Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Dua Anak SMA ini Punya Cara Menangani Bencana

12 November 2019
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Dua Anak SMA ini Punya Cara Menangani Bencana

Bincang-bincang "Post-Disaster Management (Rehab, Recover, Reconstruct): Aksi Tanggap Siswa Terhadap Bencana Alam" digelar pada hari Sabtu 9 November 2019 di @America, Jakarta (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Mulai dari gempa bumi, tsunami, gunung meletus, hingga banjir, longsor, dan sebagainya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama tahun 2018 tercatat 4231 korban meninggal dunia dan hingga tiga juta penduduk terpaksa mengungsi, menyusul 2426 bencana alam yang terjadi di sepanjang tahun.  Namun demikian, belum semua komponen bangsa sadar atas tingginya indeks risiko bencana dan kompleksnya manajemen kedaruratan.

Sejatinya, para generasi muda, seperti pelajar, dituntut keterlibatannya dalam upaya manajemen risiko bencana. Sebab, anak muda pun memiliki kapasitas untuk bertindak, dan terlibat dalam upaya penanggulangan bencana. Misalnya yang ditunjukkan oleh Michael Mulianto dan Jason Sudirdjo. Dua pelajar SMA ini punya cara untuk menangani bencana dan akibatnya. Seperti apa?

Baca juga :   Mandala Finance dan PJI Gelar Edukasi Finansial Konvensional dan Syariah Untuk Siswa

Michael Mulianto merupakan siswa kelas 3 SMA Jakarta Intercultural School (JIS) Jakarta. Dia mengembangkan aplikasi untuk penanganan bencana berbasis Android dan iOS, yaitu BAPAT.

 

Michael Mulianto mengembangkan aplikasi BAPAT untuk penanganan bencana (Foto: Istimewa/youngster.id)

 

Aplikasi Bantuan Cepat (BAPAT) atau fast relief ini berfungsi untuk memberikan langkah-langkah panduan kepada penggunanya, tentang cara bertindak mengatasi beberapa jenis bencana. Termasuk gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, kebakaran hutan, banjir, hingga topan.

Selain itu, BAPAT memiliki bot obrolan (semacam robot) yang dapat memberikan saran untuk lebih dari 50 penyakit, serta menemukan rumah sakit terdekat bila diperlukan. Juga, ada tombol panggilan darurat yang dapat digunakan pengguna saat mengalami masalah serius.

“Pembelajaran dari bencana-bencana yang terjadi sebelumnya, proses pemulihannya itu cukup lama. Jadi kita bisa bicara, mempromosikan, dan bergerak bersama-sama, agar ada orang lebih banyak terlibat dalam proses penanggulangan bencana. Dan khususnya siswa atau pelajar juga bisa berkontribusi cepat tanggap pada bencana alam, dan membuat perubahan,” ucap Michael.

Baca juga :   LAVA benco V8, Ponsel Terjangkau Untuk Milenial Penyuka Fotografi

Sedangkan Jason Sudirdjo merupakan siswa kelas 2 SMA ACS Jakarta. Jason adalah Founder Heart For Lombok Foundation, yang menggagas pengembangan industri minyak alpukat. Ia mengembangkan startup bernama Avoil, untuk membantu mengurangi gejolak ekonomi akibat gempa.

 

Jason Sudirdjo mengembangkan startup Avoil untuk membantu petani alpukat di Lombok pasca bencana (Foto: Istimewa/youngster.id)

 

Melalui usahanya yang tekun dalam memberikan edukasi kepada para petani alpukat, Jason berhasil mengubah pola produksi alpukat kepada petani di Lombok, dengan metode sederhana mengekstraksi minyak dari alpukat. Sehingga, mereka mampu mengubah alpukat yang dulu hanya menjadi pakan ternak menjadi minyak alpukat, yang harganya di pasar rata-rata sekitar Rp 200.000 per 100 ml di Indonesia. Ini memungkinkan penghasilan para petani jadi meningkat. Sebab, hanya sekitar 30 – 40% dari semua alpukat Indonesia yang dipanen diserap oleh pasar. Sedangkan, sekitar 60 – 70% tersedia untuk diubah menjadi minyak alpukat.

Baca juga :   PINTU Incubator, Wadah Kolaborasi Industri Mode Indonesia dan Prancis

“Kami tidak hanya berharap untuk menghidupkan kembali situasi ekonomi bencana di Lombok, tapi juga untuk meningkatkan standar hidup dan kualitas hidup petani alpukat dengan meningkatkan penghasilan yang mereka terima,” ujar Jason.

Michael dan Jason menjadi contoh kaum pelajar atau generasi Z yang berprestasi dan inspiratif, serta peduli pada penanggulangan bencana di Indonesia sejak usia muda.

 

FAHRUL ANWAR

Tags: aplikasi BAPATAvoilbencanagenerasi mudaJason SudirdjoMichael Muliantopenanganan bencanapetani alpukat LombokSMA ACS JakartaSMA Jakarta Intercultural School (JIS) Jakarta
Previous Post

OLX Group Tingkatkan Investasi di Frontier Car Group

Next Post

TV Pintar Samsung Beri Tayangan Eklusif Hiburan Gratis Setahun

Related Posts

Tim Pelajar Indonesia Kembangkan Prototipe Drone Berbasis AI Untuk Pemetaan Daerah Bencana
Innovation

Tim Pelajar Indonesia Kembangkan Prototipe Drone Berbasis AI Untuk Pemetaan Daerah Bencana

15 Desember 2025
0
Rumah123
ANALYZE

Rumah123: Generasi Muda Makin Berminat Memiliki Rumah

7 Januari 2025
0
Generasi Muda Selalu Terbuka Dengan Inovasi dan Rasa Baru
News

Generasi Muda Selalu Terbuka Dengan Inovasi dan Rasa Baru

25 September 2024
0
Load More
Next Post
TV Pintar Samsung Beri Tayangan Eklusif Hiburan Gratis Setahun

TV Pintar Samsung Beri Tayangan Eklusif Hiburan Gratis Setahun

Sosial Media Week 2019, Ajak Masyarakat Berbagi Cerita Positif

Sosial Media Week 2019, Ajak Masyarakat Berbagi Cerita Positif

Xiomi

Xiaomi Luncurkan E-commerce "ShareSave" di Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
XTransfer

XTransfer Dorong Solusi Pembayaran B2B untuk Percepat Ekspor UMKM di ASEAN

12 Februari 2026
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version