan pembayaran lokal di Meksiko. Namun, perusahaan menegaskan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam ekspansi regionalnya tahun ini.
Payoneer menambahkan akan terus memperluas layanan pembayaran lokal di negara-negara dengan pertumbuhan tinggi di Asia Pasifik dan Amerika Latin hingga 2026, dengan Indonesia sebagai salah satu prioritas utama pengembangan pasar. (*AMBS)

















Discussion about this post