Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline e-COMMERCE

TikTok Shop Indonesia Tembus Rp200 Triliun, Jadi Pasar Terbesar Kedua di Dunia

12 Februari 2026
in e-COMMERCE
Reading Time: 2 mins read
TikTok Shop

TikTok Shop Indonesia Tembus Rp200 Triliun, Jadi Pasar Terbesar Kedua di Dunia (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - TikTok Shop mencatatkan pertumbuhan fenomenal sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan terbaru dari Momentum Works, nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Value (GMV) TikTok Shop di Asia Tenggara melonjak dua kali lipat menjadi US$45,6 miliar (sekitar Rp714 triliun).

Dari total angka tersebut, Indonesia menjadi kontributor utama sekaligus tulang punggung pertumbuhan di kawasan ini. GMV TikTok Shop di Indonesia dilaporkan mencapai US$13,1 miliar atau setara dengan Rp205 triliun. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai pasar terbesar kedua bagi TikTok Shop secara global, hanya terpaut dari pasar Amerika Serikat.

Momentum pertumbuhan yang sangat kuat di Malaysia, Indonesia, dan Thailand menjadikan Asia Tenggara sebagai wilayah dengan tingkat pertumbuhan tercepat. Secara global, TikTok Shop kini telah berekspansi ke 16 pasar dunia dengan total GMV mencapai US$64,3 miliar pada tahun 2025, tumbuh hampir 100% secara tahunan (year-on-year).

Baca juga :   GMV E-Commerce di Indonesia Tumbuh 91%

Di Amerika Serikat, TikTok Shop juga menunjukkan skala yang masif dengan GMV sebesar US$15,1 miliar. Meski pasar AS menjadi yang terbesar secara nilai, efektivitas belanja berbasis penemuan (discovery-led ecommerce) melalui video justru terlihat sangat matang di pasar seperti Indonesia.

CEO dan Founder Momentum Works, Jianggan Li, mengatakan pertumbuhan TikTok Shop di AS membuktikan bahwa model belanja berbasis video dapat diterima oleh konsumen Amerika meskipun kondisi ekonomi global masih bergejolak.

“Pertumbuhan ini menunjukkan komitmen TikTok Shop terhadap pasar AS dan membuktikan bahwa discovery-led ecommerce benar-benar bekerja untuk konsumen di sana,” ujar Li, seperti dilansir TN Global, Kamis (12/2/2026).

Senada dengan hal tersebut, CEO Tabcut, Jensen Wu, menjelaskan bahwa fokus TikTok Shop kini bergeser dari sekadar eksperimen menjadi eksekusi sistematis.

Baca juga :   Belanja Online Ramadan Diprediksi Naik, Transaksi E-Commerce Tumbuh 115%

“Kecerdasan Buatan (AI) dan data kini menjadi infrastruktur inti bagi pedagang (merchants) dan kreator untuk mengubah konten menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Wu.

Laporan tersebut juga mengungkap beberapa tren menarik dalam ekosistem belanja TikTok:

  • Video Pendek: Tetap menjadi saluran terbesar dengan kontribusi 50% dari GMV.
  • Live Commerce: Mengalami peningkatan pangsa pasar, di mana 9 dari 10 kreator dengan penjualan tertinggi mengandalkan fitur live streaming.
  • Kategori Terlaris: Sektor Beauty & Personal Care masih memimpin, namun kategori seperti Muslim Fashion dan perlengkapan bayi mencatatkan pertumbuhan tercepat.

Meski jumlah toko (stores) dan influencer melonjak tajam, laporan ini menyoroti adanya konsentrasi penjualan yang tinggi. Di pasar besar seperti AS, jumlah influencer yang mampu menghasilkan GMV di atas US$1 juta meningkat tiga kali lipat menjadi 1.785 orang.

Baca juga :   SEVA Catatkan Penjualan Lebih 3.500 Unit di Kuartal 1 2024

Stabilitas harga juga mulai terlihat di tahun 2025 setelah sempat mengalami penurunan tajam pada tahun sebelumnya. Beberapa kategori premium, seperti perhiasan dan aksesoris, bahkan mengalami kenaikan harga rata-rata hingga 36%.

Keberhasilan di tahun 2025 ini memposisikan TikTok Shop sebagai ancaman serius bagi pemain e-commerce tradisional, terutama di kawasan Asia Tenggara di mana integrasi media sosial dan belanja daring telah menjadi bagian dari gaya hidup harian. (*AMBS)

 

Tags: Gross Merchandise Value (GMV)Momentum WorksTikTok Shop Indonesia
Previous Post

Sambut Ramadan 2026, XLSMART Perluas Jaringan 5G Dengan Dukungan Teknologi AI-Ready

Next Post

DANA Perkuat Posisi Teknologi Finansial Indonesia di WEF Davos 2026

Related Posts

grabfood
BIZTECH

Momentum Works: Pasar Food Delivery Asia Tenggara Tumbuh 18% pada 2025, GMV US$22,7 Miliar

28 Januari 2026
0
e-commerce
Headline

Momentum Works: Nilai GMV e-Commerce Asia Tenggara Capai US$145,2 Miliar pada 2024

26 Juni 2025
0
Ekonomi digital Asia Tenggara
Headline

Ekonomi Digital di Asia Tenggara Akan Mencapai GMV Sebesar US$263 Miliar di Tahun 2024

5 November 2024
0
Load More
Next Post
DANA - WEF Davos 2026

DANA Perkuat Posisi Teknologi Finansial Indonesia di WEF Davos 2026

Living Lab Ventures

Living Lab Ventures Terapkan Strategi Investasi Berbasis Inovasi dan Kebutuhan Kota

Shopify

Pendapatan Shopify Tembus US$11,6 Miliar pada 2025, Didukung Pertumbuhan AI Commerce

Discussion about this post

Recent Updates

Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
Shopify

Pendapatan Shopify Tembus US$11,6 Miliar pada 2025, Didukung Pertumbuhan AI Commerce

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
Shopify

Pendapatan Shopify Tembus US$11,6 Miliar pada 2025, Didukung Pertumbuhan AI Commerce

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version