Selasa, 17 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

GMASA Dukung Ekosistem Industri Mobile di Indonesia

27 Januari 2017
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
GMASA Dukung Ekosistem Industri Mobile di Indonesia

CR Venkatesh CEO GMASA membuka GMASA Indonesia 2017. (Foto: Stevy Widia/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Indonesia merupakan pasar smartphone terbesar ketiga di Asia Pasifik setelah China dan India. Potensi pasar yang luas ini membuat penetrasi pasar aplikasi mobile mencapati lebih dari 40 %. Namun secara global ekosistem industri mobile app di Indonesia masih tertinggal. Butuh dukungan dan kerjasama berbagai pihak, termasuk “pemain” global untuk membangun ekosistem ini lebih baik.

Salah satunya lewat gelaran Global Mobile App Summit and Awards (GMASA). Gelar pameran, dan seminar global tentang industri mobile apps ini sebelumnya telah hadir di India dan Thailand. Dan Indonesia menjadi Negara ketiga tuan rumah acara yang melibatkan sejumlah stakeholder industri aplikasi mobile.

“Kami sangat antusias untuk membawa GMASA ke Indonesia untuk pertama kalinya, karena kami melihat potensi yang sangat besar. Diperkirakan jumlah pengguna smartphone di Indonesia akan tumbuh dengan pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di Asia Tenggara,” kata CR Venkatesh pendiri sekaligus CEO dari GMASA, pada pembukaan kegiatan tersebut, Kamis (26/1/2017) di Balai Kartini, Jakarta.

Baca juga :   Batas Maksimal Transaksi QRIS Jadi Rp10 Juta Mulai Maret 2022

Lebih lanjut dia mengatakan, pembangunan lebih lanjut jaringan 4G di Indonesia dan juga keterjangkauan harga smartphone yang memungkinkan 100 juta penduduk memiliki akses ke internet.

“Penetrasi internet dengan kombinasi populasi anak muda yang besar ini sangat menjanjikan bagi Indonesia, terutama dalam mendukung gaya hidup digital dan memberikan dampak untuk berbagi industri, terutama start up,” ungkapnya.

Ketinggalan

Meski perkembangan inovasi mobile di sektor teknologi dan digital yang mengalami pertumbuhan, khususnya dalam populasi startup namun Indonesia dinilai masih tertinggal dibanding Negara lain.

Danny Wirianto, Chief Marketing Officer GDP Venture Indonesia pada kesempatan yang sama mengatakan, ekosistem aplikasi mobile di sini masih tertinggal.

“Ekosistem kita punya masih ketinggalan jauh dari Jepang dan India. Kalau mau belajar, kita harus mengejar ketertinggalan itu dalam waktu tiga tahun,” tuturnya.

Baca juga :   Blibli Akan Hadirkan Boyband NCT 127 Saat Perayaan Ulang Tahun

Menurut Danny, kalau dari segi kreativitas dan pasar Indonesia unggul. Kekurangannya ada pada kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, menurut Danny, para pengembang aplikasi lokal harus belajar soal funding dan infrastruktur dari kedua negara Asia tersebut.

“Kita harus melihat bagaimana cara kerja ekosistem kedua negara ini. Walau tertinggal, bukan berarti ekosistem mobile di sini buruk. Kita ada kelebihan, market dan jago dalam kreativitas, namun lack of execution, detail, discpline, dan timing part. Nah mirisnya kita malah nyaman dalam fase ini. Apalagi kita tidak mau kalah, kita harus belajar dari kompetitor, untuk memacu kita untuk maju,” kata Danny.

Hal senada juga diungkapkan Shieny Aprilia dari Agate Studio. “Kami (Agate) di sini bisa jadi studio game terbesar, namun jika dibandingkan dengan industri secara global kami baru balita yang tertinggal jauh dari Jepang dan Korea. Karena itu butuh banyak masukan dan belajar lagi. Kita lihat down the road-nya, itu bisa jadi cambuk bagi kita. Dengan begini, kita itu bisa kolaborasi dengan negara lain yang ada kelebihan dan kekurangan,” ungkapnya.

Baca juga :   BI: Kejar Pajak e-Commerce

Meski baru pertama kali digelar di Jakarta, GMASA berhasil menjaring lebih dari 400 peserta yang terdari perusahaan aplikasi mobile, game developer, e-commerce, serta venture capital. Mereka diataranya, UBER, IBM, Google, OLX, GDP Venture, dan Convergence Ventures.

Venkatesh optimis kegiatan yang digelar oleh GMASA ini akan berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Kami melihat antusias dari orang-orang Indonesia dalam membangun industri mobile apps. Hal itu terlihat dari pertumbuhan startup yang memecahkan sejumlah masalah di masyarakat seperti transportasi, kesehatan dan masih banyak lagi. Dan kami ingin mendorong ekosistem ini bertumbuh cepat dan dikenal di arena global. Untuk itu kegiatan ini akan berlanjut di tahun mendatang,” katanya tegas.

 

STEVY WIDIA/FAHRUL ANWAR

Tags: Agate Studioaplikasi mobileCR VenkateshDanny Wiriantoe-commercegame developerGDP Venture IndonesiaGlobal Mobile App Summit and Awards (GMASA)Shieny Appriliaventure capital
Previous Post

LINE Indonesia Rilis Kumpulan Webtoon

Next Post

3 Aplikasi Mobile yang Bakal Tren di 2017

Related Posts

Fokus Tingkatkan Nilai Brand Jadi Strategi e-Commerce Lazada di Tahun 2026
e-COMMERCE

E-commerce Indonesia Masuk Babak Confident Commerce di 2026

17 Januari 2026
0
Berkat E-Commerce Batik Khantil Bangkit Dari Keterpurukan
e-COMMERCE

Berkat E-Commerce Batik Khantil Bangkit Dari Keterpurukan

6 Desember 2025
0
Shopee Live
e-COMMERCE

Pelaku UMKM Raup US$270 Miliar secara Global Melalui Platform Shopee

2 Desember 2025
0
Load More
Next Post
3 Aplikasi Mobile yang Bakal Tren di 2017

3 Aplikasi Mobile yang Bakal Tren di 2017

CEO Telkom Raih Anugerah BUMN

CEO Telkom Raih Anugerah BUMN

Kontribusi E-Commerce Indonesia untuk Global Baru 0,6%

Kontribusi E-Commerce Indonesia untuk Global Baru 0,6%

Discussion about this post

Recent Updates

SK Innovation E&S

Dukung Startup Hijau, SK Innovation E&S Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda di Indonesia

17 Februari 2026
Beasiswa BCA

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
ONIC

ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026, Buktikan Dominasi Jelang FFWS SEA

16 Februari 2026
AwanPintar.id

AwanPintar.id: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar Sepanjang 2025

16 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
SK Innovation E&S

Dukung Startup Hijau, SK Innovation E&S Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda di Indonesia

17 Februari 2026
Beasiswa BCA

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
ONIC

ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026, Buktikan Dominasi Jelang FFWS SEA

16 Februari 2026
AwanPintar.id

AwanPintar.id: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar Sepanjang 2025

16 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version