Minggu, 5 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

GMASA Dukung Ekosistem Industri Mobile di Indonesia

27 Januari 2017
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
GMASA Dukung Ekosistem Industri Mobile di Indonesia

CR Venkatesh CEO GMASA membuka GMASA Indonesia 2017. (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia merupakan pasar smartphone terbesar ketiga di Asia Pasifik setelah China dan India. Potensi pasar yang luas ini membuat penetrasi pasar aplikasi mobile mencapati lebih dari 40 %. Namun secara global ekosistem industri mobile app di Indonesia masih tertinggal. Butuh dukungan dan kerjasama berbagai pihak, termasuk “pemain” global untuk membangun ekosistem ini lebih baik.

Salah satunya lewat gelaran Global Mobile App Summit and Awards (GMASA). Gelar pameran, dan seminar global tentang industri mobile apps ini sebelumnya telah hadir di India dan Thailand. Dan Indonesia menjadi Negara ketiga tuan rumah acara yang melibatkan sejumlah stakeholder industri aplikasi mobile.

“Kami sangat antusias untuk membawa GMASA ke Indonesia untuk pertama kalinya, karena kami melihat potensi yang sangat besar. Diperkirakan jumlah pengguna smartphone di Indonesia akan tumbuh dengan pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di Asia Tenggara,” kata CR Venkatesh pendiri sekaligus CEO dari GMASA, pada pembukaan kegiatan tersebut, Kamis (26/1/2017) di Balai Kartini, Jakarta.

Baca juga :   Sambara, Permudah Warga Jawa Barat Bayar Pajak Kendaraan

Lebih lanjut dia mengatakan, pembangunan lebih lanjut jaringan 4G di Indonesia dan juga keterjangkauan harga smartphone yang memungkinkan 100 juta penduduk memiliki akses ke internet.

“Penetrasi internet dengan kombinasi populasi anak muda yang besar ini sangat menjanjikan bagi Indonesia, terutama dalam mendukung gaya hidup digital dan memberikan dampak untuk berbagi industri, terutama start up,” ungkapnya.

Ketinggalan

Meski perkembangan inovasi mobile di sektor teknologi dan digital yang mengalami pertumbuhan, khususnya dalam populasi startup namun Indonesia dinilai masih tertinggal dibanding Negara lain.

Danny Wirianto, Chief Marketing Officer GDP Venture Indonesia pada kesempatan yang sama mengatakan, ekosistem aplikasi mobile di sini masih tertinggal.

“Ekosistem kita punya masih ketinggalan jauh dari Jepang dan India. Kalau mau belajar, kita harus mengejar ketertinggalan itu dalam waktu tiga tahun,” tuturnya.

Baca juga :   Inamall Diserbu Peminat di Tiongkok

Menurut Danny, kalau dari segi kreativitas dan pasar Indonesia unggul. Kekurangannya ada pada kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, menurut Danny, para pengembang aplikasi lokal harus belajar soal funding dan infrastruktur dari kedua negara Asia tersebut.

“Kita harus melihat bagaimana cara kerja ekosistem kedua negara ini. Walau tertinggal, bukan berarti ekosistem mobile di sini buruk. Kita ada kelebihan, market dan jago dalam kreativitas, namun lack of execution, detail, discpline, dan timing part. Nah mirisnya kita malah nyaman dalam fase ini. Apalagi kita tidak mau kalah, kita harus belajar dari kompetitor, untuk memacu kita untuk maju,” kata Danny.

Hal senada juga diungkapkan Shieny Aprilia dari Agate Studio. “Kami (Agate) di sini bisa jadi studio game terbesar, namun jika dibandingkan dengan industri secara global kami baru balita yang tertinggal jauh dari Jepang dan Korea. Karena itu butuh banyak masukan dan belajar lagi. Kita lihat down the road-nya, itu bisa jadi cambuk bagi kita. Dengan begini, kita itu bisa kolaborasi dengan negara lain yang ada kelebihan dan kekurangan,” ungkapnya.

Meski baru pertama kali digelar di Jakarta, GMASA berhasil menjaring lebih dari 400 peserta yang terdari perusahaan aplikasi mobile, game developer, e-commerce, serta venture capital. Mereka diataranya, UBER, IBM, Google, OLX, GDP Venture, dan Convergence Ventures.

Baca juga :   Blanja Jadi Marketplace Produk UKM Binaan BUMN

Venkatesh optimis kegiatan yang digelar oleh GMASA ini akan berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Kami melihat antusias dari orang-orang Indonesia dalam membangun industri mobile apps. Hal itu terlihat dari pertumbuhan startup yang memecahkan sejumlah masalah di masyarakat seperti transportasi, kesehatan dan masih banyak lagi. Dan kami ingin mendorong ekosistem ini bertumbuh cepat dan dikenal di arena global. Untuk itu kegiatan ini akan berlanjut di tahun mendatang,” katanya tegas.

 

STEVY WIDIA/FAHRUL ANWAR

Tags: Agate Studioaplikasi mobileCR VenkateshDanny Wiriantoe-commercegame developerGDP Venture IndonesiaGlobal Mobile App Summit and Awards (GMASA)Shieny Appriliaventure capital
Previous Post

LINE Indonesia Rilis Kumpulan Webtoon

Next Post

3 Aplikasi Mobile yang Bakal Tren di 2017

Related Posts

J&T Express
Digital Business

Laba Bersih Meroket, J&T Global Express Catat Pendapatan US$12,2 Miliar di Tahun 2025

31 Maret 2026
0
Festival Belanja Ramadan Lazada
Digital Business

Festival Belanja Ramadan Lazada Dongkrak Pertumbuhan Penjualan Signifikan

30 Maret 2026
0
Flip Deals
Digital Business

Transaksi Harian Flip Deals Melonjak 31%, Produk Kecantikan Terfavorit

30 Maret 2026
0
Load More
Next Post
3 Aplikasi Mobile yang Bakal Tren di 2017

3 Aplikasi Mobile yang Bakal Tren di 2017

CEO Telkom Raih Anugerah BUMN

CEO Telkom Raih Anugerah BUMN

Kontribusi E-Commerce Indonesia untuk Global Baru 0,6%

Kontribusi E-Commerce Indonesia untuk Global Baru 0,6%

Discussion about this post

Recent Updates

Equinix

Atasi Kelangkaan Talenta AI, Equinix Luncurkan Investasi Pengembangan SDM Global

2 April 2026
Maybank Indonesia

Maybank Indonesia Akselerasi Pembiayaan Berkelanjutan hingga Rp8,24 Triliun pada 2025

2 April 2026
Telkomsel x Huawei

Telkomsel Gandeng Huawei, Percepat 5G dan Internet Rumah di Indonesia

2 April 2026
Hiburan Digital XLSMART

Hiburan Digital Dongkrak Trafik Lebaran, XLSMART Catat Lonjakan 21%

2 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Equinix

Atasi Kelangkaan Talenta AI, Equinix Luncurkan Investasi Pengembangan SDM Global

2 April 2026
Maybank Indonesia

Maybank Indonesia Akselerasi Pembiayaan Berkelanjutan hingga Rp8,24 Triliun pada 2025

2 April 2026
Telkomsel x Huawei

Telkomsel Gandeng Huawei, Percepat 5G dan Internet Rumah di Indonesia

2 April 2026
Hiburan Digital XLSMART

Hiburan Digital Dongkrak Trafik Lebaran, XLSMART Catat Lonjakan 21%

2 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version