youngster.id - Laporan Indonesian Cyber Security Forum 2024, lebih dari 2,3 miliar data pribadi beredar di berbagai forum gelap dalam tiga tahun terakhir. Ternyata kebocoran data pribadi ini berawal dari kebiasaan sehari-hari yang berbagi data secara sembarang. Kelalaian ini dapat dicegah dengan memanfaatkan fitur teknologi terbaru dari VIDA.
“Sebagian besar kebocoran data tidak hanya disebabkan oleh celah sistem, tetapi juga oleh kelalaian individu. Tanpa disadari, kebiasaan sederhana dapat membuka risiko penyalahgunaan data,” ungkap Niki Luhur Founder dan Group CEO VIDA pada kampanye #VIDAJagaKalian, Kamis (22/1/2026) di Jakarta.
Untuk mendukung masyarakat dalam perlindungan data diri, VIDA meluncurkan DocsVault dan SecureShare sebagai solusi perlindungan data yang tersedia di VIDA App.
“Melalui VIDA App, kami menghadirkan fitur ini sebagai solusi praktis untuk membantu masyarakat mengelola dan membagikan dokumen pribadi secara aman,” kata Mukti Pradana, AVP Product Management VIDA.
Dia menjelaskan, fitur DocsVault menghadirkan penyimpanan dokumen terenkripsi dengan pengamanan biometric. Sementara SecureShare memungkinkan pengguna membagikan dokumen secara aman dengan kontrol akses, batas waktu, dan jejak penggunaan.
“Dengan fitur ini maka identitas digital tetap berada dalam kendali pemiliknya. DocsVault memungkinkan pengguna menyimpan dokumen penting dalam penyimpanan terenkripsi dengan perlindungan biometrik wajah, sehingga hanya pemilik dokumen yang dapat mengaksesnya. Ketika dokumen perlu dibagikan, SecureShare memberi control penuh, mulai dari pengaturan durasi akses, jumlah pembukaan, hingga Riwayat penggunaan. Jika sudah tidak dibutuhkan, akses dapat dicabut kapan saja,” jelasnya.
Sebagai gambaran, dalam aktivitas sehari-hari, pengguna dapat menyimpan dokumen penting seperti KTP di DocsVault dalam VIDA App yang telah dilengkapi enkripsi dan pengamanan biometrik. Saat dokumen tersebut perlu dibagikan, misalnya untuk keperluan administrasi, pengguna dapat memanfaatkan SecureShare untuk mengatur apakah dokumen hanya dapat dilihat atau diunduh, menambahkan lapisan keamanan berupa passcode, serta memantau histori akses dokumen secara real-time. Dengan pendekatan ini memastikan dokumen tetap aman meskipun telah dibagikan.
“Kami berkomitmen memerangi penipuan digital secara menyeluruh, tidak hanya melalui edukasi publik, tetapi juga dengan menghadirkan teknologi dan layanan yang membantu individu maupun pelaku usaha beraktivitas lebih aman dan tepercaya di ruang digital,” ungkapnya.
Sejak berdiri pada tahun 2018, VIDA menyediakan layanan identitas digital yang mengintegrasikan sertifikat elektronik, autentikasi transaksi, dan verifikasi identitas, semuanya sesuai dengan standar keamanan kelas dunia, termasuk Infrastruktur Kunci Publik (PKI) dan verifikasi biometrik. Aplikasi VIDA ditujukan untuk pengguna langsung dan telah diunduh lebih dari 500 ribu di playstore dan apple store.
Selain peluncuran fitur baru, kampanye #VIDAJagaKalian ini ingin membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku berkelanjutan dari masyarakat untuk menjaga data pribadi. Inisiatif ini menyoroti bahaya penggunaan dokumen pribadi, seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, ijazah, dan dokumen pribadi lainnya sebagai pembungkus makanan.
Praktik yang kerap dianggap sepele ini berpotensi menjadi celah penyalahgunaan data apabila dokumen tersebut jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab. Kampanye ini berlangsung pada 22–25 Januari 2026 di kawasan MRT Dukuh Atas.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post