youngster.id - Huawei Indonesia menggelar ICT Competition 2025 . Selain memberikan penghargaan kepada kalangan akademisi, instruktur, dan mahasiswa berprestasi dari ekosistem Huawei ICT Academy, sekaligus mendorong universitas jadi pusat solusi yang selaras dengan industri dan pengembangan talenta digital Indonesia.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Beny Bandanadjaja mengatakan, ICT Academy Huawei mencerminkan model kolaborasi quadruple helix. Hal ini mendorong universitas untuk menjadi pusat solusi dan harapan untuk masa depan, sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk menjunjung tinggi integritas dan berkontribusi secara bermakna kepada masyarakat, tambahnya.
“Pendidikan tinggi harus melampaui kemampuan akademis dan fokus pada menghasilkan talenta adaptif yang menciptakan dampak nyata. Semangat ini sejalan dengan program Dikti Saintek Berdampak dan visi Indonesia untuk pengembangan sumber daya manusia menuju tahun 2045,” katanya dikutip dari siaran pers, Jumat (2/1/2026).
Senada dengan pandangan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Said Mirza Pahlevi menegaskan, dengan memasukkan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ke dalam kurikulum/pembelajaran di institusi pendidikan sangat penting untuk mempersiapkan talenta digital yang siap untuk memasuki dunia kerja/ dan industri.
“Didukung oleh standar dan regulasi keterampilan digital nasional, inisiatif ini membantu menjembatani antara kompetensi atau keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia industri dan dunia kerja dengan kompetensi lulusan institusi pendidikan,” katanya.
Gelaran ICT Competition diselenggarakan secara terintegrasi dengan Teacher Summit (Konferensi Guru) serta diskusi panel, di Huawei Innovation Centre Jakarta. Acara ini memberikan penghargaan kepada kalangan akademisi, instruktur, dan mahasiswa berprestasi dari ekosistem Huawei ICT Academy, sekaligus mendorong dialog tentang pendidikan yang selaras dengan industri dan pengembangan talenta digital Indonesia.
Chief of Strategy Huawei Indonesia Qianshihong mengatakan, program ini menandai tonggak penting dalam upaya kolektif Huawei Indonesia untuk membina tenaga kerja masa depan yang tangguh dan adaptif.
“Dengan mengakui guru, siswa, dan universitas terbaik kami, dan dengan mengintegrasikan gelaran ini, kami menciptakan ekosistem yang merayakan keunggulan sekaligus mendorong inovasi dan pembelajaran TIK praktis,” ungkapnya.
Perhelatan ini mempertemukan para pemangku kepentingan utama, termasuk mitra akademik, instruktur, dan pemenang kompetisi dari seluruh Indonesia. Lewat forum ini, Huawei mengangkat diskusi ke tingkat nasional, memastikan wawasan dari para pendidik dan peserta kompetisi berkontribusi pada upaya yang lebih luas untuk memperkuat sumber daya manusia digital Indonesia. Kolaborasi ini menunjukkan model kemitraan yang nyata dan berkelanjutan antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam mempercepat transformasi digital.
“Kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Komunikasi dan Digital, dan mitra seperti APTIKOM sangat penting dalam menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri dan meningkatkan daya saing global talenta digital Indonesia,” kata Qianshihong.
Dalam perhelatan ini Huawei juga mengumumkan pemenang ICT Competition Indonesia Final 2025. Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS) berhasil meraih Juara 1 pada Network Track, Cloud Track, and Computing Track. Sementara Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 1 pada Innovation Track.
Selain itu, sejumlah penghargaan khusus turut diberikan, antara lain Penghargaan Excellent Huawei ICT Academy Support Center (IASC) kepada Institut Teknologi Bandung (ITB), APTIKOM, dan Institut Digital Ekonomi LPKIA serta Penghargaan Excellent Huawei ICT Academy kepada Universitas Sumatera Utara dan Penghargaan Excellent Rookie ICT Academy kepada Universitas Putra Indonesia YPTK Padang.
Pada kesempatan yang sama, penghargaan Best Performance Teacher dianugerahkan kepada Dr. Pauzi Ibrahim Nainggolan, S.Kom., M.sc. dari Universitas Sumatera Utara dan Mochamad Fahru Rizal S.T., M.T dari Telkom University, serta Penghargaan Women in Tech Instructor kepada Marlindia Ike Sari, S.T., M.T. dari Telkom University. Ini adalah bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam pengembangan talenta digital dan inovasi yang inklusif.
Sementara itu, Prof Husni Teja Sukmana Sekretaris Jenderal Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), menyambut baik kolaborasi quadruple helix yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
“Dengan menyelaraskan kurikulum dengan standar industri dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Huawei telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk menghasilkan talenta digital yang terampil dan memposisikan diri sebagai jembatan penting antara pendidikan dan industri,” katanya.
Hal senada diungkapkan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Institut Digital Ekonomi LPKIA (IDE LPKIA) Andy Victor Pakpahan.
“Kolaborasi kami dengan Huawei Indonesia telah memberikan dampak positif dalam memajukan pendidikan vokasi. Melalui Huawei ICT Academy dan inisiatif seperti SMK Go Global dan Teaching Factory, siswa dan pendidik memperoleh akses ke keterampilan yang relevan dengan industri dan peluang global, membantu menjembatani pendidikan dan industri sekaligus mempersiapkan lulusan untuk menghadapi tantangan dunia nyata,” ucapnya.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post