Utang Pinjol dan Paylater Warga Indonesia Capai Rp132,3 Triliun

Pinjaman Online

IFSoc: Penetapan Batas Atas Bunga Pinjaman Daring Bukan Kartel (Foto: ilustrasi)

youngster.id - Kemudahan mendapatkan utang melalui berbagai aplikasi pinjaman daring membuat jumlah pinjaman masyarakat Indonesia mencapai Rp 94,85 triliun dan paylater Rp 37,44 triliun dengan nilai total Rp 132,3 triliun per November 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti kenaikan kredit macet pinjaman daring.

Kepala Eskekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Agusman menyebutkan, utang pinjaman daring masyarakat Indonesia naik 24,45% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 75,6 triliun pada November 2024 menjadi Rp 94,85 triliun per November 2025.

“Sementara itu, utang paylater mencapai Rp 37,44 triliun yang terdiri dari penyaluran lewat perbankan Rp 26,2 triliun dan perusahaan membiayai Rp 11,24 triliun,” ungkapnya dikutip Senin (12/1/2026).

Agusman menjelaskan penyaluran paylater oleh perusahaan pembiayaan melonjak 68,61% yoy. Pertumbuhannya melambat dibandingkan Oktober 2025 69,71% dan September 2025 88,65%.

Berbeda dengan pinjol, kredit macet atau Non Performing Financing (NPF) gross paylater perusahaan pembiayaan 2,78% per November atau sedikit membaik dibandingkan Oktober 2025 2,79%.

Disisi lain, kredit macet atau Tingkat Wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) melonjak dari 2,52% pada November 2024 menjadi 4,33% per November 2025. Peningkatan signifikan terjadi dalam sebulan dibandingkan Oktober 2025 yang masih 2,76%.

Menurut Agusman, penyaluran paylater oleh perusahaan pembiayaan melonjak 68,61% yoy. Pertumbuhannya melambat dibandingkan Oktober 2025 69,71% dan September 2025 88,65%. Berbeda dengan pinjol, kredit macet atau Non Performing Financing (NPF) gross paylater perusahaan pembiayaan 2,78% per November atau sedikit membaik dibandingkan Oktober 2025 2,79%.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, porsi BNPL terhadap total kredit perbankan nasional baru 0,32%. Penyaluran paylater oleh perbankan naik 20,34% yoy menjadi Rp 26,2 triliun pada November 2025.

Jumlah rekening paylater perbankan juga mencatatkan kenaikan dari 30,99 juta pada Oktober 2025 menjadi 31,47 juta per November tahun lalu. Sedang kredit macet atau Non-performing loan (NPL) gross paylater bank 2,04% atau membaik dibandingkan Oktober 2025 2,5%.

 

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version