Sabtu, 23 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Indonesia Butuh 23 Juta Talenta Informatika Yang Berkualitas

21 Februari 2025
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Indonesia Butuh 23 Juta Talenta Informatika Yang Berkualitas

Chief Executive Officer Dicoding Narenda Wicaksono. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Hasil riset Dicoding menyebutkan Indonesia membutuhkan 23 juta talenta informatika yang berkualitas untuk dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045. Guna merealisasikannya, kita perlu memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan masif, memastikan kapasitas pendidikan informatika yang memadai dan scalable, serta menyelenggarakan program pelatihan IT yang berkualitas.

Chief Executive Officer Dicoding Narenda Wicaksono mengungkapkan, hasil riset Dicoding mendapati hampir separuh talenta informatika saat ini menyadari bahwa kesuksesan mereka tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, melainkan juga pada pelatihan informal dan pengalaman praktik.

“Oleh karena itu, peran serta dan kolaborasi antara pemerintah, industri, universitas, sekolah, serta lembaga  pengembangan talenta informatika seperti Dicoding adalah kunci untuk melahirkan 23 juta talenta  informatika yang berkualitas ini,” ucapnya dalam Dicoding Connect 2025: Indonesia’s Tech Education Outlook, Kamis (20/2/2025) di Jakarta.

Narendra memaparkan, riset Dicoding bertajuk Peta Jalan Talenta Informatika: Menuju Indonesia Emas 2045. Hasilnya memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah akan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk membangun talenta informatika berkualitas.

Rekomendasi yang diberikan, antara lain perlunya memperluas landasan kebijakan yang menumbuhsuburkan upaya pengembangan talenta informatika, seperti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Di samping itu, sekolah dan universitas juga perlu untuk memberi rekognisi akademis pada keterlibatan siswa didik dalam program pengembangan talenta informatika yang memiliki reputasi dan diselenggarakan oleh industri.

Selain itu, lembaga pendidikan juga perlu untuk proaktif dalam merealisasikan kerja sama dengan industri. Di sisi lain, industri sebagai pengguna tenaga kerja harus berinvestasi dalam pelatihan keterampilan yang relevan dan mengakui sertifikasi non-formal. Selain itu, industri dapat pula mempercepat akselerasi talenta digital dengan mendukung skema pembiayaan dan ekosistem pembelajaran yang inklusif, di mana peserta dari banyak kalangan dapat memetik manfaat dari program-program ini.

“Dengan mengadopsi strategi ini, Indonesia dapat memastikan ketersediaan talenta informatika yang mumpuni dan berdaya saing global, mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, serta memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi teknologi di kawasan Asia Pasifik,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menambahkan diperlukan kolaborasi dalam membina talenta Indonesia.

“Kita semua punya peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Untuk maju, kita harus relevan di mata dunia, sehingga mereka melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai produsen. Transformasi digital akan terus berkembang, suka atau tidak, oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan generasi berikutnya,” ucapnya.

Komitmen untuk mendukung kolaborasi dalam mengembangkan talenta informatika berkualita disampaikan Country Marketing Manager Google Indonesia Muriel.

“Sejauh ini, hasil kolaborasi tahunan lintas pemangku kepentingan seperti Bangkit, telah berhasil mencetak lebih dari 20,000 talenta informatika. Kami percaya bahwa dengan akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, talenta muda Indonesia dapat berkembang dan memberikan dampak nyata bagi ekosistem teknologi nasional,” ucapnya.

 

 

STEVY WIDIA

Tags: DicodingIndonesia Emas 2045Peta Jalan Talenta Informatikatalenta informatika
Previous Post

Dian Sastrowardoyo Akan Hadir di 330.000 Warung Sepanjang Ramadan

Next Post

Gimbal Smartphone Ini Punya Modul Multifungsi Layak Kameramen Profesional

Related Posts

Keamanan Siber UMKM Indonesia
Technology

Siber Indonesia Diserang 170 Kali per Detik, Zimbra Ajak UMKM Perkuat Keamanan Email

13 Mei 2026
0
SCG Sharing the Dream
Industry

Dukung Indonesia Emas 2045, SCG Buka Pendaftaran Beasiswa Sharing the Dream 2026 untuk 412 Pelajar

4 Mei 2026
0
DBS x Dicoding
Technology

Atasi Krisis Talenta Digital: DBS dan Dicoding Siapkan 70.000 Calon Pakar AI dan Data Science

29 Oktober 2025
0
Load More
Next Post
Gimbal Smartphone Ini Punya Modul Multifungsi Layak Kameramen Profesional

Gimbal Smartphone Ini Punya Modul Multifungsi Layak Kameramen Profesional

Hibank Hadirkan Solusi Digitalisasi UMKM Dalam Genggaman

Hibank Hadirkan Solusi Digitalisasi UMKM Dalam Genggaman

BCA Komitmen Tingkatkan Produk Unggulan UMKM dan Desa Binaan

BCA Komitmen Tingkatkan Produk Unggulan UMKM dan Desa Binaan

Discussion about this post

Recent Updates

Laptop AI Mulai Jadi Senjata Baru Gen Z untuk Kerja Multitasking dan Content Creation

Laptop AI Mulai Jadi Senjata Baru Gen Z untuk Kerja Multitasking dan Content Creation

23 Mei 2026
GoPlay Hadirkan 5 Judul Baru GoPlay Original

87% Gen Z Indonesia Sudah Gunakan AI untuk Kerja, Tapi Prioritas Karier Mulai Berubah

23 Mei 2026
Bittime x Nobu Bank

Gandeng Nobu Bank, Bittime Hadirkan Akses Virtual Account untuk Investasi Aset Global

23 Mei 2026
Bank Digital di Indonesia

Perang Ekosistem Bank Digital Indonesia: Siapa Menguasai Dompet Anda?

23 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Laptop AI Mulai Jadi Senjata Baru Gen Z untuk Kerja Multitasking dan Content Creation

Laptop AI Mulai Jadi Senjata Baru Gen Z untuk Kerja Multitasking dan Content Creation

23 Mei 2026
GoPlay Hadirkan 5 Judul Baru GoPlay Original

87% Gen Z Indonesia Sudah Gunakan AI untuk Kerja, Tapi Prioritas Karier Mulai Berubah

23 Mei 2026
Bittime x Nobu Bank

Gandeng Nobu Bank, Bittime Hadirkan Akses Virtual Account untuk Investasi Aset Global

23 Mei 2026
Bank Digital di Indonesia

Perang Ekosistem Bank Digital Indonesia: Siapa Menguasai Dompet Anda?

23 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version